• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Investasi di Indonesia Semakin Membaik

Investasi di Indonesia Semakin Membaik

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 9 May 2022

Investasi di Indonesia Semakin Membaik

Oleh : Aulia Hawa

Kepastian hukum melalui UU Cipta Kerja hingga ketersediaan infrastruktur telah berdampak positif pada meningkatnya investasi di Indonesia. Beragam fasilitas tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan agar arus penanaman modal semakin terbuka lebar.

Dunia bisnis kembali menggeliat setelah dua tahun dihantam pandemi. Perlahan-lahan kondisi ekonomi masyarakat mulai membaik. Namun ada yang bersedih karena kehilangan pekerjaan akibat perusahaannya merugi. Mereka berusaha keras mencari pekerjaan baru demi mencari sesuap nasi untuk anak dan istri.

Pemerintah berupaya mengatasi masalah pengangguran dengan mempermudah investasi di Indonesia, yang perlindungan hukumnya ada di UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Jika makin banyak penanam modal asing yang masuk maka banyak perusahaan baru berdiri, dan bisa mengurangi pengangguran di negeri ini. Para investor menyambut gembira karena mereka mendapat jaminan keamanan langsung dari Presiden Jokowi.

Investasi di Indonesia benar-benar menguntungkan dan para pengusaha asing merasa puas. Hal ini terbukti dari naiknya realisasi investasi. Indra Darmawan, Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementrian Investasi menyatakan bahwa realisasi investasi tahun 2021 sebesar 900 triliun rupiah. Sedangkan target untuk 2022 lebih tinggi lagi, yakni 1.200 triliun rupiah.
Indra menambahkan, target investasi yang tinggi ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni sebesar 5%. Selain itu investasi juga tidak hanya dari pengusaha asing tetapi juga dari pengusaha lokal. Penanaman modal juga tidak hanya di Jawa tetapi juga ada di Kalimantan dan pulau-pulau lainnya.
Tersebarnya perusahaan hasil investasi di Indonesia merupakan hasil dari kerja keras pemerintah. Presiden Jokowi giat membangun infrastruktur berupa jalan raya, jalan tol, dan lain-lain di berbagai pulau. Tujuannya bukan hanya untuk kepentingan masyarakat, tetapi juga mengundang para investor. Penyebabnya karena para penanam modal asing mensyaratkan infrastruktur yang memadai sebelum berinvestasi.
Jika makin banyak realisasi investasi maka akan makin baik karena banyak perusahaan asing di Indonesia, dan manfaatnya akan mengurangi jumlah pengangguran. Kemudian ada manfaat lain, yakni para pekerja asing yang dibawa oleh investor (sebagai teknisi) diwajibkan untuk melakukan alih teknologi. Sehingga pekerja lokal makin terampil dan cerdas, karena mereka diajarkan oleh tenaga kerja asing.
Selain itu, makin banyak realisasi investasi maka makin banyak pula devisa negara. Devisa ini sangat dibutuhkan untuk pembangunan, karena kita sempat agak keok selama dua tahun pandemi. Untuk melakukan pembangunan dan membuat berbagai infrastruktur tentu butuh biaya, dan tersedianya banyak devisa bisa jadi penyelamat.
Pemerintah lebih memilih untuk memakai devisa dari hasil investasi daripada meminjam uang dari IMF atau negara lain. Penyebabnya karena hutang negara sudah amat tinggi. Takut malah memberatkan rakyat di masa depan. Oleh karena itu wajar jika investasi terus digenjot dan ditingkatkan realisasinya, agar devisa makin banyak dan pembangunan juga makin masif.
Investasi jangan dipandang sebagai hal yang jelek karena kenyataannya penanaman modal asing sudah ada sejak era Orde Baru dan Orde Lama. Banyak negara yang berinvestasi di Indonesia karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang bisa diolah dan juga banyak sumber daya manusia sebagai pekerja.
Realisasi investasi di Indonesia makin membaik dan nilainya fantastis, sampai ribuan triliun rupiah. Uang sebesar ini digunakan untuk berbisnis dengan sistem joint venture dan banyak perusahaan penanaman modal yang dibangun. Dengan banyaknya investor maka banyak pula devisa negara sehingga negara makin untung.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.