• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara

Hoax Soal Papua Berasal dari 20 Negara

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 21 September 2019

Rudi Widiawan (Pegiat Pertiwi Media)

Dikutip dari detik.com menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan ada sekitar 20 negara yang ikut menyebarkan berita hoax terkait Papua. Hoax terbanyak berasal dari salah satu negara di Eropa.

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan pihaknya sudah menemukan 550 ribu URL yang menyebarkan berita hoax. Paling banyak tersebar di media sosial Twitter. Jenis hoax yang disebarkan bermacam-macam, yang paling parah yang besifat mengadu domba.

Papua adalah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian paling timur Indonesia. Terdapat dua provinsi yang ada di sana, yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua sebelumnya bernama Irian Jaya yang mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat. Sejak tahun 2003, dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

Selain memiliki alam yang indah, Papua juga tidak pernah berhenti melahirkan pahlawan-pahlawan bagi Indonesia. Frans Kaisiepo salah satunya, merupakan putra Papua yang lahir di Biak, 10 Oktober 1921. Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti tempat yang panas. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973.

Namun, beberapa waktu yang lalu terjadi aksi massa di beberapa wilayah Papua, misalnya di Sorong, Manokwari, Mimika hingga Fakfak. Aksi ini adalah respons masyarakat Papua terhadap tindakan rasisme yang menimpa mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya beberapa waktu silam.

Kejadian di Malang berdasarkan laporan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Malang, terjadi bentrokan antara sekelompok warga Malang dengan mahasiswa asal Papua, di Kawasan Rajabali, Kota Malang, Jawa Timur. Mahasiswa asal Papua dalam perjalanan dari Stadion Gajayana menuju Balai Kota Malang untuk menyampaikan aspirasi, kemudian mereka tiba di simpang empat Rajabali dan bertemu sekelompok warga Malang. Kemudia terjadi perselisihan atau adu mulut, yang berujung terjadinya bentrokan. Bentrokan memanas hingga antar kelompok saling melempar batu.

Aksi Rasisme di Surabaya
Pada Jumat (16/8/2019) asrama mahasiswa didatangi oleh aparat, hal ini ditenggarai oleh bendera merah putih milik pemerintah kota Surabaya yang terpasang di depan asrama mereka, tiba-tiba sudah berada di dalam saluran air. Kemudian terdapat ujaran rasis dan kebencian, dan videonya tersebar viral.

Kedua kejadian di Malang dan Surabaya ditenggarai berakibat kemarahan masyarakat Papua. Hingga seperti diketahui, kerusuhan pecah di Manokwari, Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum. Tidak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Menurut, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, amarah yang alami oleh masyarakat Papua juga disebabkan adanya berita hoax. Hoax merupakan hal yang menakutkan karena berpotensi memecah belah masyarakat, tetapi sebagai masyarakat kita tidak boleh takut dan harus lebih berhati-hati lagi dalam menerima informasi. Jangan sampai kita langsung mengambil kesimpulan bahkan tindakan tanpa didasari pengecekan terhadap informasi yang kita terima. Jangan sampai hoax memecah belah bangsa Indonesia. Merdeka!

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

October 26, 2026

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

October 26, 2026

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

MBG 2.0 Menandai Peralihan dari Perluasan Menuju Penguatan Kualitas Oleh: Rangga Mahendra Program Makan Bergizi…

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional 

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Peningkatan Kontribusi Hilirisasi Membuka Peluang Penguatan Industri Nasional  Oleh: Bara Winatha Peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi dan ekspor membuka peluang strategis bagi penguatan industri nasional di tengah dinamika ekonomi global. Melalui pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah produk, menciptakan lapangan kerja, mengembangkan teknologi, dan memperbesar penerimaan devisa. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari pertumbuhan investasi semata, melainkan juga dari kemampuan membangun industri yang produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi mencapai 35 persen pada triwulan III 2026, meningkat dari 26 persen pada 2024. Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kegiatan pengolahan dalam struktur investasi nasional sekaligus memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis nilai tambah. Menurut Rosan, investasi perlu menghasilkan manfaat yang lebih luas, terutama penyerapan tenaga kerja, peningkatan kemampuan teknologi, dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pengembangan industri nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi salah satu fokus pemerintah. Dalam pelaksanaannya, keseimbangan antara ketersediaan bahan baku, kapasitas pengolahan, dan kebutuhan industri lanjutan harus dijaga agar ekspansi produksi disertai peningkatan kualitas manufaktur. Prospek hilirisasi juga tercermin dalam proyeksi ekspor yang disampaikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Anggota sekaligus Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto, memperkirakan nilai ekspor produk hilirisasi mencapai US$50 miliar pada akhir 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 45 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar US$34,5 miliar. Pertumbuhan diperkirakan terutama berasal dari pengolahan nikel, aluminium, serta komponen baterai litium. Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa basis hilirisasi Indonesia mulai meluas. Septian memperkirakan ekspor produk aluminium mencapai US$7,2 miliar pada 2026, lebih dari dua kali lipat nilai 2024 sebesar US$3,5 miliar. Peningkatan kapasitas produksi dan rencana investasi fasilitas peleburan aluminium atau smelter menjadi faktor pendukung pertumbuhan sektor ini. Di sisi lain, industri baterai menawarkan peluang untuk memperkuat penguasaan teknologi. Indonesia mulai mengembangkan produksi komponen kendaraan listrik, termasuk anoda dan katoda, serta memiliki fasilitas pemurnian litium meskipun tidak mempunyai sumber daya litium domestik. Kondisi ini menunjukkan bahwa penguatan industri dapat ditempuh melalui kemampuan pengolahan, integrasi rantai pasok, dan kerja sama teknologi, bukan semata kepemilikan bahan mentah.…

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Makin Dirasakan Manfaatnya, Kontribusi Hilirisasi terhadap Investasi Meningkat Jakarta – Hilirisasi industri semakin memperkuat perannya…

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026

By Kata IndonesiaOctober 26, 20260

Penerimaan Negara dari Migas Diproyeksi Lampaui Target 2026 JAKARTA – Peningkatan penerimaan negara dari sektor…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.