• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Energi»G20 Momentum Percepatan Peralihan Energi

G20 Momentum Percepatan Peralihan Energi

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 May 2022

G20 Momentum Percepatan Peralihan Energi

Oleh : Yogi Purbananda

Indonesia menjadi tuan rumah forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022. Acara internasional ini sekaligus menjadi momen percepatan peralihan energi menjadi energi baru terbarukan (EBT).

Indonesia meraih prestasi dengan menjadi presidensi G20 yang berarti sekaligus jadi tuan rumahnya. Dengan menjadi tuan rumah maka akan banyak keuntungan yang didapat.

Selain bisa mempromosikan investasi dan pariwisata, maka forum G20 sekaligus jadi momentum penting untuk percepatan peralihan energi hijau.

Agus P. Tampubolon, Project Manager Clean, Affordable, and Secure Energy for Southeast Asia IESR menyatakn bahwa sebagai tuan rumah, Indonesia memiliki hak untuk menentukan tema-tema untuk dibahas dalam forum-forum yang ada, termasuk mengikutsertakan tema transisi energi.

Dengan mengambil tema ini maka akan ada intervensi, komitmen, dan dukungan yang dibutuhkan Indonesia untuk mencapai target transisi yang ditetapkan.
Transisi energi memang menjadi topik hot yang dibahas dalam beberapa waktu ini, sehingga wajar jika juga dibicarakan di acara berlevel internasional seperti KTT G20. Dengan mengubah sumber energi konvensional jadi EBT maka diharap akan lebih ramah lingkungan. Transisi energi ini penting karena efeknya untuk jangka waktu sampai puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.
Selama ini kita menggunakan bahan bakar minyak sebagai energi, tetapi kelemahannya minyak bumi didapatkan dari pengolahan fosil, begitu pula batubara. Dikhawatirkan persediaan fosil akan terkeruk habis jika tidak ada sumber energi lain. Sebelum hal buruk ini terjadi maka wajib konversi ke energi baru terbarukan sehingga lebih aman dan cinta bumi.
Transisi energi yang dimaksud adalah perpindahan dari energi konvensional (minyak bumi dan batu bara) ke energi baru terbarukan. Di antaranya energi bayu (angin), energi surya, dan lain sebagainya. Dengan energi jenis ini maka selain lebih ramah lingkungan juga lebih ekonomis dalam pengolahannya.
Dengan adanya KTT G20 maka setelah membicarakan transisi ke energi baru terbarukan, diharap banyak negara lain akan mengikuti langkah Indonesia yang perlahan berpindah ke energi baru terbarukan. Jika semuanya kompak maka akan bagus, karena penggunaan energi konvensional memiliki kelemahan yakni menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang bisa membuat pemanasan global.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa KTT G20 dapat menjembatani dan mendorong negara berkembang dan maju (yang menjadi anggota G20) untuk mempercepat transisi energi, memperkuat sistem energi global yang adil dan berkelanjutan dalam satu kesepakata global. Perlu ada kolaborasi sehingga mempermudah akses layanan energi yang terjangkau.
Dalam artian, tidak semua negara anggota G20 siap dalam melakukan peralihan ke energi baru terbarukan. Ada negara yang kekurangan sumber daya manusia dan ada pula yang kekurangan modal. Diharap dengan kolaborasi dari seluruh anggota G20 maka diharap semuanya kompak beralih ke energi baru terbarukan karena ada subsidi dari negara-negara maju.
Sejak tahun 2017 Indonesia sudah beralih ke energi baru terbarukan meski belum 100%. Dengan bukti adanya pembangkit listrik tenaga angin maka anggota G20 memahami seperti apa pengolahan energi baru terbarukan, sehingga mereka tahu wujud aslinya dan akan membuatnya di negaranya. Diharap semua anggota G20 kompak beralih ke energi baru terbarukan untuk mencegah pemanasan global.
KTT G20 menjadi momentum penting untuk percepatan peralihan dari energi konvensional (minyak bumi dan batubara) ke energi baru terbarukan (tenaga surya dan angin). Dengan posisi Indonesia sebagai tuam rumah G20 maka diharap perubahan peralihan energi menjadi lebih cepat, seiring adanya beragam dukungan dari anggota G20 lainnya.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.