• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Forum G20 Momentum Tunjukkan Keunggulan Indonesia

Forum G20 Momentum Tunjukkan Keunggulan Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 May 2022

Forum G20 Momentum Tunjukkan Keunggulan Indonesia

Oleh : Savira Ayu

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan digelar pada November 2022 mendatang. Momentum tersebut merupakan kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukkan keunggulannya, khususnya dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

Indonesia memiliki momentum terbaik untuk menunjukkan keunggulannya di mata negara-negara lainnya. Bagaimana tidak, pasalnya Indonesia diberikan kepercayaan menjadi negara pemimpin atau presidensi dalam pertemuan Internasional tersebut.

Apalagi belakangan setelah dua tahun terakhir berkutat dengan adanya pandemi Covid-19, saatnya Indonesia menunjukkan taji dan memperlihatkan pula bagaimana keberhasilan menangani pandemi.

Bahkan di tengah berbagai negara yang masih sulit untuk bertahan dari pandemi, menjadi tantangan terbesar justru bagaimana caranya negara-negara tersebut mampu untuk bangkit pasca pandemi dan menggerakkan kembali roda perekonomian.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah mampu membuktikan dirinya menjadi pemimpin yang berhasil, utamanya dalam menggerakkan kembali roda perekonomian pasca pandemi di Indonesia.
Secara eksplisit hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno di dalam sidang PBB ketika di New York. Baginya, menjadi momentum terbaik untuk bangsa adalah ketika menjadi presidensi G20 dapat digunakan untuk menunjukkan bagaimana keberhasilan Indonesia, termasuk dalam penanganan pandemi Covid-19. Bahkan tidak hanya sekedar menjadi presidensi saja, namun Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dalam perayaan Hari Pariwisata Dunia. Oleh sebab itu, sosialisasi perlu terus digemakan mengingat acara tersebut memiliki banyak kontribusi positif, khususnya terhadap pemulihan ekonomi.
Sejauh ini, persiapan KTT G20 telah dipersiapkan oleh Pemerintah, khususnya melalui Kemenparekraf yang konsisten membangkitkan roda perekonomian. Percepatan pemulihan ekonomi memang sangat diperlukan demi segera beralih dari krisis setelah pandemi. Tatanan ekonomi baru dan penciptaan lapangan pekerjaan serta peluang usaha, terus digencarkan Pemerintah. Seluruhnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Tidak hanya Sandiaga Uno, namun Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Suminto, menyatakan bahwa KTT G20 tersebut sangat bermanfaat. Efek positif tersebut terutama dalam bidang leadership atau kepemimpinan di tingkat global. Selain itu tentunya citra positif tanah air pasti akan membaik di mata dunia serta tingkat kepercayaan diri negara Indonesia pasti akan meningkat pula.
Disamping keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 hal lain yang mampu ditunjukkan di mata dunia adalah bagaimana progres pembangunan negara Indonesia. Tentu juga hal ini pasti mampu untuk menarik datangnya investasi dari berbagai pihak. Dengan tema besar yang dibawa oleh Indonesia dalam forum G20 tersebut, yakni “Recover Stronger, Recover Together “, jelas sekali bahwa tujuan utama atau visi dan misi besar dari adanya forum tersebut adalah bagaimana caranya seluruh negara dalam G20 bisa untuk mencapai kebangkitan secara bersama-sama dan mampu untuk menjadi lebih kuat setelah pandemi.
Setidaknya terdapat tiga pilar utama yang akan dibawa oleh Indonesia dalam forum tersebut, yakni yang pertama adalah membangun produktivitas perekonomian, kemudian yang kedua adalah setelah produktivitas ekonomi tersebut bangkit. Namun demikian, hal tersebut bergantung cara meningkatkan stabilitas ekonomi dan keuangan karena memang perekonomian tersebut harus terus dipikirkan secara jangka panjang dan bukannya hanya sekedar bangkit secara momentual belaka. Pilar ketiga adalah sebagaimana hal ke depan yang ingin diimpikan, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tentu bukan hanya melulu sekadar di bidang ekonomi semata, namun secara strategi politis tentu akan menguntungkan bagi Indonesia termasuk di bidang kesehatan, yakni dengan tujuan Indonesia yang bisa meningkatkan kesetaraan vaksinasi untuk seluruh negara, yang mana ternyata beberapa negara masih belum memiliki akses vaksin yang menyeluruh bagi seluruh penduduknya.
KTT G20 bukan saja menunjukkan keunggulan pembangunan Indonesia, namun juga kepiawaian Indonesia dalam memimpin forum internasional. Oleh sebab itu, diperlukan dukungan penuh masyarakat atas penyelenggaraan forum tersebut agar dapat berjalan aman dan lancar.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

 

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.