Di tengah pandemi Covid-19, perlu inovasi dan kreativitas untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan potensi kemandirian nasional dan kearifan lokal.
“Ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak percepatan pemulihan ekonomi nasional, selain sektor pertanian,” ungkap Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika, dalam Webinar World Indonesian Millennials Forum, yang diselenggarakan Eksyapreneur dan International Millenial Project, Jumat (28/5).
Potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar dengan beragam jenis produknya, mulai industri kreatif, industri budaya, kuliner dan makanan, maupun produk berbasis teknologi digital.
Ada tiga jenis ekonomi kreatif yang menjadi unggulan saat ini, yaitu: industri kuliner, fesyen (fashion), dan kriya (kerajinan). “Selain tiga hal tersebut ada dua lagi yang dapat menjadi uggulan, yaitu aplikasi startup berbasis teknologi digital dan industri konten (content provider),” ujar Guntur Subagja yang juga Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik Global.
Kelima jenis ekonomi kreatif ini dapat memberikan dampak ekonomi dan dampak sosial yang tinggi. “Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, dapat menjadi solusi bagi angkatan kerja baru maupun korban PHK akibat pandemi. Bidang-bidang tersebut juga diminati milenial,” jelasnya.
May Day 2026 dan Kedewasaan Gerakan Buruh: Dari Seruan Jalanan ke Arsitektur Solusi Oleh: Wignyan…
May Day 2026 Tegaskan Arah Baru Hubungan Industrial Indonesia Oleh : Bima Saputra Kurniawan Peringatan…
May Day 2026: Bukti Nyata Keberpihakan Negara bagi Kesejahteraan Buruh Indonesia Oleh Raka Pratama Peringatan…
Perayaan May Day Tegaskan Komitmen Pemerintah Berikan Perlindungan Kepada Kelompok Pekerja Oleh: Rizky Pratama Peringatan…
May Day 2026: Segara Dorong Kolaborasi Buruh dan Pemerintah Wujudkan Asta Cita Jakarta — Peringatan…
Waspadai Provokator, Aparat Keamanan Ingatkan Buruh Jaga Situasi Kondusif Jakarta – Aparat keamanan mengingatkan buruh…