• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Demo Mahasiswa Ditunggangi Kepentingan Politik dan Pihak Asing

Demo Mahasiswa Ditunggangi Kepentingan Politik dan Pihak Asing

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 29 September 2019

Oleh : Rahmat Kurniawan (Pengamat Sosial Politik)

Pemerintah dan DPR telah sepakat menunda pengesahan RKUHP yang menjadi tuntutan massa. Namun mahasiswa masih saja melakukan demonstrasi, bahkan dengan embel-embel Revolusi hingga pelengseran Presiden Jokowi. Hal itu menandakan demo mahasiswa ditunggangi kepentingan asing.

Demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada senin (23/09) terus berkelanjutan hingga beberapa hari berikutnya. Para peserta aksi tersebut memang menyuarakan isu-isu nasional seperti RKUHP maupun kebakaran hutan, namun suara tersebut seakan dipelintir oleh beberapa pihak, terbukti dengan adanya trending topic #turunkanJokowi di twitter.

Tentu saja ini menjadi kekhawatiran tersendiri, jika aksi mahasiswa menuntut pembatalan Revisi KUHP dan UU KPK serta mendesak pengesahan RUU PKS bakal ditunggangi banyak pihak.
Dengan adanya gerakan massa yang besar, ternyata gerakan mahasiswa pun ditunggangi, setidaknya setelah tagar #gejayanmemanggil, tagar #turunkanJokowi menjadi trending beberapa saat kemudian.

Padahal perwakilan mahasiswa yang menggelar aksi di Jakarta sehari setelah aksi di Yogyakarta. Aksi mereka tak ada kaitannya dengan kepentingan elite politik atau perseteruan cebong dan kampret.

Di Yogyakarta sendiri memang ada sebagian massa yang menyelipkan pesan agar Jokowi Turun, ada juga massa yang membawa atribut “bendera tauhid” yang diduga berasosiasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Sementara itu, di Makassar orasi dan teriakan yel – yel ‘Jokowi Turun’ menggema di Makassar dalam aksi yang digelar mahasiswa Universitas Muslim Indonesia UMI di Jl Urip Sumoharjo.

Aksi tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dan digelar di 2 kampus. Selain berorasi mahasiswa juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan yang melintas dari arah timur ke barat dan dari barat ke timur. Selebaran berisi sejumlah alasan terkait tuntutan Presiden Jokowi turun tahta.

Mahasiswa pun membakar ban bekas. Kepulan asap hitam memayungi lokasi demonstrasi. Kendaraan melaju tersendat.
Di tempat berbeda aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI menuntut agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI juga berlangsung di Jakarta.

Namun, dalam aksi tersebut baik orator maupun massa aksi tidak menjelaskan kebijakan presiden yang mereka protes.
Salah satu orator di atas mobil bertanya kepada massa aksi apakah Jokowi sudah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat selama memimpin sebagai presiden. Sontak massa yang hadir menjawab tidak.

Tak hanya sekali mereka dengan lantang menyuarakan Jokowi Mundur. Seakan semua permasalahan yang ada di Indonesia adalah salah dari Presiden Jokowi.

Namun tampaknya aksi tersebut hanya menunggangi momentum aksi sebalumnya, bagaimana tidak salah satu permintaan dari peserta aksi tersebut adalah permintaan jaminan atas kepulangan Imam Besar Habib FPI Habib Rizieq yang berada di Arab Saudi sejak 26 April 2017.

Tentu kita perlu menunjukkan tanda tanya besar, apakah aksi tersebut tengah mencoba untuk mengooptasi gerakan mahasiswa di Jakarta.
Wiranto selaku menkopolhukam juga telah mengingatkan agar jangan terpengaruh apabila ada pihak – pihak yang ingin memprovokasi untuk mengadu domba.

Anehnya, secara langsung atau tidak, Jokowi tetap sebagai sasaran, mulai dari kerusuhan di Papua, Kabut Asap di Riau sampai dengan rancangan undang – undang, tetap saja Jokowi – lah yang salah.

Artinya ada peristiwa yang berujung sama, kebakaran hutan dan revisi UU KPK, tapi apakah semua itu produk dari Jokowi, padahal ada menteri dan dewan perwakilan di Senayan, tapi ujung – ujungnya tetap Jokowi lah yang salah.
Hal tersebut seakan menjadi alasan agar Jokowi mundur. Akan ada lagi desakan – desakan senada dengan berbagai bahan dan cara, entah kreatifitas macam apalagi, pokoknya tagar #jokowimundur harus tetap ada di twitter.

Jika Jokowi gagal dilantik, tentu akan terjadi kekosongan jabatan eksekutif di negara ini. Padahal Jokowi – Ma’ruf Amin telah resmi menjadi Presiden dan Wapres terpilih dan telah melalui berbagai persidangan di Mahkamah Konstitusi.
Melihat kenyataan seperti ini, tentu kita tahu bahwa ada pihak yang mencoba semua upaya untuk dapat menghentikan pemerintahan, salah satunya dengan menunggangi aksi mahasiswa yang sebelumnya telah terjadi dan berhasil menciptakan kerusuhan.

Demokrasi bukan berarti menentang konstitusi, gerakan mahasiswa dan 212 tentu sudah berbeda pandangan dan tujuan dalam setiap gerakannya, jangan sampai menjadi bias hingga aksi yang digelar tidak sesuai dengan tujual awal.

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

September 18, 2026

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

September 18, 2026

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Perlindungan Lahan Pertanian Diperkuat, Pemerintah Jaga Masa Depan Petani Oleh: Oksidea Razeta Rayi Keberpihakan terhadap…

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua

By Kata IndonesiaSeptember 18, 20260

Pemerintah Perkuat Fondasi Kemandirian Pangan Papua  Oleh : Yohanes Wandikbo Pembangunan pertanian Papua terus diarahkan pada penguatan fondasi kemandirian pangan yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan masyarakat. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi pangan strategis, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang mencakup pengembangan pangan lokal, perluasan sawah, mekanisasi, irigasi, penguatan kelembagaan hingga pemberdayaan petani. Arah kebijakan tersebut menjadi penting mengingat Papua memiliki sumber daya pertanian yang besar sekaligus karakter geografis yang membutuhkan pendekatan pembangunan berbeda. Sagu, ubi dan berbagai komoditas pangan lokal telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua. Di sisi lain, potensi lahan pertanian juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pangan strategis lainnya. Kementerian Pertanian (Kementan) menempatkan pengembangan potensi tersebut sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian pangan Papua. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Papua perlu dibangun dari kekuatan yang tersedia di wilayah tersebut. Karena itu, beras, sagu, ubi dan pangan lokal lainnya didorong untuk berkembang bersama masyarakat setempat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pertanian Papua tidak diarahkan untuk menggantikan pangan lokal dengan komoditas tertentu. Sebaliknya, pemerintah berupaya mempertemukan kekuatan pangan tradisional dengan teknologi dan sistem pertanian modern. Dengan cara itu, peningkatan produktivitas dapat berlangsung tanpa mengabaikan karakter sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Komitmen pemerintah tersebut turut mengemuka dalam PAPEDA Summit 2026 yang sebelumnya diselenggarakan pada 2–4 September 2026 di Sorong, Papua Barat Daya. Forum tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan Papua yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. …

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan

By Kata IndonesiaSeptember 17, 20260

Reforma Agraria Perkuat Hak Petani, Buka Jalan Kesejahteraan Berkelanjutan Oleh: Soleh Mahmud Bagi para petani,…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.