BNPT: Problem radikalisme dan terorisme tidak hanya ada di salah satu agama
Deputi II Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol Ibnu Suhendra menyebut, pesantren memiliki peran penting dalam menghalau bahaya paham dan gerakan radikal-terorisme yang hingga kini masih menjadi ancaman di Indonesia.
Perwira bintang dua yang merupakan putra asli Banyuwangi itu juga menekankan bahwa selain dibentengi dengan pemahaman keagamaan yang lurus, pesantren juga memiliki kekuatan kultural untuk membendung persebaran paham radikal.
“Pondok pesantren moderat punya peran tinggi dalam membendung terorisme di masyarakat,” kata Ibnu dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/12).
Oleh: Anis Maftukhin Di sebuah sudut remang Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, kepul asap kopi…
Temuan CKG Jadi Dasar Penguatan Kesehatan Berkualitas dan SDM Unggul Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa…
Hilirisasi Ayam sebagai Pilar Baru Ketahanan Pangan Indonesia Oleh: Dhita Karuniawati Ketahanan pangan nasional tidak…
Strategi Menjaga Kebutuhan Protein Nasional, dan Masa Depan Ketahanan Pangan Indonesia Oleh: Adnan Ramdani Di…
Ketahanan Pangan Diperkuat melalui Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi…
Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat Diawasi Secara Menyeluruh Oleh: Tiara Ayuningtya Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam…