• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»BIN dan TNI/Polri Jaga Sinergitas Wujudkan Keamanan Jelang KTT G20

BIN dan TNI/Polri Jaga Sinergitas Wujudkan Keamanan Jelang KTT G20

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 11 November 2022

BIN dan TNI/Polri Jaga Sinergitas Wujudkan Keamanan Jelang KTT G20

Oleh : Dina Kahyang Putri

Seluruh pihak keamanan seperti BIN dan TNI/Polri terus berupaya menjaga sinergitasnya demi bisa mewujudkan keamanan dan kenyamanan di wilayah Bali. Hal tersebut dilakukan utamanya menjelang penyelenggaraan KTT G20.

Menjelang pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 15 hingga 16 November 2022 mendatang, seluruh pihak kemudian bersama-sama untuk bisa mempersiapkan gelaran tersebut agar bisa berjalan dengan sangat baik dan lancar.

Utamanya, persiapan sangat banyak dilakukan oleh Indonesia karena menjadi tuan rumah sekaligus pimpinan penyelenggaraan forum bergengsi tingkat internasional tersebut. Aspek yang kemudian menjadi sangat banyak dibahas adalah mengenai pengamanan dan penjagaan yang bagaimana caranya harus bisa diupayakan secara maksimal.

Karana sama sekali tidak bisa dipungkiri bahwa dalam setiap berlangsungnya sebuah acara, aspek keamanan akan menjadi termasuk yang paling penting untuk diperhatikan.

Apabila suatu penyelenggaraan kegiatan tertentu gagal menjaga keamanannya, maka bisa dikatakan gelaran tersebut akan menjadi gagal untuk dilaksanakan karena sama sekali tidak akan lancar dan secara otomatis membuat citra dari tuan rumah penyelenggaraannya menjadi kurang baik di mata para tamu undangan.

Begitu pula dengan KTT G20, yang mana Indonesia menjadi tuan rumahnya. Maka Indonesia sendiri akan sangat berupaya untuk menjamin aspek keamanan bisa ditingkatkan dengan sangat tinggi agar bisa menghasilkan suatu pelaksanaan forum internasional tersebut menjadi lancar dan sukses dilangsungkan.
Dalam rangka menjamin adanya pengamanan dan penjagaan secara maksimal tersebut, pihak BIN dengan tegas memastikan bahwa pengamanan KTT G20 akan dilakukan dengan sangat serius dan juga penuh dengan kewaspadaan, sehingga tidak akan mungkin ada pengamanan yang terkesan seadanya. Hal-hal yang sekiranya dinilai akan berdampak buruk pada penyelenggaraan G20 pasti akan mampu diminimalisasi sebaik mungkin.
Mengenai hal tersebut, Juru Bicara BIN, Wawan Hari Purwanto menjelaskan bahwa meskipun dilakukan dengan penuh kewaspadaan, perhitungan tinggi dan serius, pengamanan tetap ramah terhadap masyarakat setempat. Aspek ini juga akan menjadi sangat diperhatikan dan bisa jadi merupakan tantangan tersendiri.
Pasalnya, di satu sisi pihak keamanan harus bisa dengan tegas mengamankan secara dengan serius menghalau segala macam potensi ancaman atau risiko yang bisa saja menjadi penghalang G20, namun di sisi lain, harus tetap mampu menjaga hubungan baik dengan seluruh masyarakat setempat karena hal tersebut nantinya akan menunjukkan adanya keramahtamahan warga sehingga dunia pun menilai kalau keberlangsungan G20 sangat berhasil dengan berbagai indikator.
Lebih lanjut, Wawan menambahkan bahwa pengamanan telah dipersiapkan dari berbagai aspek, meliputi keamanan siber, penjagaan ketat di pintu keluar-masuk Pulau Dewata hingga antisipasi bencana alam. Pihak BIN benar-benar secara serius menjaga keamanan KTT G20, bahkan dari banyak sektor sudah diperhitungkan sedemikian rupa sehingga akan sangat kecil kemungkinan adanya kebocoran keamanan yang terjadi.
Menurut Wawan, persiapan pengamanan KTT G20 terus dilakukan sebagai upaya memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para tamu sebagai langkah preventif. Karena memang pencegahan dan pendeteksian sejak awal apabila terjadi potensi atau risiko gangguan keamanan memang menjadi hal yang sangat perlu untuk dilakukan. Pasalnya jangan sampai kejadian buruk terjadi, namun tanpa adanya pendeteksian sejak awal ataupun pencegahan yang baik sehingga jika telah terdeteksi justru akan memperburuk keadaan.
Sejalan dengan hal itu, Polri akan mengerahkan lebih dari 8.000 personel untuk mengamankan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan pada KTT G20 di Bali. Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengungkapkan personel dari Polda Bali dan Mabes Polri di bawah kendali operasional (NCO) akan bersama-sama mengamankan KTT G20.
Sementara Pangdam IX/Udayana dan Komandan Satgas Keamanan Regional Bali untuk G20, Mayjen Sonny Aprianto juga menyebut bahwa TNI berencana mengerahkan 6.000 personel untuk membantu Polri dalam kegiatan KTT G20. Bukan hanya itu, namun ada pula sebanyak 2000 personel yang disiapsiagakan untuk bisa mengantisipasi jika terjadi bencana alam.
Dalam hal pengamanan, memang, mulai dari pihak BIN hingga TNI-Polri pun seluruhnya terus menjalin kerja sama dengan sangat baik demi memastikan kelancaran G20. Mantan Dubes RI untuk New Zealand, Tantowi Yahya mengatakan, ada tiga hal yang menjadi daya tarik seorang calon peserta sampai ke tingkat kepala negara menghadiri sebuah KTT. Pertama yakni soal pengamanan.
Dirinya kemudian mengapresiasi jajaran BIN serta TNI/Polri yang sudah membangun situasi keamanan yang kondusif selama ini, terutama dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, seluruh pihak keamanan selama ini melakukan pengamanan dengan mengedepankan cara humanis dan tak terlihat menyeramkan. Hal itu sangat diperlukan untuk menjamin para peserta dan kepala negara yang ikut G20 merasa nyaman hadir di Bali.
Memang untuk bisa mewujudkan keamanan secara maksimal dalam penyelenggaraan KTT G20 di Bali, seluruh pihak harus terus meningkatkan sinergitasnya antar satu dengan yang lain. Hal tersebut juga terus diupayakan oleh para jajaran keamanan seperti BIN serta TNI/Polri yang terus melakukan koordinasi secara berkesinambungan demi jaminan Presidensi G20 Indonesia berjalan dengan aman dan nyaman.

)* Penulis adalah Persada Institute

 

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.