Author: Kata Indonesia

Kata Indonesia (kataindonesia.com) adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Kata Indonesia hanya mempunyai edisi daring yang berusaha menjadi salah satu situs berita yang penyajiannya fokus untuk informasi-informasi positif. Situs berita ini, menyediakan berbagai macam berita yang terjadi baik itu berita lokal, nasional, hingga internasional secara aktual.

Oleh : Rebecca Marian (Penulis adalah Mahasiswi Papua, tinggal di Jakarta) Ricuh aksi massa di Jayapura kini telah aman dan kondusif. Sejumlah aksi yang dinilai rusuh dan rasisme juga mampu diredam. Berbagai pihak terkait telah menyatakan situasi disana mulai normal kembali. Roda ekonomi Papua mulai bergeliat lagi. Hal ini terbukti dengan beroperasinya pusat perbelanjaan serat lalu lintas kota. Selain itu, dikabarkan ada pula aksi massa yang damai di beberapa tempat. Yakni berlokasi di depan kantor Walikota Sorong, Papua Barat, yang dimulai sejak pukul 09.30 hingga 15.30 WIT. Yang mana dihadiri sejumlah massa kurang lebih 2.000 orang. Sementara ditempat lain juga…

Read More

Oleh : Rizky Alvin (Ketua GESIT Jogjakarta) Negara ini dibangun atas dasar perbedaan. Menghargai perbedaan merupakan kunci tercitpanya perdamaian. Sejarah mencatat bahwa tegaknya negara ini karena menghargai perbedaan suku, ras, agama, dan antar golongan (SARA). Tanpa pondasi tersebut, niscaya bangsa ini belum bisa lepas dari jeratan penjajahan. Maka, menjadi sangat ironi apabila perbedaan masih menjadi pemantik api kemarahan dan permusuhan antar sesama anak bangsa. Baru-baru ini, bangsa Indonesia dihebohkan dengan isu pengusiran mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Atas dasar itu, masyarakat Papua terpancing emosinya. Bahkan luapan emosi tersebut diekspresikan dengan sejumlah insiden kerusuhan diberbagai wilayah di Papua yang…

Read More

Oleh : Rebbeca Marian (Penulis adalah Mahasiswi Papual, tinggal di Jakarta) Damai itu indah, aman dan nyaman. Kerusuhan akan membuat masyarakat sengsara. Damai Papua, amanlah Indonesia. Mari kita jaga kedamaian dan keamanan di Papua dan Papua Barat. Dampak kericuhan Papua tampaknya makin berbuntut panjang. Berita terkini mengatakan jika kerusuhan kembali terjadi disana. Ribuan warga mengungsi di instalasi militer. Bahkan komunikasi di Jayapura lumpuh. Situasi kembali memanas dari akibat digelarnya aksi unjuk rasa oleh ribuan warga. Mereka datang kembali untuk menyikapi tindakan rasis yang telah dialami oleh mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. Massa juga mengadakan aksi berjalan kaki (long…

Read More

 Oleh : Edward Krey (Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Kecekatan Pemerintah terkait rindakan rasisme terhadap rakyat Papua telah membuahkan hasil. Berabagai titik terang mulai ditemukan terkait siapa dalang rasisme tersebut. Pemerintah tak ingin berlama-lama membiarkan suasana dalam kekalutan berkepanjangan. Belum lagi akibat yang ditimbulkan nantinya dpaat menyebabkan kepercayaan masyarakat ternodai. Sikap serius yang ditunjukkan pemerintah ini juga terbukti setelah peristiwa, Menkopolhukan, Panglima TNI dan Kapolri melakukan road show ke Papau dan Papua Barat. Disusul rencana kehadiran presiden Jokowi awal bulan September nanti. Dan seketika secara hampir bersamaan  personil Polisi serta TNI dari beberapa daerah juga telah dikirim ke…

Read More

Oleh : Rebecca Marian (Penulis adalah Mahasisi Papua, tinggal di Yogyakarta) Papua bagian integral NKRI, sehingga bendera Merah Putih wajib berkibar luas di lingkungan masyarakat. Apabila ada bendera selain Merah Putih dikibarkan sebagai simbol separatisme harus ditindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Suasana rusuh di Papua beberapa waktu lalu disertai dengan aksi long march serta pengibaran bintang kejora dari sejumlah massa. Bendera ini ditengarai disiapkan untuk bendera Papua Merdeka. Namun, sejumlah elemen masyarakat serta aparat keamanan mencegah dan menolak pengibaran tersebut. Tak hanya bernilai provokasi, namun juga bisa meresahkan warga lainnya. Hal ini memang masuk akal, mengingat para massa…

Read More

Oleh : Hafyz Marshal (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Indenpenden, FPMSI) Isu rasisme kembali menyeruak ke publik. Insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh sejumlah orang pada Jumat (16/8) di Surabaya, serta dugaan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Malang, mengakibatkan aksi protes di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat, sejak Senin (19/8). Bahkan, aksi demonstrasi tersebut berujung aksi kerusuhan. Sejumlah fasilitas umum seperti pasar, ATM, kendaraan umum, juga kantor DPRD, hingga rumah dibakar dan dirusak. Pemerintah telah bersikap. Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta jajarannya untuk menindak oknum pelaku rasialisme kepada Mahasiswa Papua di Surabaya agar segera…

Read More

Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2019 memutuskan mengangkat Sumiyati sebagai komisaris independent PLN menggantikan Rionald Silaban. Surat Keputusan diberikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. Dengan perubahan diatas maka komisaris PLN saat ini adalah: Ilya Avianti (Komisaris merangkap Plt. Komisaris Utama) Deden Juhara (Komisaris Independen) Darmono (Komisaris Independen) Rida Mulyana (Komisaris) Budiman (Komisaris) Aloysius Kiik Ro (Komisaris) Sumiyati (Komisaris) Darmawan Prasodjo (Komisaris). Jajaran Direksi, Manajemen dan seluruh Pegawai PLN mengucapkan selamat atas pengangkatan ini. PLN terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang…

Read More

Oleh : Rahmad Sulistiawan (Penulis adalah pengamat sosial politik) Panitia Seleksi Capim KPK, diduga sarat akan konflik kepentingan dalam tubuh panitia seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK. Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menuturkan bahwa anggota Pansel yang diduga memiliki konflik kepentingan ialah Indriyanto Seno Adji dan Hendardi, serta Ketua Pansel Yenti Garnasih. Asfinawati mengatakan bahwa Yenti Garnasih tercatat dalam jejak digital merupakan tenaga ahli kepala lembaga Pendidikan Kepolisian Bareskrim Polri, BNN, dan Kemenkumham. Di sisi lain, Mabes Polri juga membantah status Yenti sebagai tenaga ahli Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisan. Mabes Polri menyatakan Yenti hanya dosen yang sesekali diundang…

Read More

Oleh : Rebecca Marian (Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggal di Jakarta)  Seorang prajurit TNI gugur dalam peristiwa penyerangan sejumlah massa kepada aparat TNI – Polri di Deiyai, Papua. Polsi menyebut anggota TNI itu sedang bertugas menjaga senjata yang disimpan di dalam mobil. Kapolri Tito Karnavian menyebutkan salah satu anggota TNI gugur ketika sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan. Kemudian dilukai dan akhirnya dibacok dengan panah sehingga gugur. Tito juga menjelaskan, tiga anggotanya dan dua anggota TNI lainnya tertikam anak panah di bagian leher dan punggung. Tito mengaitkan penyerangan tersebut dengan keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Deiyai,…

Read More

 Oleh : Rebecca Marian ( Penulis adalah Mahasiswa Papua,tinggal di Jakarta) Tampaknya kerusuhan yang terjadi di Papua tempo hari  dirasa makin meluas dan melebar kemana-mana. Bahkan, berita terbaru menyebutkan kerusuhan kembali terjadi lagi di Jayapura. Melihat kondisi semacam ini tentunya sangatlah miris. Kabar telah kondusifnya suasana kini kian memanas lagi. Tak lain akibat dari pelaku yang tak bertanggung jawab. Tindakan rasisme beberapa waktu lalu dampaknya ternyata masih belum reda. Masih ada lagi buntut panjang yang berindikasi ada pihak lain terkait pelaku utama rasisme. Yakni, kedatangan Seorang wanita bernama Tri Susanti sebagai korlap aksi saat ke asrama mahasiswa di Papua. Ia…

Read More

Oleh : Donald Sambom ( Penulis adalah Mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta) Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan bahwa situasi di Papua dan Papua Barat sudah kondusif pada hari ini. Sekolah yang sebelumnya sempat diliburkan kini berjalan normal kembali. Asep mengatakan, sarana dan prasarana publik yang rusak akibat kerusuhan di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat, juga telah dapat digunakan. Meski berangsur kondusif, aparat gabungan TNI/Polri tetap bersiaga mengantisipasi dan melakukan pengamanan apabila aksi massa kembali terjadi di Papua dan Papua Barat. Polri juga telah menambah jumlah personel kepolisian di Papua dan Papua Barat.…

Read More

Forum Pegiat Media Sosial Independen  (FPMSI) melalui koordinator nasional nya menyatakan sikapnya terkait isu Papua yang terjadi mulai dari di Surabaya, Malang, hingga terakhir kerusuhan sampai sejumlah daerah Bumi Cendrawasih. Hafyz Marshal selaku koordinator nasional mengatakan ada lima poin yang menjadi fokus pernyataan sikap FPMSI bagi kalangan warganet dan masyarakat. “Intinya kami menyesalkan terjadinya rentetan peristiwa yang menyangkut saudara-saudara kita warga Papua. Kami minta diskriminasi bersifat rasial ini dihentikan,” ujar Hafyz melalui keterangan tertulisnya di Jakarta. Hafyz juga meminta para pegiat media sosial dan pengguna sosmed saling menjaga kerukunan dan persatuan. “Kita hindari pernyataan-pernyataan rasial dan diskriminatif di sosial media,”…

Read More