Oleh : Mukhtar Latif (Blogger/Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen) Perkembangan teknologi membuat peran media sosial kerapkali dimanfaatkan untuk menyebar konten radikalisme dan paham transnasional yang justru mengancam persatuan dan keutuhan (integrasi) bangsa. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai konflik yang terjadi di Indonesia, yang didasari atas kebencian, intoleran, dan radikalisme yang semakin menguat di tengah masyarakat sampai dunia maya. Ditambah kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video dan.meme. Selain itu, Media sosial menjadi salah satu lahan subur bersemainya aksi-aksi yang kontra produktoif terhadap nilai-nilai persatuan. Sifatnya yang anonymous…
Author: Kata Indonesia
Oleh : Endah Ismail (pengamat politik dan keamanan) Ledakan teror bisa muncul kapan saja, bahkan ancaman teror juga muncul dari aksi seseorang yang nekat menerobos pasukan pengamanan menteri hingga berhasil menusuk Menko Polhukam Wiranto. Penusukan tersebut menunjukkan situasi atas ancaman teror yang tidak terorganisir. Meski polisi menyebut pelaku berafiliasi dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), namun peneliti Ketahanan Nasional Yulis Susilawaty mengatakan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk teror baru. Teror bentuk baru tersebut bertujuan untuk mencuri perhatian masyarakat. Ketika kecenderungan masyarakat merasa tidak puas dengan berbagai kondisi saat ini, pelaku teror seperti Abu Rara tersebut memberi contoh tindakan yang brutal.…
Oleh : Muhammad Yasin (pengamat sosial politik) Beberapa hari kedepan, Indonesia akan memperingati Hari Sumpah Pemuda. Di tengah situasi pasca Pilpres 2019 yang masih meninggalkan polarisasi politik, momentum Sumpah Pemuda diharapakan menjadi pengingat pentingnya persatuan bangsa. Kendati demikian, momentum instrokpeksi bangsa tersebut ternodai oleh rencana demonstrasi elemen buruh yang berpotensi menggangu Kamtibmas. Sekjend Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI) Damar Panca menjelaskan, rencana aksi pada peringatan sumpah pemuda ini merupakan kelanjutan dari perjuangan KPBI. Rencananya pada momen sumpah pemuda nanti, pihaknya akan mengerahkan aksi untuk membatalkan RUU Pertanahan, RUU Minerba, termasuk meminta agar Presiden mengeluarkan Perpu. Dalam konsolidasinya, DEN KPBI menegaskan…
Oleh : Sabby Kosay (mahasiswa Papua, tinggal di Jakarta) Pada 17 Oktober 2019, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menobatkan Indonesia sebagai bagian dari Dewan Anggota Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2019. Keterpilihan ini sekaligus menepis anggapan bahwa terjadi pelanggaran HAM di Papua. Kabar dipilihnya Indonesia sebagai Anggota Komisi Dewan HAM PBB di tahun 2019. Kabar ini tentunya merupakan capaian yang begitu membanggakan sekaligus menggembirakan. Setelah sebelumnya aneka tuduhan terkait Hak asasi manusia ini kerap tertuju bagi bumi pertiwi. Terlebih saat situasi “panas” dengan Bumi Cendrawasih beberapa waktu lalu. Tuduhan-tuduhan tersebut seringkali dilayangkan oleh para aktivis Papua yang kala itu menginginkan Poros timur…
Oleh : Stella P (pengamat sosial politik) Prosesi pelantikan telah usai, kini saatnya menata langkah untuk membangun Nusantara 5 Tahun kedepan. Masyarakat mantap berikan dukungan terkait program Jokowi – MA untuk Indonesia lebih maju. Esensi dari Pelantikan sendiri sebenarnya ialah mengesahkan sesuatu yang telah terpilih berdasarkan keputusan sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku. Apalagi prosesi ini menandai dimulainya kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam lima tahun mendatang. Program pemerintahan terbaru oleh Jokowi -Ma’ruf yang digadang-gadang akan membuat Indonesia makin kuat ini dinyatakan seusai agenda kenegaraan tersebut. Dalam pidato kenegaraan pertamanya selaku kepala negara, setidaknya Jokowi menyatakan 5 hal yang akan menjadi target…
Oleh: Rebecca Marian (mahasiswa Papua tinggal di Jakarta) Kebakaran yang terjadi di Asrama Papua di Tomohon, Sulawesi Utara dinyatakan murni kecelakaan. Sehingga tak ada hubungannya dengan isu provokasi, apalagi yang berhubungan dengan politik. Belajar menerima serta menghargai perbedaan adalah kunci utama persatuan dan kesatuan. Terlebih, bagi bangsa kita Indonesia, yang mana terkenal dengan keanekaragaman suku, ras, agama, keyakinan dan juga yang lainnya. Sehingga tetap waspada akan adanya penyebaran isu provokasi yang begitu intens menyerang dapat ditepis dengan baik. Berbicara masalah perbedaan, hingga sekarang jika mendengar kata “Papua”, maka hal itu akan menjadi sangat sensitif. Sebab, masih lekat dalam ingatan insiden…
Oleh : Anwar Susilo (Netizen/Relawan Generasi Literasi Terbit) Siapakah di antara kita yang rela Indonesia tercerai berai? Tentu tidak satupun. Jika pada awal perjuangan dimulai dengan masing.masing daerah dan digerakan terus-menerus , namun ternyata itu tak cukup mampu untuk mengusir penjajah yang menduduki wilayah nusantara kala itu. Lalu akhirnya Indonesia mampu dan berhasil merebut kemerdekaan berkat persatuan yang dibentuk oleh gerakan-gerakan kedaerahan tadi menjadi satu Indonesia. Barulah penjajahan dapat ditaklukan. Ibarat lidi yang mudah dipatahkan satu persatu, namun jika semuanya disatukan dengan ikatan, semakin dekat kerapatan, semakin sulit untuk dipatahkan. Mengingat kembali beberapa kejadian belakangan ini. Begitu banyak perpecahan…
Dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional ke-74 yang akan jatuh pada 27 Oktober 2019, PLN menggelar Festival PLN Peduli di PLN Kantor Pusat, Jakarta (21/10). Festival PLN Peduli memiliki 3 (tiga) program acara utama yaitu seleksi dan penilaian program unggulan CSR (Corporate Social Responsibility) PLN Awards dari seluruh unit dan Anak Perusahaan (AP) PLN, Expo atau pameran booth program CSR dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) unggulan, dan Talkshow yang mengusung tema PLN Peduli yang berwawasan Lingkungan untuk keberlanjutan Perusahaan. Direktur PLN Amir Rosidin menjelaskan bahwa Festival PLN Peduli 2019 ini merupakan yang pertama kali digelar. “Festival PLN Peduli…
Oleh : Erlangga Pratama (Pemerhati Masalah Indonesia) Pelantikan Presiden dan pengambilan sumpah Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019 s.d 2024, akan dihadiri sejumlah pemimpin dari berbagai negara sahabat antara lain Brunei Darussalam, Kerajaan Eswatini, Republik Filipina, Malaysia, Republik Singapura, Australia, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Uni Myanmar, Republik Sosialis Vietnam, Kerajaan Thailand, Persatuan Emirat Arab, Republik Demokratik Rakyat Laos, Republik Korea, Jepang, Suriname, Amerika Serikat, dan Serbia. Kedatangan para pemimpin negara tersebut jelas menggambarkan adanya dukungan yang meluas dari komunitas internasional terhadap hasil Pilpres 2019 di Indonesia, dan tentunya mereka juga menilai…
Saat Ini produk digital sangat mempengaruhi segala sesuatu Pondok pesantren yang terlihat dengan keagamaannya juga ternyata tidak lepas dari kebutuhan IT justru dengan keunikan sistem pendidikan dan pengasuhan, pesantren memerlukan aplikasi yg komplek untuk mengcover kebutuhan itu semua maka Smart System Indonesia menyampaikan siap membantu dalam pengadaan aplikasi itu beberapa hari yang lalu Founder Smart System ( Saepullah ) dan CEO WEBZID Jakarta (Abror ) Menyampaikan bahwa aplikasi ini dibangun dan di kembangakn sejak 2012 khusus untuk membantu pengembangan pondok pesantren di indonesia disisi lain WEBZID juga memberikan hampir 50 website gratis setiap tahunnya bagi pesantren yang membutuhkan, Itu…
Abu Salamah bin Abdul Asad menjadi salah satu orang yang pertama dan bergegas menyambut perintah Rasulullah untuk berhijrah ke Madinah. Dirinya pula menjadi orang pertama yang berhijrah dari kekufuran menuju keislaman. Bersama dengan istrinya, Ummu Salam, berasal dari kabilah yang sama, dari Bani Makhzum. Meski mereka memiliki Kedudukan yang mulia sebagai keluarga terhormat di Mekah, namun tak tidak menghalangi mereka untuk hijrah ke Madinah. Mereka nafikan kelas sosial mereka demi menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya. Abu Salamah, istrinya, dan seorang anaknya pun berangkat menuju Madinah. Setelah mereka keluar dari batas Kota Mekah, kemudia mereka bertemu dengan keluarga Ummu Salamah.…
Siapa di antara kamu yang tak tahu dengan Laut Mati? Laut ini sebetulnya merupakan danau raksasa yang membentang dari Israel, Palestina, dan Yordania. Unikanya, tempat ini memiliki titik di angka 417,5 meter di bawah permukaan laut menjadikannya laut atau danau dengan titik terendah di bumi. Alhasil laut mati atau dead sea merupakan salah satu rekomendasi destinasi wisata Timur Tengah. Nama laut mati awalnya didasari dari bahasa Ibrani, yakni Yam Ha Maved berarti laut pembunuh. Kenapa dinamakan demikian? Sebab di tempat ini memiliki kadar garam mencapai 32 persen, atau sepuluh kali lipat lebih tinggi dari kadar garam normal laut pada umumnya.…