Author: Kata Indonesia

Iuran BPJS Kesehatan Pengurus Kopdes Merah Putih Bukan Dari APBN Jakarta – BPJS Kesehatan memastikan pengurus dan manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di seluruh Indonesia terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Skema ini berarti iuran kesehatan mereka dipotong langsung dari penghasilan atau gaji, bukan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan mekanisme pemotongan iuran berlaku selama pengurus maupun manajer koperasi berstatus sebagai pekerja penerima upah. “Biasanya kalau dia menjadi pekerja, segmen PPU, dipotong dari penghasilan,” kata Pujowaskito. Menurutnya, status kepesertaan JKN bagi pengurus Kopdes…

Read More

Penguatan Kopdes Merah Putih Wujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Papua JAYAPURA – Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat di Papua. Melalui sinergi pemerintah, lembaga pembiayaan, dan perguruan tinggi, koperasi diarahkan menjadi pusat layanan ekonomi desa yang mampu menghubungkan berbagai program pembangunan dan membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi simpul pelayanan masyarakat di tingkat desa, tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga pusat distribusi berbagai program pemerintah. “Koperasi dipastikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat…

Read More

Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Layanan Desa dan Ketahanan Pangan di Papua JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pemerataan pembangunan melalui optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat layanan terpadu di tingkat desa. Di Papua, program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui integrasi berbagai layanan pemerintah dalam satu kelembagaan yang mudah diakses masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi akan menjadi simpul pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan berbagai program strategis pemerintah. Melalui koperasi, masyarakat dapat memperoleh akses…

Read More

Di Usia RI ke-81, Pangan Menjadi Simbol Kedaulatan dan Kepercayaan Diri Nasional *) Oleh : Gavin Asadit Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari kekuatan pertahanan atau pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat secara mandiri. Berbagai kebijakan yang dijalankan menunjukkan komitmen kuat menjadikan sektor pangan sebagai fondasi ketahanan nasional sekaligus simbol kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kedaulatan pangan sebagai salah satu agenda strategis yang menentukan masa depan Indonesia. Komitmen tersebut tercermin melalui berbagai langkah nyata dalam memperkuat sektor pangan, termasuk pelibatan seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai fondasi stabilitas nasional sekaligus memperkuat kepercayaan diri Indonesia dalam menghadapi dinamika global. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, pembangunan sektor pangan tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi. Kebijakan yang dijalankan juga diarahkan untuk membangun sistem pangan nasional yang kuat dari hulu hingga hilir. Melalui penguatan produksi, modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, serta hilirisasi komoditas, Indonesia berupaya menciptakan nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pendekatan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pangan telah menjadi bagian dari strategi besar menuju Indonesia yang semakin mandiri. Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan perhatian Presiden RI Prabowo Subianto terhadap sektor pangan menunjukkan keseriusan dalam membangun ketahanan nasional secara menyeluruh. Pembangunan pangan dilakukan mulai dari peningkatan produktivitas hingga penguatan hilirisasi sehingga setiap hasil pertanian mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kemandirian bangsa sehingga seluruh komponen negara bergerak bersama untuk mendukung agenda strategis tersebut. Kolaborasi nasional menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan target swasembada pangan. Seluruh matra Tentara Nasional Indonesia dilibatkan sesuai kompetensi masing-masing untuk mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis. TNI Angkatan Darat memfokuskan pendampingan pada budidaya padi dan jagung, TNI Angkatan Laut mengembangkan komoditas kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara mengoptimalkan pengembangan tebu sebagai bahan baku gula sekaligus bioenergi. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh potensi bangsa. Hasil pendampingan yang dilakukan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, TNI Angkatan Darat telah mendampingi sekitar 6,26 juta hektare lahan padi dengan estimasi produksi mencapai 19,2 juta ton beras atau sekitar 55,24 persen dari target produksi beras nasional tahun 2026. Capaian tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kolaborasi antara negara dan para petani mampu memperkuat fondasi kedaulatan pangan Indonesia. Kontribusi positif juga datang dari TNI Angkatan Laut yang mendampingi pengembangan kedelai di lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton. Sementara itu, TNI Angkatan Udara mengawal pengembangan 236.048 hektare lahan tebu yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi sekitar 45,05 persen target produksi gula nasional tahun ini. Capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya kapasitas nasional dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis secara mandiri. Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki bangsa. Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, BUMN, akademisi, dunia usaha, serta para petani menjadi modal penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Sinergi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pangan hanya dapat berhasil apabila seluruh elemen bangsa bergerak dalam satu tujuan yang sama. Selain menghasilkan gula konsumsi, kawasan tersebut juga mengembangkan industri pengolahan tebu menjadi bioetanol sebagai sumber energi terbarukan, pupuk organik, serta berbagai produk turunan bernilai tambah. Pengembangan berbasis hilirisasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Hilirisasi komoditas pertanian menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah hasil produksi nasional. Pendekatan ini membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri pengolahan, serta meningkatkan pendapatan petani melalui diversifikasi produk. Dengan demikian, sektor pangan tidak hanya menjadi penyangga kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan, keberhasilan memperkuat sektor pangan menjadi simbol kedaulatan sekaligus kepercayaan diri nasional. Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan melalui kekuatan sendiri mencerminkan semakin kokohnya fondasi bangsa dalam menghadapi tantangan global. Dengan penguatan produksi, hilirisasi, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa sebagaimana diarahkan Presiden RI Prabowo Subianto, Indonesia optimistis mampu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan serta menjadikan pangan sebagai simbol kedaulatan dan kepercayaan diri nasional pada usia ke-81 kemerdekaan. )* Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Kemasyarakatan

Read More

Swasembada Pangan adalah Wujud Kemerdekaan Paling Dasar bagi Bangsa Indonesia  Oleh Yulia Rahmi Kemerdekaan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan wilayah atau memperkuat posisi diplomasi di panggung internasional. Kemerdekaan yang sesungguhnya juga tercermin dari kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya secara mandiri, terutama kebutuhan pangan. Indonesia sebagai negara agraris dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, swasembada pangan bukan sekadar target pembangunan sektor pertanian, melainkan simbol kedaulatan nasional yang menentukan keberlanjutan kehidupan bangsa. Pandangan tersebut semakin relevan di tengah dinamika global yang terus berubah. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, gangguan rantai pasok internasional, hingga fluktuasi harga pangan dan energi telah menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap impor pangan menyimpan risiko yang sangat besar. Banyak negara yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri harus menghadapi kelangkaan bahan pangan maupun lonjakan harga yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar isu pertanian, melainkan bagian dari strategi pertahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan keamanan sosial. Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Menurut Presiden Prabowo, pembangunan bangsa harus dimulai dari penguatan ekonomi yang berpijak pada kemampuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan. Ketika kebutuhan paling mendasar masyarakat dapat dipenuhi, pembangunan di sektor lain akan memiliki landasan yang jauh lebih kokoh. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam waktu yang relatif singkat. Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan global. Kemampuan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat memberikan kepastian bahwa Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat ketika dunia menghadapi gejolak ekonomi maupun politik internasional. Keberhasilan menuju swasembada pangan tentu tidak hadir secara instan. Dibutuhkan kebijakan yang terintegrasi, konsistensi pelaksanaan di lapangan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun sistem pangan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Langkah tersebut mencerminkan perubahan paradigma bahwa ketahanan pangan harus dibangun dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan produktivitas, distribusi hasil pertanian, hingga perlindungan terhadap kesejahteraan petani. Dukungan terhadap agenda tersebut juga datang dari kalangan dunia usaha. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memandang penguatan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama yang terus ditekankan pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Keterlibatan dunia usaha menjadi elemen penting karena pembangunan pertanian modern memerlukan investasi, inovasi teknologi, penguatan rantai pasok, serta pengembangan industri pengolahan hasil pertanian. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat terciptanya ekosistem pangan yang lebih produktif sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia. Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia sekaligus Kepala Balai Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menilai bahwa sektor pertanian kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesejahteraan petani melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada mereka. Perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian membuka peluang besar bagi organisasi petani untuk berperan lebih aktif dalam mendampingi masyarakat tani sekaligus mengawal implementasi berbagai program strategis di lapangan. Berbagai strategi yang telah disiapkan pemerintah menunjukkan keseriusan dalam mempercepat tercapainya swasembada pangan. Program pembukaan sawah baru menjadi langkah penting untuk memperluas kapasitas produksi nasional. Revitalisasi jaringan irigasi juga akan meningkatkan efisiensi pengelolaan air sehingga produktivitas lahan dapat terus ditingkatkan. Penyediaan benih unggul, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem produksi pertanian yang lebih efektif dan tepat sasaran. Keseluruhan program tersebut saling melengkapi dalam membangun fondasi pertanian nasional yang semakin tangguh. Namun demikian, organisasi masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab yang sama dalam memastikan berbagai program tersebut berjalan efektif. Pendampingan kepada petani harus dilakukan secara berkelanjutan agar inovasi teknologi benar-benar diterapkan di lapangan. Demikian pula peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian menjadi faktor penting untuk menghadapi tantangan regenerasi petani. Swasembada pangan bukan sekadar pencapaian statistik, tetapi juga cerminan kemampuan bangsa menjaga martabat dan kedaulatannya di tengah dunia yang semakin kompetitif dan tidak menentu. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri, bangsa ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga mempertegas kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemerdekaan yang tidak bergantung pada belas kasihan negara lain, kemerdekaan yang lahir dari kerja keras petani, keberpihakan kebijakan, dan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, menjaga momentum menuju swasembada pangan harus menjadi komitmen bersama, karena di sanalah terletak wujud kemerdekaan sekaligus fondasi bagi Indonesia yang semakin berdaulat, maju, dan sejahtera. )* penulis merupakan pengamat kebijakan pangan

Read More

Swasembada Pangan Jadi Modal Kemerdekaan Indonesia Hadapi Gejolak Global JAKARTA – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan eskalasi ketegangan geopolitik internasional, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil membuktikan bahwa kedaulatan negara sejatinya bermula dari kedaulatan di atas meja makan. Keberhasilan strategis Indonesia dalam mencapai swasembada pangan kini bukan sekadar deretan angka pencapaian, melainkan menjelma menjadi tameng sekaligus modal utama kemerdekaan bangsa untuk berdiri tegak menghadapi gejolak dunia. Di tengah ancaman krisis pangan global akibat konflik internasional, pemerintah Indonesia berhasil mencetak rekor surplus pertanian melalui langkah cepat dan kebijakan pro-petani, seperti pemangkasan regulasi, jaminan penyerapan panen, dan kelancaran distribusi pupuk. Berdasarkan…

Read More

Pemerintah Perkuat BULOG untuk Jaga Swasembada Pangan dan Stok Nasional JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat peran Perum BULOG sebagai operator pangan nasional melalui berbagai kebijakan strategis guna menjaga keberhasilan swasembada pangan sekaligus memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah dinamika global. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah membangun sistem ketahanan pangan yang tangguh agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik dunia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan merupakan fondasi utama dalam memperkuat ketahanan bangsa. Menurut Presiden, kecukupan pangan menjadi faktor paling mendasar untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global yang berdampak…

Read More

Danantara Housing Expo: Langkah Nyata Pertemukan Hunian dan Kemampuan Finansial Anak Muda Oleh: Hanan Alfawazi Memiliki rumah pertama masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Indonesia. Kenaikan harga properti, keterbatasan uang muka, hingga skema pembiayaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kemampuan finansial masyarakat produktif sering kali membuat impian memiliki hunian harus ditunda. Karena itu, pendekatan baru yang tidak hanya berfokus pada penyediaan rumah, tetapi juga mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan akses pembiayaan yang realistis, menjadi langkah yang semakin relevan. Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 patut dipandang sebagai inovasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan tersebut. Melalui kolaborasi antara…

Read More

Mitigasi PHK Didorong Lewat Pemetaan Perusahaan agar Pekerja Tak Jadi Korban Jakarta- Pemerintah bersama dunia usaha terus memperkuat langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah dinamika ekonomi global. Melalui kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan serikat pekerja, pemerintah tengah menyusun sejumlah langkah mitigasi yang berorientasi pada pencegahan sejak dini. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas dunia kerja, melindungi pekerja, serta memastikan keberlangsungan aktivitas dunia usaha sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, mengatakan bahwa pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja saat ini sedang merumuskan sekitar…

Read More

Danantara Gandeng Himbara dan Pengembang Perluas Akses Rumah bagi Generasi Muda JAKARTA – Dalam rangka percepatan pencapaian Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah resmi menggandeng BPI Danantara Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dan para pengembang nasional. Melalui program Danantara Housing, kolaborasi ini menghadirkan solusi skema pembiayaan yang lebih terjangkau guna memperluas akses kepemilikan rumah, khususnya bagi generasi muda, serta menjadi katalis pendorong pertumbuhan sektor properti di Indonesia. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan aset properti BUMN yang selama ini belum terserap pasar sekaligus membuka peluang lebih besar…

Read More

Danantara Housing Expo Perkuat Akses Hunian bagi MBR dan Non-MBR Jakarta – Sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak, pemerintah menggelar Danantara Housing Expo 2026. Pameran ini menghadirkan beragam pilihan hunian dan fasilitas pembiayaan kompetitif untuk melayani kebutuhan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta masyarakat umum. Direktur Utama PT PP Properti Tbk, Dyah Rahadyannie, menyatakan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam Danantara Housing Expo merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. “Kami menghadirkan delapan proyek hunian berkelanjutan yang tersebar di berbagai wilayah strategis untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” ujar…

Read More

Kolaborasi Pemerintah, Platform Digital, dan Perusahaan Pers Hadapi Disrupsi Oleh : Alva Sananta Disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar bagi industri media. Kehadiran teknologi AI tidak hanya mengubah cara perusahaan pers memproduksi berita, tetapi juga memengaruhi pola konsumsi informasi masyarakat yang kini semakin bergantung pada platform digital. AI mampu menghasilkan konten secara cepat, menerjemahkan bahasa, hingga merangkum informasi dalam hitungan detik. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya penyebaran konten sintetis, misinformasi, dan penyalahgunaan teknologi yang dapat mengaburkan batas antara informasi yang benar dan yang dibuat secara otomatis. Kondisi ini menjadikan kolaborasi antara pemerintah, platform…

Read More