• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Di Bawah Asuhan Gontor

Di Bawah Asuhan Gontor

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 24 September 2026

Yudi Latif

Dalam suasana peringatan satu abad Pesantren Modern Gontor Ponorogo, izinkan saya menengok sejenak ke belakang—ke suatu masa ketika perjalanan hidup masih dalam periode formatif, ketika watak, minat, pikiran dan pandangan tentang dunia sedang mencari bentuknya. Pada titik itulah Gontor menjadi kebun persemaian jatidiri.

Maka, pada kesempatan centennial anniversary yang istimewa ini, saya ingin mengucapkan terima kasih, dengan segala kerendahan hati, kepada ibu almamaterku tercinta: Gontor Darussalam.

Saya memang tidak sempat menamatkan pendidikan di pondok ini. Ada alasan personal yang membuat perjalanan saya harus berbelok sebelum sampai di garis akhir. Namun, dalam riwayat pendidikan saya, nama Gontor tetap saya sematkan dengan penuh kebanggaan. Sebab, ada tempat yang tidak perlu kita tinggali sampai tamat untuk menjadi bagian dari diri kita. Ada tempat yang mungkin hanya kita singgahi dalam suatu masa, tetapi jejaknya menetap jauh lebih lama daripada masa tinggal kita di sana.

Gontor adalah salah satu tempat itu.

Saya tak bisa membayangkan apa jadinya perjalanan intelektual saya tanpa pernah sempat menyusu kepada ibu Gontor. Sebab di sana saya bukan hanya menerima pelajaran, melainkan memperoleh bekal untuk menempa karakter, menata cara belajar, cara hidup bersama orang lain, dan cara memandang dunia dengan cakrawala yang lebih luas.

Saya berangkat dari latar keluarga dan lingkungan pengikut Nahdlatul Ulama. Di Gontor, untuk pertama kalinya saya berjumpa dan bersahabat dengan teman-teman santri yang datang dari latar keislaman yang berbeda. Perjumpaan itu, yang pada mulanya mungkin tampak sederhana, kelak menjadi salah satu pengalaman penting dalam pembentukan pandangan hidup saya.

Dengan kredonya, “Berdiri di atas dan untuk semua golongan,” Gontor mengajarkan bahwa perbedaan tidak harus menjadi jarak. Ia dapat menjadi ruang perjumpaan, tempat orang belajar mengenal satu sama lain tanpa harus kehilangan preferensinya masing-masing.

Bagi saya, Gontor adalah salah satu persemaian awal toleransi intraagama. Dari pengalaman hidup bersama dalam keberagaman internal itu, di kemudian hari, sayap-sayap toleransi saya terus melebar menjangkau pergaulan lintas agama dan keyakinan.

Saya belajar bahwa kita tidak akan sungguh-sungguh memahami keluasan dunia jika hanya bersedia hidup di antara orang-orang yang selalu berpikir seragam.

Ibarat pohon yang baik, Gontor menanamkan akar karakter yang kuat, sembari meninggikan dan memperluas tajuk pengetahuan. Akar membuat seseorang teguh berpijak; tajuk membuat pengetahuannya tumbuh menjulang sekaligus menjangkau horison yang lebih luas.

Di Gontor saya mulai belajar tentang disiplin dan manajemen waktu. Disiplin berbahasa “asing” (Arab dan Inggris dialek Gontor), disiplin waktu untuk bangun, shalat, makan, sekolah, belajar, mengembangkan minat dan bakat, berolahraga, menikmati hiburan, dan beristirahat. Kehidupan sehari-hari ditata dalam irama yang teratur, sehingga waktu tidak sekadar berlalu, tetapi diberi bentuk dan tujuan.

Disiplin semacam itu ternyata meninggalkan jejak yang panjang. Bahkan setelah bertahun-tahun meninggalkan pondok, ritme kehidupan (cyrcadian rhythm) saya masih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan yang terbentuk di sana. Seakan-akan jam kehidupan yang ditanamkan Gontor terus berdetak dalam diri, jauh setelah saya meninggalkan halaman pondok.

Dari keteladanan para kiai dan pengasuh Gontor, saya juga belajar tentang keikhlasan. Bukan sekadar sebagai konsep yang diajarkan, tetapi sebagai sikap hidup yang dicontohkan.

Saya belajar tentang sikap hidup ugahari: tahu merasa cukup, tidak berlebihan dalam mengejar kepemilikan, dan tidak menjadikan kemewahan sebagai ukuran keberhasilan. Saya belajar pula bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Pelajaran semacam ini barangkali tidak mudah ditemukan dalam buku teks. Ia tumbuh dari keteladanan, dari suasana, dari kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang hingga perlahan menjadi bagian dari watak.

Pendidikan di Gontor juga memperkenalkan kepada saya keluasan wawasan seorang generalis: belajar ilmu agama dan ilmu umum sekaligus, tanpa harus mendikotomikan keduanya. Di sana saya ditempa untuk berkonsentrasi, menangkap bahan ajar dengan cepat, dan mengingatnya dengan tepat.

Kebiasaan itu kelak menjadi bekal penting dalam perjalanan intelektual saya. Saya menjadi lebih terbiasa menjelajah berbagai bidang pengetahuan, mempertemukan gagasan yang datang dari disiplin yang berbeda, dan melihat persoalan dari ragam sudut pandang.

Saya menyadari bahwa pengetahuan tidak seharusnya menjadi kamar-kamar yang saling terpisah. Ia lebih menyerupai sebuah tajuk yang terus meninggi dan meluas, membuka semakin banyak ruang untuk memahami dunia.

Kemampuan artikulasi pun ditempa di sana.

Kekayaan peribahasa Arab melalui mahfudzot memperkaya perbendaharaan bahasa dan gagasan. Latihan muhadharah (public speaking) dalam bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris melatih keberanian untuk berdiri dan berbicara di hadapan orang banyak. Dari sana saya belajar menyusun pikiran, memilih kata, mengatur logika, dan membangun retorika.

Kelak saya menyadari bahwa keberanian berbicara di depan umum tidak semata-mata lahir dari bakat. Ia juga lahir dari latihan yang terus-menerus, dari kebiasaan mengatasi rasa gugup, dan dari pengalaman menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Pelajaran logika (mantiq) memberi disiplin pada jalan pikiran; muhadharah memberi jalan bagi pikiran itu untuk menemukan suaranya.

Namun Gontor bukan hanya menjadi persemaian bagi intelektualitas saya. Ia juga menyediakan tanah yang subur bagi sisi puitik dan sastrawi dalam pengucapan saya.

Di sana saya mulai merasakan bahwa kata-kata tidak hanya berguna untuk menyampaikan pikiran. Kata-kata juga memiliki irama, daya bayang, dan kemampuan untuk menyentuh perasaan manusia.

Ada ruang untuk membacakan karya sastra di hadapan khalayak santri serayon setelah olahraga lari bersama pada Jumat pagi. Ada lomba baca puisi pada awal tahun ajaran. Dalam salah satu kesempatan itu, saya pernah menjadi juara—sebuah pengalaman yang membuat nama saya sontak terkenal di seantero jagat pondok.

Saya juga pernah memimpin Teater Islam Darussalam (Terisda). Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan estetika saya. Dari panggung teater, saya belajar bahwa gagasan tidak selalu harus disampaikan melalui uraian; kadang ia dapat menemukan jalan melalui gerak, suara, karakter, simbol, dan keindahan.

Di sanalah saya mulai memahami bahwa estetika bukan sekadar perkara memperindah kehidupan. Ia adalah salah satu cara manusia mencari dan mengungkapkan makna.

Semua itu, sedikit demi sedikit, menjadi benih-benih yang ditanam dalam masa muda.

Baru setelah perjalanan membawa saya semakin jauh, saya menyadari bahwa benih-benih itu terus bekerja dalam diam. Pendidikan rupanya tidak selalu menunjukkan buahnya seketika. Ada yang tumbuh perlahan, mengikuti musim kehidupan, dan baru terasa maknanya ketika kita telah cukup jauh meninggalkan tanah tempat ia disemai.

Demikianlah Gontor bagi saya.

Saya memang tidak sempat menamatkan pendidikan di sana. Namun, masa yang singkat itu telah meninggalkan jejak yang panjang. Ada bagian dari diri saya hari ini yang tidak mungkin saya pisahkan dari pengalaman pernah menjadi santri Gontor.

Masih banyak yang belum terungkap, dan mungkin memang tidak semuanya perlu diungkap. Sebab rasa terima kasih kepada sebuah tempat yang pernah membentuk kita selalu lebih luas daripada kata-kata yang sanggup kita susun.

Maka kepada para kiai pengasuh, para guru, dan seluruh sahabat yang pernah menjadi bagian dari masa itu, saya haturkan terima kasih. Apa yang telah diberikan mungkin dahulu terasa sebagai keseharian, tetapi waktu membuat saya semakin memahami nilainya.

Dan kepada Gontor, ibu almamaterku, terima kasih karena pernah menjadi tanah tempat saya bertumbuh.

Semakin jauh saya berjalan, semakin saya mengerti: kita boleh meninggalkan sebuah tempat, tetapi apa yang telah disemainya dalam diri kita dapat terus tumbuh ke mana pun langkah membawa.

Selamat satu abad, Gontor.

Semoga ladang persemaian ini terus subur, musim berganti tanpa mengeringkan akarnya, dan generasi demi generasi menemukan di dalamnya bekal untuk menumbuhkan kehidupan yang lebih bermakna.

Terima kasih, Gontor.

 

Untuk segala yang telah disemai—dan untuk segala yang kelak masih akan tumbuh darinya.

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

November 6, 2026

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

November 6, 2026

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Data BPS Ungkap Fundamental Ekonomi Nasional Dinilai Tetap Kuat JAKARTA – Kondisi perekonomian Indonesia dinilai…

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ekonomi Indonesia Tetap Resilien di Tengah Ketidakpastian Global  Oleh: Agus Yanuar Perekonomian Indonesia memperlihatkan daya tahan di tengah ketidakpastian global dengan mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Angka yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih bergerak positif, meskipun belum menyamai capaian awal tahun. Kinerja ini menjadi modal untuk menjaga optimisme, sekaligus pengingat bahwa ketahanan ekonomi perlu diperkuat melalui kebijakan konsisten dan pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 mencapai 5,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut memang lebih rendah daripada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, tetapi meningkat dibandingkan kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen dan kuartal III 2025 sebesar 5,04 persen. Perbandingan tersebut memperlihatkan momentum perekonomian masih terjaga, meskipun perkembangan setiap kuartal perlu dicermati agar perlambatan tidak berlanjut. BPS mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2026 mencapai Rp6.741 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar Rp3.633,2 triliun. Seluruh lapangan usaha berhasil membukukan pertumbuhan positif. Kondisi ini menunjukkan pergerakan ekonomi tidak hanya bergantung pada satu bidang, melainkan ditopang berbagai sektor yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas nasional. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Edy Mahmud menyebutkan bahwa gabungan kelima sektor tersebut mencakup sekitar 65,31 persen dari total PDB nasional. Industri pengolahan memberikan kontribusi 19,22 persen, disusul pertanian 13,46 persen, perdagangan 13,24 persen, konstruksi 10,20 persen, serta pertambangan sebesar 9,19 persen. *Penulis merupakan pengamat kebijakan publik Dari sisi pertumbuhan, industri pengolahan meningkat 5,87 persen dan berhasil melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja tersebut memperlihatkan peran industri dalam menciptakan nilai tambah, menjaga produksi, serta mendukung rantai pasok dan kesempatan kerja. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dan konstruksi mencapai 6,42 persen, sementara pertambangan kembali mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,91 persen. Adapun pertanian hanya tumbuh 0,46 persen. Angka ini patut menjadi perhatian karena pertanian berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, penghidupan masyarakat pedesaan, dan stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.…

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Ketahanan Ekonomi RI Menjadi Modal Menjaga Optimisme Nasional  Oleh: Abdul Gofar Ketahanan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga di tengah ketidakpastian global menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mempertahankan optimisme nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada triwulan III 2026. Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional masih berada dalam jalur positif dengan dukungan berbagai sektor produktif, peningkatan perdagangan, serta penguatan industri manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan harga konstan tercatat mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan berdasarkan harga berlaku mencapai Rp6.741,0 triliun. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut memperlihatkan kemampuan Indonesia menjaga momentum pembangunan di tengah berbagai tantangan perekonomian internasional. Menurutnya, industri pengolahan menjadi sektor yang memberikan kontribusi paling besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil mencapai 1,20 poin persentase. Selain itu, perdagangan menyumbang 0,94 poin persentase, konstruksi sebesar 0,62 poin persentase, serta sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin persentase. Industri pengolahan sendiri mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan tersebut didukung permintaan pasar domestik maupun internasional yang semakin membaik. Salah satu subsektor yang memperlihatkan perkembangan positif adalah industri makanan dan minuman dengan pertumbuhan 7,09 persen. Kinerja ini ditopang peningkatan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO), produk turunan minyak kelapa sawit atau CPO, serta pemanfaatannya untuk kebutuhan produksi biodiesel di dalam negeri. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional juga mencatatkan pertumbuhan 8,10 persen seiring meningkatnya produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan pupuk menjelang musim tanam. Sementara itu, industri logam dasar tumbuh mencapai 9,94 persen berkat peningkatan ekspor berbagai komoditas, termasuk katoda tembaga, nickel matte, dan aluminium. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil serta sepeda motor, turut menunjukkan perkembangan dengan pertumbuhan 7,14 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2025 sebesar 5,46 persen dan tahun 2024 sebesar 4,85 persen. Sebelum pengumuman pertumbuhan ekonomi tersebut, sejumlah indikator makroekonomi juga telah memberikan gambaran positif mengenai kondisi perekonomian nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai stabilitas harga, perkembangan industri manufaktur, dan kinerja perdagangan luar negeri menjadi tiga faktor penting yang menjaga kekuatan ekonomi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pemerintah berupaya mempertahankan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan melalui koordinasi kebijakan yang berkelanjutan. Dari sisi harga, inflasi Oktober 2026 tercatat sebesar 3,23 persen secara tahunan, masih berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen. Inflasi inti juga melambat menjadi 2,56 persen, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah mencapai 3,24 persen. Meskipun demikian, kelompok pangan bergejolak masih perlu mendapatkan perhatian karena mengalami inflasi 5,81 persen akibat kenaikan harga cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau turut memengaruhi produksi dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan.…

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka

By Kata IndonesiaNovember 6, 20260

Rupiah Bergerak, Peluang Penguatan Masih Terbuka Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.