• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Apresiasi Pemerintah Kerajaan Arab Terhadap Sistem Haji Indonesia

Apresiasi Pemerintah Kerajaan Arab Terhadap Sistem Haji Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 19 July 2019

Oleh : Diaz Wulandari

Kinerja Indonesia dalam menyelenggarakan dan melayani para jamaah haji ternyata mendapatkan pujian dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kantor Urusan Haji Indonesia yang bertempat di Madinah.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para jamaah haji asal Indonesia disambut langsung oleh Pangeran Arab Saudi, putra Raja Salman, yakni Pangeran Faisal Ibnu Salman bin Abdul Aziz Al Saud, yang juga merupakan Gubernur Madinah.

Tak hanya itu, menurut penuturan Agus, Pangeran Arab Saudi juga didampingi oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya, baik dari kementrian dalam negeri, maupun lainnya.
Hal tersebut tentu menunjukkan betapa akrabnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi. Pihaknya sering menyebut bahwa hubungan kedua negara ini dengan istilah poros Saudnesia yakni Saudi Arabia dan Indonesia.

Kedua negara baik Indonesia dan Arab Saudi menunjukkan bahwa keduanya tengah menikmati masa – masa indah, masa – masa keemasan hubungan bilateral antara Indonesia dan Saudi.

Agus memaparkan, Putra Raja Salman secara langsung datang ke Bandara Madinah dan menyambut jamaah haji Indonesia yang baru tiba di Madinah.
Putra Raja salman juga menyatakan gembira dan bahagia, karena penyelenggaraan Haji negara Indonesia terbilang sangat bagus dibandingkan negara lainnya. Beliau juga memuji sistem penyelenggaraan Haji Indonesia yang mampu memberangkatkan jamaah haji dalam jumlah yang sangat besar, bahkan terbesar di dunia dan tergolong paling rapi.
Bahkan, Agus Maftuh juga mengatakan bahwa sistem penyelenggaraan Ibadah Haji Indonesia akan menjadi prototype (model) untuk dikembangkan dan digunakan untuk seluruh negara lain.
Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Putra Raja Salman juga sempat menanyakan seragam yang dipakai jamaah haji Indonesia. Agus lantas menjawabnya bahwa seragam yang dipakai oleh jamaah haji asal Indonesia adalah batik, pakaian khas Indonesia dan sudah diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia.

Selain itu, tambahnya, Indonesia juga menjadi negara pertama yang mendapatkan pelayanan fast track saat berada di Bandara, Sehingga, melalui layanan tersebut, jamaah haji asal Indonesia hanya membutuhkan waktu sekitar 1,30 menit per kloter untuk pemeriksaan di Imigrasi. Hal tersebut merupakan inovasi yang dikembangkan oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi dalam upayanya memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini ternyata hanya ada 5 negara yang diizinkan dan diberikan fasilitas layanan Fast Track, yakni Indonesia, Malaysia, Tunisia, Bangladesh dan Pakistan. Hal itu disebabkan karena kelima negara tersebut merupakan negara yang mengirimkan jamaah haji dalam jumlah yang sangat besar.

Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi tentu berharap, melalui diplomasi – diplomasi yang dijalankan pemerintah Indonesia dan menjaga hubungan kedua Negara, diharapkan kuota jamaah haji Indonesia pada tahun – tahun mendatang terus meningkat.

Kedekatan hubungan diplomasi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kuota jamaah, dimana sebenarnya pihak pemerintahan Indonesia telah mengajukan penambahan kuota jamaah Haji Sebanyak 29 ribu kuota, namun saat Presiden Jokowi berkunjung ke Saudi, pemerintahan kerajaan Arab Saudi baru memberikan 10 ribu kuota. Kita tentu berharap akan ada penambahan 19 ribu tambahan lagi sehingga menjadi genap 250 ribu kuota di massa mendatang.

Perlu kita ketahui bahwa penduduk Indonesia yang berangkat haji, usianya sudah sangat lanjut. Bahkan sebagian juga ada yang berusia lebih dari 70 tahun. Sementara, mereka menanti hingga 30 – 40 tahun. Atas alasan tersebutlah, tampaknya pemerintah Arab Saudi bersedia menambah kuota Haji karena melihat keinginan dan keseriusan yang nyata dalam membantu pelayanan jamaah haji.

Kedekatan hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi diharapkan dapat memberikan manfaat untuk kedua negara.
Penyelenggaraan Haji Indonesia juga ternyata berhasil menarik tim misi Haji Bangladesh. Dimana mereka menilai jamaah haji Indonesia dengan jumlah yang sangat besar bahkan yang terbanyak di dunia, mampu mengatur sistem penyelenggaraan ibadah haji secara baik dan tertib.

Apresiasi tersebut tentu menunjukkan capaian yang luar biasa oleh pemerintah Indonesia dalam mengakomodasi keperluan Jamaah Haji. Harapannya, hal ini juga dapat menjadi contoh bagi negara lain yang turut serta dalam proses ibadah Haji.

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.