• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Aparat Keamanan Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih

Aparat Keamanan Siap Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 October 2019

Oleh : Muhammad Ilham (Pengamat Sosial Politik)

TNI telah siap membantu Polri dalam mengamankan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober 2019. Kesiapan ini merupakan wujud sinergitas aparat keamanan dan sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dukungan akan pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih ini datang dari berbagai pihak. Mulai dari masyarakat hingga kalangan elit politik. TNI agaknya juga telah siap menyambut acara ini. Hal tersebut tercermin saat TNI gandeng Kepolisian guna mengawal serta mengamankan prosesi inaugurasi, namun tanpa alutsista-nya.

Sebelumnya, santer kabar terhadap demo berujung anarkis telah ditunggangi sekelompok atau pihak yang sengaja memanfaatkan situasi, guna melakukan upaya penggulingan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Bukan satu dua rumor, bahkan pemberitaan ini memenuhi ruang publik. Adanya indikasi atas kepentingan politik destruktif ini banyak merugikan pelbagai pihak, termasuk mahasiswa sebagai tempat menyusup oknum-oknum tersebut.

Namun, pemerintahan dan aparat keamanan bergerak cepat sehingga, mereka bersiap menindak tegas bagi siapapun yang akan melakukan upaya penggagalan acara pelantikan ini. Hal senada turut diungkapkan oleh Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI. Ia menyatakan jika institusinya siap mendukung kepolisian guna mengamankan pelantikan pada 20 Oktober 2019.

Hadi menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian berkenaan dengan jumlah prajurit yang akan dibutuhkan untuk pengamanan persiapan hingga pelantikan presiden serta wakil presiden. Namun, pihaknya tidak akan menggunakan alutsista dalam proses tersebut.

Sementara itu, lembaga tinggi negara MPR telah menjadwalkan pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin pada 20 Oktober mendatang sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih atas hasil Pemilu 2019. Sebelumnya sempat terdengar kabar jika usulan pelantikan ini akan dimajukan menjadi tanggal 19 Oktober 2019. Namun, hal tersebut ditampik oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang mengatakan, bahwa prosesi tersebut tetap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Pramono menjelaskan jika pelantikan tersebut sudah diputuskan oleh pihak KPU karena periode DPR serta periode tersebut sudah pasti 5 tahunan. Menurutnya, periode jabatan ini tak boleh dimajukan atau dimundurkan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Sehingga pelantikan ini dipastikan tetap berlangsung pada tanggal 20 Oktober mendatang.

Berkenaan dengan dukungan akan prosesi pelantikan ini, aksi kawal Jokowi Dan Ma’ruf Amin yang digelar oleh Gerakan Peduli Bangsa yang bertempat di Taman Aspirasi, Jakarta. Terkait dengan hal tersebut, aliansi ini sempat mengungkit masalah kerusuhan di depan Gedung DPR, merupakan hasil provokasi pihak yang ingin menggagalkan prosesi pelantikan Jokowi-Ma’ruf. Pihaknya menilai terdapat sekelompok orang, politisi, pengkhianat anti NKRI hingga kaum radikalis yang secara transparan berusaha menggagalkan acara pelantikan.

Ronald Mulia Sitorus selaku korlap, berkata upaya menggagalkan pelantikan tersebut dimulai dari kasus diskriminasi terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Surabaya. Dari sana kemudian berlanjut pada kerusuhan yang santer di Papua, pun dengan sejumlah unjuk rasa mahasiswa yang berujung kericuhan di beberapa daerah.

Namun Ronald tak merinci kelompok-kelompok yang ingin berusaha menggagalkan pelantikan itu. Ia menyatakan jika mahasiswa tak mungkin membawa senjata berjenis panah juga bom molotov. Hal ini mengindikasikan bahwa ada kaum radikal serta penyusup yang ikut serta dalam aksi demo tersebut.

Ronald melanjutkan jika agendanya adalah persiapan menuju hari pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, yang akan dilaksanakan pada 20 Oktober mendatang. Selain di kota Jakarta, dia menyatakan pihaknya juga akan mengadakan acara apel akbar di kota Bandung, kota Surabaya, serta kota Sumedang.

Ia juga mengatakan jika teman-temannya merindukan aksi turun ke jalan, serta menunjukkan bahwa diri mereka ada. Mereka dengan tegas menyatakan siap untuk kawal konstitusi, dan prosesi pelantikan Presiden. Ia mengutarakan jika akan melakukan aksi lagi sebelum pelantikan dilaksanakan. Yakni, dengan menggelar long march dan memiliki rute melewati istana Kepresidenan.

Terlepas dari pemberitaan serta isu-isu penggulingan kepemerintahan, pelantikan ini ialah sebagai puncak pesta demokrasi (Pemilu) yang telah dilaksanakan beberapa bulan lalu. Sehingga hal ini juga merupakan amanat rakyat yang harus dilaksanakan. Bersikap bijak dalam menerima kekalahan adalah sikap mental yang arif bijaksana.

Melihat sisi baik kepemimpinan sang Presiden pun tak ada salahnya. Harapan kedepan ialah Presiden dan Wakil Presiden mampu mengemban pemerintahan 5 tahun kemudian. Agar Indonesia semakin maju dan menjadi negara yang lebih kuat dan kokoh.

 

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

July 12, 2026

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

July 12, 2026

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

Mitigasi Krisis Iklim Dipercepat lewat Irigasi, Embung, dan Pompanisasi Jakarta – Pemerintah terus mempercepat langkah…

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif

By Kata IndonesiaJuly 12, 20260

CKG dan Komitmen Negara Memperluas Layanan Kesehatan Preventif Oleh : Gavin Asadit Pembangunan kesehatan nasional…

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko 

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG, TBC, dan Pentingnya Menjangkau Kelompok Berisiko  Oleh Ananda Rusdian Upaya membangun bangsa yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang berpusat di fasilitas kesehatan formal semata. Tetapi negara juga hadir menjangkau kelompok-kelompok yang berada dalam posisi rentan, baik karena kondisi sosial, lingkungan hidup, maupun keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Untuk itu, peluncuran Kick-Off Nasional Skrining Tuberkulosis (TB) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 532 lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di seluruh Indonesia dipandang sebagai langkah strategis sekaligus berkeadilan. Kebijakan ini menunjukkan bahwa hak atas kesehatan menjangkau seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan yang selama ini kerap luput dari perhatian publik. Program ini menegaskan bahwa pemerintah mulai menempatkan kesehatan sebagai hak dasar yang harus diakses oleh semua orang tanpa kecuali. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa arahan Presiden adalah agar program kesehatan menyasar seluruh masyarakat, termasuk ratusan ribu warga binaan di lapas dan rutan. Pernyataan itu penting karena memperlihatkan perubahan cara pandang negara bahwa warga binaan bukan sekadar objek pembinaan hukum, melainkan tetap subjek pembangunan yang berhak memperoleh perlindungan kesehatan secara layak. Langkah ini menjadi semakin relevan ketika melihat tingginya ancaman tuberkulosis di lingkungan pemasyarakatan. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan prevalensi TB di lapas mencapai 0,54 persen, lebih tinggi daripada rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,3 persen. Angka tersebut tidak boleh dibaca sebagai statistik semata, melainkan sebagai peringatan serius bahwa lembaga pemasyarakatan merupakan ruang berisiko tinggi bagi penularan penyakit menular. Kepadatan hunian, sirkulasi udara yang terbatas, interaksi intensif antarpenghuni, serta mobilitas petugas menciptakan situasi yang memungkinkan penyebaran TB berlangsung lebih cepat. Jika tidak ditangani dengan pendekatan luar biasa, lapas dapat menjadi titik rawan penularan yang berdampak bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi petugas, keluarga, dan masyarakat luas ketika proses keluar-masuk penghuni berlangsung. Karena itu, keputusan menjadikan lapas sebagai salah satu sasaran utama skrining TB merupakan kebijakan yang sangat rasional. Budi mengingatkan bahwa TB tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak boleh ditakuti secara berlebihan karena pengobatannya tersedia dan peluang sembuh sangat besar apabila kasus ditemukan lebih awal. Di sinilah skrining rutin, termasuk melalui foto rontgen dada, menjadi instrumen yang sangat penting. Pendekatan ini tidak hanya berguna untuk menemukan kasus aktif, tetapi juga mencegah penularan berantai dan menurunkan angka kematian akibat TB. Pada saat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan secara menyeluruh juga membuka ruang deteksi dini terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, stroke, penyakit jantung, hingga gangguan ginjal. Ini sangat penting karena kelompok berisiko sering kali tidak memiliki akses pemeriksaan rutin, sehingga penyakit baru diketahui ketika sudah memasuki stadium berat. Budi menekankan pentingnya menjaga indikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol. Pembangunan kesehatan tidak cukup berfokus pada pengobatan, tetapi harus diarahkan pada pencegahan, perubahan perilaku, dan pengenalan faktor risiko sejak awal. Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk mendukung deteksi dini dan percepatan eliminasi TB. Sikap tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di lapas tidak dapat dibebankan hanya kepada Kementerian Kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan serius dari institusi yang mengelola lingkungan pemasyarakatan. Koordinasi mengenai sarana dan prasarana klinik lapas dan rutan menjadi langkah penting agar skrining tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut menjadi layanan diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan pencegahan yang berkesinambungan.…

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit

By Kata IndonesiaJuly 11, 20260

CKG dan Skrining TBC Nasional Diperluas untuk Perkuat Deteksi Dini Penyakit Jakarta – Pemerintah memperluas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.