• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Aksi Demo Mahasiswa di Yogyakarta Tertib dan Damai

Aksi Demo Mahasiswa di Yogyakarta Tertib dan Damai

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 4 October 2019

Oleh : Muhammad Akbar (Pengamat Sosial Politik)

Demonstrasi mahasiswa menolak sejumlah revisi Undang-Undang berlangsung di beberapa kota, tidak terkecuali di Yogyakarta dan Jakarta. Di Yogyakarta, ribuan orang turun ke jalan dan menyuarakan aspirasinya dengan tertib dan teratur tanpa mengurangi esensi tuntutannya. Bahkan, dalam sebuah video yang viral, mahasiswa ikut menyalami Aparat Keamanan yang bertugas. Kondisi ini kontras dengan demonstrasi anarkis mahasiswa di Jakarta yang hampir selalu merusak fasilitas umum dan bentrok dengan pihak keamanan.

Siapa yang tak mau aksi demo berjalan dengan tertib, aman dan damai? Tentunya semua ingin hal tersebut terjadi, bukan. Mengingat demo yang berujung anarkis tak hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat, juga pelaku demo itu sendiri. Banyak fakta menyatakan jika massa yang mengakhiri aksinya dengan tindakan anarkis juga membuat dirinya jadi korban. Bahkan, hingga kehilangan nyawa mereka. Sungguh disayangkan.
Berbeda demo versi Jakarta dengan Yogyakarta.

Berita ini kian mencuat seiring beredarnya video aksi unjuk rasa di Yogya yang berjalan mulus, tak ada secuil-pun bentrokan, bahkan selesai mahasiswa dengan santun menyalami para Apkam (Aparat Keamanan). Juga, ada yang melakukan sungkem penuh hormat. Pun dengan wilayah Surabaya dan Jawa tengah juga disebut-sebut menjalankan aksi demo tanpa ricuh, tanpa rusuh, aman dan terkendali.

Berkenaan dengan hal ini dua petinggi kota tersebut menjadi sorotan. Yakni Tri Rismaharini selaku Walikota Surabaya, serta Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng.

Mereka mendapatkan banyak apresiasi juga pujian. Banyak yang melayangkan pertanyaan terkait mengoordinir aksi unjuk rasa yang berlangsung secara kondusif. Padahal suara yang mereka usung sebagai dasar penyampaian aspirasi ini tergolong sama, loh! Yakni prptes terhadap Penolakan RKUHP dan RUU KPK.

Video aksi mahasiswa di Yogya ini dinilai cukup kritis namun tidak ada unsur anarkis. Jangankan jatuhnya korban, secuil konflik-pun tak mereka lakukan. Aksi ini kian ramai ketika banyak yang me-reshare video di berbagai akun media sosial seperti Facebook.

Tampak dalam video tersebut massa juga menyampaikan terimakasih kepada para aparat keamanan karena berkat pengamanan tersebut, aspirasi massa tersalurkan dengan baik. Banyak komentar terkait demo kondusif di 3 kota tersebut, yakni Surabaya, Semarang dan Yogyakarta.

Hal menarik berkenaan dengan demo ini ialah pengaruh sang Gubernur kepada pihak massa pelaku demonya.

Di Surabaya misalnya, disebutkan jika pendemo takut merusak bahkan takut menginjak-injak taman kota karena sungkan, enggan akan kewibawaan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Di Semarang, kondisi demo juga dikabarkan aman terkendali, meski sempat merobohkan pagar gedung DPRD, namun Sang Gubernur turun ke jalan dan menemui massa, menenangkannya sehingga demonstrasi mampu berjalan damai kembali.

Jika dibandingkan dengan Jakarta, di wilayah Yogya ini dinilai cukup menginspirasi banyak orang. Alih-alih meluapkan aspirasi yang kuat dengan semangat jiwa muda, mereka justru berlaku tertib hukum namun tetap aspiratif.
Banyak pihak yang kemudian membandingkan aksi demo ini.

Penyampaian aspirasi dengan tuntutan yang sama, namun ending begitu berbeda. Ditilik dari segi psikologis, pentingnya memastikan tertibnya berdemonstrasi ini sangatlah krusial. Penanggung jawab harusnya lebih peka terhadap situasi. Jika kerusuhan terjadi pasca demo, ada baiknya tidak memaksakan demo hingga melewati terbenamnya matahari.

Karena segi waktu inilah yang berpotensi mengakibatkan kericuhan. Secara logika orasi dan kegiatan berjalan lancar full seharian. Namun menginjak petang, saat lelah melanda serta emosi begitu mudah tersulut maka bentrokan dengan aparat keamanan tak mungkin terhindarkan. Darisinilah demo Jakarta kebanyakan berakhir dengan kericuhan.

Di sisi lain, pentingnya koordinasi dengan kepolisian (aparat keamanan) juga dinilai sangat berperan. Mengingat demo Yogya mampu menjalin mutual respect antara pelaksana demo serta pihak Polda DIY. Bahkan, disebutkan anggota Polda ikut berbaur dengan para pendemo. Selesai berdemo massa bersalaman dengan para aparat, hal ini menunjukkan bahwa adanya timbal balik kepercayaan yang begitu kuat diantara keduanya.

Sementara di Jakarta, sebelum aksi demo berlangsung, telah ada narasi-narasi yang beredar di media sosial yang membuat posisi aparat keamanan ini sebagai “musuh”. Maka, yang terjadi bukanlah soal mencari substansi demo, namun yang ada malah adu ego yang mana berdampak kekerasan yang sangat disayangkan. Belum lagi kerusakan fasilitas publik yang ditimbulkan, pun dengan berapa banyak korban yang harus diberi perawatan akibat bentrokan.

Dari contoh-contoh diatas, hendaknya sebagai wilayah yang terkenal dengan Ibukota Indonesia ini belajar pada kawan-kawan di wilayah Yogya. Karena pelaksanaan demo, ketertiban, pengelolaan issue serta dampak ke masyarakat luas juga patut dipikirkan. Meski mereka bertindak sebagai pembawa aspirasi rakyat, namun tetap lebih baik mengendalikan ego untuk tujuan keamanan yang lebih kondusif. Mari tolak demo anarkis, mari wujudkan aksi yang lebih tertib dan dinamis.

 

 

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

August 19, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

August 19, 2026

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Gempa NTT Dikawal hingga Fase Darurat Beralih ke Rehabilitasi Jakarta – Penanganan korban gempa…

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Kebijakan Transformatif Tunjukkan Negara Bergerak Cepat Membenahi Masalah  Oleh: Agus Sasongko Sudah saatnya publik menilai perjalanan pembangunan bukan hanya dari janji, tetapi juga dari arah kebijakan dan hasil yang mulai terlihat di tengah kehidupan masyarakat. Dalam 21 bulan pemerintahan, berbagai langkah yang diambil menunjukkan adanya upaya mempercepat penyelesaian persoalan yang selama ini dianggap rumit dan membutuhkan waktu panjang. Di tengah tantangan pada sektor pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik, rangkaian kebijakan transformatif menjadi sinyal bahwa negara sedang bergerak lebih cepat membenahi masalah sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi masa depan Indonesia. Gambaran tersebut mengemuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pada kesempatan itu, Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan sekaligus menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari pemerintahan. Artinya, rata-rata satu kebijakan lahir setiap lima hari sebagai bagian dari upaya menyelesaikan persoalan negara yang sebagian telah berlangsung selama puluhan tahun dan membutuhkan keberanian dalam pengambilan keputusan. Menurut Prabowo Subianto, pencapaian tersebut lahir dari kombinasi keberanian mengambil keputusan, kerja keras, arah kebijakan yang jelas, serta semangat gotong royong seluruh unsur bangsa. Pemerintah juga tidak mengklaim seluruh persoalan telah selesai, tetapi menilai berbagai tantangan nasional mulai memasuki tahap penyelesaian yang lebih nyata. Cara pandang tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan diposisikan sebagai proses berkelanjutan yang menuntut konsistensi, bukan sekadar mengejar pencapaian jangka pendek yang mudah dilupakan. Salah satu indikator keberhasilan yang paling menonjol selama setahun terakhir terlihat pada sektor pangan. Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas utama lebih cepat dibanding target awal yang diperkirakan membutuhkan empat hingga lima tahun. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit menjadi komoditas yang berhasil diperkuat melalui kombinasi kebijakan produksi, distribusi, serta dukungan kepada petani. Pencapaian ini memperlihatkan bahwa percepatan kebijakan dapat menghasilkan dampak nyata ketika hambatan birokrasi dan distribusi mulai disederhanakan. Keberhasilan tersebut diperkuat oleh langkah pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk yang selama ini dinilai menghambat akses petani. Selain itu, harga pupuk berhasil diturunkan hingga 20 persen sehingga biaya produksi menjadi lebih ringan. Kebijakan tersebut tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kinerja PT Pupuk Indonesia yang mencatat peningkatan keuntungan sebesar 252,8 persen. Situasi ini memperlihatkan bahwa kebijakan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni memperkuat kesejahteraan petani sekaligus meningkatkan kinerja badan usaha milik negara. Pada sektor energi, pemerintah juga menunjukkan langkah strategis melalui implementasi diesel berbasis campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri sehingga mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara USD9,5 miliar. Langkah tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Keberhasilan itu menunjukkan bahwa hilirisasi sumber daya dan pemanfaatan energi domestik mulai memberikan hasil yang konkret bagi perekonomian nasional.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.