• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Agresifnya Pemerintah Atasi Permasalahan Listrik

Agresifnya Pemerintah Atasi Permasalahan Listrik

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 7 August 2019

Oleh : Rahmad Kurniawan (Pengamat Sosial Ekonomi)

Presiden Joko Widodo tampak geram ketika bertemu dengan Direksi PLN setelah aliran listrik di daerah Jakarta, Jawa Barat dan Banten mati hingga berjam – jam. Ia meminta kepada PLN untuk segera membenahi gangguan aliran listrik dan memiliki kalkulasi yang benar agar pemadaman tidak terulang lagi serta tidak merugikan masyarakat.

Ia menyayangkan bahwa PLN tidak belajar dari peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya, semestinya kejadian di masa lalu bisa menjadi pelajaran berharga agar permasalahan serupa tidak terulang.

Rupanya kerusakan jaringan yang mengakibatkan sebagian wilayah di Pulau Jawa tersebut juga pernah terjadi di beberapa wilayah di dunia. Contohnya di Manhattan pada Juli 2019 lalu, Manhattan saat itu mengalami kerusakan gardu induk yang membuat sistem kelistrikan terganggu, seperti yang dialami Indonesia.

Blackout yang terjadi tentu tidak busa dipandang semata hanya permasalahan teknis dan mati lampu. Sebab, secara faktual telah menghentikan sejumlah objek vital dan strategis publik di sektor transportasi, telekomunikasi dan sejenisnya.

Atas kejadian yang tidak mengenakkan tersebut, Pemerintah juga memiliki regulasi yang tertuang dalam Pasal 29 ayat 1 huruf 3 UU Ketenagalistrikan, tertulis jika konsumen berhak mendapatkan ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.

Geramnya Jokowi tentu dinilai wajar, apalagi jika Direktur Utama PLN Sripeni Inten Chayani mengaku tidak melakukan antisipasi karena adanya kerusakan pada sistem jaringan listrik di wilayah utara dan selatan.

Meski demikian dia berujar akan melakukan investigasi terhadap kerusakan sistem jaringan listrik yang menyebabkan pemadaman sejumlah besar wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
Hasil investigasi tersebut akan menjadi acuan untuk keperluan evaluasi dan perbaikan sistem kelistrikan utamanya di wilayah Jawa – Bali.

Dalam investigasinya PLN juga melibatkan pakar dan akan melaporkan secara berkala progress assesment dan investigasi kepada DPR agar ikut mengawasi.

Perlu diketahui juga, ada sekitar 250 pembangkit, 500 gardu induk, kemudian 5.000 kilometer sirkuit transmisi 500kV dan 7.000 kilometer transmisi 100 kV pada sistem kelistrikan Jawa – Bali.

Saat ini listrik di wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat telah kembali normal sejak Senin Malam. Sripeni juga mengaku bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga supaya kejadian kemarin tidak terulang.

Anggota Komisi VII Maman Abdurahman mengatakan, bahwa pihaknya akan senantiasa mengawasi pembenahan dan perbaikan jangka panjang usai kejadian tersebut.

Untuk saat ini, DPR akan menanti hasil investigasi PLN lebih dulu dan belum mau menyimpulkan penyebab pemadaman yang berdampak cukup luas itu.

Sementara Itu Presiden Jokowi telah meminta agar PT PLN (Persero) dapat bekerja secara cepat dalam menangani gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman secara total di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten.

Ia juga merasa heran dengan manajemen besar namun PLN tidak memiliki opsi lain saat ada gangguan pada salah satu transmisi listrik yang dimiliki. Menurut Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, sudah semestinya PLN memiliki tata kelola resiko yang baik apabila menghadapi kendala seperti saat ini sehingga tidak sampai merugikan banyak pihak karena harus mengalami pemadaman.

Jokowi mengatakan bahwa PLN seharusnya memiliki rencana darurat untuk mencegah pemadaman listrik besar yang mempengaruhi ibukota Jakarta dan Provinsi – Provinsi lainnya di Indonesia.

Pemadaman listrik merupakan salah satu masalah yang serius, hingga akhirnya berdampak pada sistem angkuta cepat massal Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan jalur komuter ke daerah sekitarnya, membuat penumpang akhirnya harus dievakuasi dari kereta api.

Kejadian tersebut tentu membuat PLN menjadi bulan – bulanan para warganet. Sebab, hampir segala urusan perekonomian khususnya di Jakarta terhenti, seperti usaha warnet, laundri, barbershop dan lain – lain.

Padahal sebelumnya Jokowi telah memberikan Modal sebesar Rp 6,5 Triliun ke PLN. Dengan pertimbangan untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan. Pemerintah memandang perlu melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Listrik Negara. Perhatian besar Pemerintah tersebut diharapkan dapat memacu kerja keras PLN agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

November 2, 2026

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

November 2, 2026

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Optimis Ketahanan Rupiah Hadapi Tekanan Global Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti…

Bikin Takjub! Inilah Cara Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Perkuat Kemandirian Pangan Lewat Tempe

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 4 Darul Muttaqien Banyuwangi yang didirikan tahun 1987 dan resmi…

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pengawasan MBG dari Daerah Memperkuat Perlindungan Kesehatan Anak Oleh : Gavin Asadit Pengawasan dari tingkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Seiring meluasnya pelaksanaan program di berbagai wilayah, kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga ketepatan distribusi harus dijaga secara konsisten. Pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN) diperlukan agar makanan yang diterima peserta didik memenuhi standar keamanan dan gizi. BGN telah mendorong penguatan koordinasi pengawasan MBG melalui optimalisasi peran Satuan Tugas (Satgas) MBG di daerah serta rencana penempatan personel BGN pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini ditujukan untuk memperpendek rentang koordinasi antara pemerintah pusat dan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyiapkan makanan bagi penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa besarnya cakupan program membutuhkan pembagian peran yang jelas agar pengawasan dapat berlangsung lebih dekat dengan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, personel BGN di daerah diharapkan dapat menjadi mitra koordinasi kepala daerah, mempercepat penanganan keluhan, dan membantu memastikan persoalan operasional segera ditindaklanjuti. BGN juga mendorong daerah yang belum membentuk Satgas MBG agar segera menyelesaikan pembentukannya. Hingga akhir Oktober, Satgas MBG telah terbentuk di 230 daerah. Penguatan tersebut diperjelas melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah. Kebijakan ini mendorong gubernur, bupati, dan wali kota untuk terlibat dalam pemeriksaan berkala terhadap dapur MBG. Pemeriksaan dilakukan dengan mengacu pada indikator kelayakan yang telah disiapkan BGN, sehingga penilaian tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga kondisi nyata fasilitas dan proses pengolahan makanan. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan dan pengawasan MBG. Menurutnya, kepala daerah dapat menggerakkan perangkat daerah terkait untuk memeriksa kelayakan SPPG dan menindaklanjuti temuan di wilayah masing-masing. Keterlibatan dinas kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, serta unsur pengawasan daerah memungkinkan pemeriksaan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari sanitasi hingga kualitas layanan. …

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah

By Kata IndonesiaNovember 2, 20260

Pemerintah Perketat Pengawasan MBG Hingga Tingkat Daerah Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan Program Makan Bergizi…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.