• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Ijtima Ulama 4 Hadirkan Eks Tokoh HTI, Apa maunya?

Ijtima Ulama 4 Hadirkan Eks Tokoh HTI, Apa maunya?

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 6 August 2019

Oleh : Indra Ismawan (Pengamat Sosial Politik)

Meski HTI sudah resmi dilarang keberadaannya di Indonesia. Namun ideologi mereka masih tetap ada, hal ini dibuktikan dengan hadirnya Eks Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dalam Ijtima Ulama IV di Sentul Bogor.

Pada saat acara dimulai, agenda pertama adalah mendengar ceramah Habib Rizieq Shihab (HRS) melalui rekaman suara yang ditayangkan secara langsung di akun Youtube FrontTV di Arab Saudi.

Dalam sambutannya itu, Habib Rizieq mengatakan bahwa kemenangan umat Islam telah dirampas di Pilpres 2019. Oleh sebab itu ia meminta para pengikutnya tidak putus asa dan terus berjuang memenangkan pertarungan.

Kehadiran mantan tokoh HTI tersebut tentu menguatkan asumsi bahwa Ormas FPI sebagai salah satu ormas yang ada dalam ijtima ulama tersebut turut serta dalam mendukung khilafah seperti halnya HTI.

Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, Ismail sengaja diundang karena pertimbangan rekam jejak pemikirannya.

Jika memang demikian, Ijtima Ulama IV tersebut tentu menjadi ancaman bagi demokrasi, apalagi jika mereka berupaya berkonsultasi dengan eks juru bicara HTI.

Dalam pertemuan tersebut FPI dan PA 212 telah sepakat untuk menerapkan sistem syariah dan penegakan khilafah, dimana penegakan khilafah adalah kewajiban agama Islam.

Pertemuan tersebut dikabarkan juga membahas perihal hasil Pilpres, jika memang benar demikian, tentu Ijtima Ulama 4 tidak memiliki sikap legowo untuk hidup di negara demokrasi, padahal sudah jelas segala sengketa telah dibahas bahkan sampai ke ranah mahkamah konstitusi.

Kita semua tentu tahu bahwa PA 212 merupakan salah satu kelompok Islam yang aktif mendukung Prabowo – Sandiaga pada saat Pilpres 2019. Selama Pilpres 2019 pun mereka kerap menjadi aktor dalam drama – drama politik yang selalu mengusik perhatian publik.

Ijtima Ulama yang digelar bertujuan untuk menentukan berbagai sikap politiknya saat Pilpres 2019. Hingga kini, sudah 4 kali mereka menggelar Ijtima Ulama.

Namun dari kesemua Ijtima Ulama tersebut, tidak ada sedikitpun keputusan ijtima yang menyangkut kerohanian, keislaman atau keulamaan, sesuatu yang semestinya dibahas dan diputuskan oleh para ulama dalam sebuah pelaksanaan Ijtima.

Meski acara tersebut mengundang ulama yang tidak sedikit, pembahasan dalam acara tersebut cenderung berbau hal duniawi dan politis. Terkait siapa yang akan didukung dan strategi mereka dalam mengalahkan lawan poltiknya, bukan lantas berupaya agar Indonesia menjadi damai dalam perbedaan yang ada.

Jika kita menengok pada Ijtima Ulama 1, saat itu mereka telah merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Namun rekomendasi tersebut seakan mentah hingga akhirnya Sandiaga Uno lah yang mendampingi Ketua Umum partai Gerindra tersebut.

Meski ada sedikit kekecewaan, namun dukungan dari ulama PA 212, FPI dan GNPF tidak pernah kendor, bahkan ketika Prabowo menyerukan untuk tidak datang ke MK, mereka tetap berjuang, dan “berjihad” untuk datang ke MK.

Namun apa yang terjadi, Prabowo tetap kalah, dan sudah mengakui kemenangan bagi Jokowi, kedua rival politik itupun sudah berdamai, berpelukan dan makan bersama. Namun Ulama yang bernaung pada Ijtima Ulama tetap saja menunjukkan ketidaksukaannya, hingga menganggap Prabowo pengkhianat. Sungguh aneh upaya untuk damai malah dimusuhi.

Pada Ijtima Ulama yang ke tiga, pembahasan juga tidak seputar kerohanian, namun lagi – lagi politik masih menjadi perbincangan yang terus digoreng dalam forum tersebut. Mereka telah berasumsi bahwa Pilpres 2019 telah berlangsung curang secara Terstruktur, Sistematis dan Masif TSM. Sehingga mereka menuntut kepada MK untuk mendiskualifikasi paslon Jokowi – Ma’ruf Amin.

Lalu untuk apa sebenarnya mereka mengelat Ijtima Ulama, jika perkumpulan itu dijadikan topeng demi kepentingan pribadi serta demi kepentingan politik mereka. Jangan – jangan mereka mendukung Prabowo untuk dijadikan kendaraan agar Indonesia menjadi negara Khilafah, kalau seperti itu apa namanya kalau bukan tindakan yang jahat.

Karena bagaimanapun Indonesia berdiri diatas keberagaman, suku dan Agama. Pancasila sudah final dan tidak dapat diganggu gugat, semboyan Bhineka Tunggal Ika sudah semestinya dihayati oleh seluruh masyarakat di Indonesia. Dengan adanya pandangan hidup tersebut, sudah sepatutnya kita mempertanyakan maksud ijtima ulama tersebut.

 

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

August 19, 2026

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

August 19, 2026

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Bersama Membawa Bantuan dan Harapan Bagi Penyintas Gempa NTT Oleh: Servatius Yosef Bencana gempa bumi…

Kapasitas Terbatas! Jadilah Bagian dari 300 Tokoh Pendidikan Dunia di GIHES 2026

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bersama Forum Pondok Alumni Gontor (FPAG) akan…

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Satgas Terpadu Gempa NTT Pastikan Setiap Pengungsi Mendapat Perlindungan  Oleh: Samhaji Syukur Musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi ujian ketangguhan nasional sekaligus momentum pembuktian nyata atas keberhadiran negara dalam mengayomi seluruh lapisan masyarakat terdampak. Didasari kesadaran mendalam akan besarnya skala dampak sosial dan kerusakan fisik di lapangan, langkah proaktif pemerintah pusat bersama jajaran pemerintah daerah dalam memetakan serta merespons situasi krisis secara terstruktur layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Kehadiran negara bukan sekadar simbol penanganan krisis formalitas, melainkan wujud pelaksanaan mandat konstitusional untuk melindungi keselamatan setiap jiwa warga negara. Pembentukan Satuan Tugas Terpadu Penanganan Pascabencana Gempa NTT yang diinisiasi oleh pemerintah pusat menjadi konsolidasi instrumen kekuasaan publik yang krusial agar tidak ada satu pun warga terdampak yang terabaikan dalam fase tanggap darurat ini. Keputusan taktis yang diambil oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dalam merespons cepat dinamika pascagempa mencerminkan tata kelola krisis yang terukur, inklusif, dan berorientasi pada keselamatan publik. Pembentukan satuan tugas khusus pascagempa dipusatkan untuk menjangkau titik-titik pengungsian mandiri yang tersebar di wilayah perbukitan maupun pemukiman terpencil. Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa percepatan pendataan pengungsi mandiri merupakan fondasi utama agar pemenuhan kebutuhan logistik, obat-obatan, dan sarana tempat tinggal sementara dapat terdistribusi secara konsisten dan adil. Konsolidasi lintas sektor yang menyatukan peran pemerintah daerah, jajaran TNI, Polri, BPBD, hingga tingkatan kecamatan dan desa membuktikan bahwa sekat-sekat administratif tidak boleh membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan pada saat-saat paling kritis. Langkah penanganan yang sigap di tingkat pusat menemukan titik tumpu yang kuat melalui kesiapan instansi teknis penanggulangan bencana di daerah. Kepala BPBD Nusa Tenggara Timur Mahadin Sibarani mengonfirmasi bahwa rincian dampak fisik, termasuk kerugian pada ribuan unit rumah warga serta ratusan fasilitas umum dan infrastruktur sosial, terus diverifikasi dalam basis data yang terintegrasi. Pendataan komprehensif ini menjadi landasan strategis bagi pembentukan satgas daerah untuk memperkuat komando lokal. Dengan komando operasional yang solid di tingkat tapak, berbagai tantangan teknis dalam menjangkau posko penampungan yang sulit diakses dapat diselesaikan secara efektif melalui kolaborasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan. Penguatan kelembagaan penanganan krisis ini juga selaras dengan komitmen pengawasan ketat yang dijalankan oleh pimpinan legislatif. Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menekankan bahwa peninjauan langsung di lapangan serta sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama untuk memastikan efisiensi penyaluran pasokan logistik, fasilitas kesehatan, dan hunian sementara bagi warga terdampak. Pengawasan melekat dari parlemen memastikan bahwa setiap kebijakan tanggap darurat yang digulirkan eksekutif berjalan secara transparan, akuntabel, dan berfokus penuh pada pemulihan fisik maupun trauma psikologis masyarakat. Kehadiran pimpinan DPR bersama pejabat kementerian di titik bencana menegaskan jaminan bahwa seluruh fungsi pemerintahan bekerja sinergis demi mengembalikan rasa aman publik. Dukungan taktis legislatif semakin konkret dengan adanya kesiapan akselerasi prosedur penganggaran bencana di tingkat parlemen. Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menegaskan kesiapan DPR untuk mempercepat proses persetujuan alokasi maupun alih fungsi anggaran pemerintah apabila kebutuhan penanganan bencana di lapangan meningkat. Fleksibilitas serta kemudahan prosedur persetujuan anggaran di DPR menjamin bahwa seluruh tahapan tanggap darurat hingga rehabilitasi tidak akan terkendala oleh hambatan administratif. Komitmen ini menunjukkan betapa harmonisnya relasi kerja antara pemerintah dan DPR dalam mengutamakan keselamatan rakyat di atas segala kerumitan birokrasi anggaran. Pengawasan taktis terhadap efektivitas penanganan bencana di kawasan terdampak juga dikawal oleh pimpinan dewan lainnya melalui peninjauan lapangan yang mendalam. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan pentingnya laporan kondisi riil dan langkah taktis yang diambil selama masa tanggap darurat untuk menjamin kepastian pelayanan pengungsi di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Manggarai dan daerah sekitarnya. Cucun menyampaikan bahwa masukan konkret dari pemerintah daerah serta instansi terkait akan menjadi acuan utama dalam menetapkan kebijakan pemulihan jangka pendek dan menengah. Pendekatan ini memastikan bahwa penanganan dampak gempa bumi dilakukan secara merata tanpa mengesampingkan kabupaten yang membutuhkan intervensi khusus.…

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT

By Kata IndonesiaAugust 19, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas Terpadu Percepat Penanganan Gempa NTT Jakarta – Pemerintah memperkuat pembentukan satuan tugas…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.