Salah satunya oleh masyarakat Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura, Papua.
Kampung yang berpenduduk 198 orang itu memiliki kearifan lokal dalam bentuk membagi tugas mengolah sagu.
Naftali Felle (60) sebagai Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar menjelaskan proses pengolahan sagu di kampungnya itu.
“Untuk memperoleh tepung Sagu, bukanlah suatu hal yang mudah, sebab dibutuhkan waktu, tenaga ekstra dan juga memerlukan alat yang khusus pula,” katanya.
Naftali menjelaskan, proses awalnya dimulai dengan pemilihan pohon Sagu, yang usianya sudah siap, untuk dipanen.
“Biasanya usia pohon yang siap untuk dipanen, yakni telah berumur 15 tahun,” tandasnya.
Setelah sagu dipilih, berikutnya melakukan pembersihan tanaman atau batang pohon sagu.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal KH. Muhammad Fatwa menghadiri halalbihalal dengan Duta Besar Saudi…
Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan…
Ekonomi Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan akibat berbagai kondisi yang berdampak ke tanah air. Perang…
Kepuasan Publik dan Legitimasi Program MBG Oleh : Rivka Mayangsari Dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden…
MBG dan Tingginya Kepuasan Publik terhadap Kinerja Pemerintah Oleh: Asep Faturahman Program Makan Bergizi Gratis…
Ikan sapu-sapu yang ditangkap di aliran Kali Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, kerap dimanfaatkan oleh…