• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Hilirisasi di Papua Terus Diperkuat, Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas

Hilirisasi di Papua Terus Diperkuat, Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 23 June 2026

Hilirisasi di Papua Terus Diperkuat, Buka Peluang Ekonomi yang Lebih Luas

PAPUA – Penguatan hilirisasi di Tanah Papua terus diarahkan untuk memperluas nilai tambah ekonomi dan membuka ruang pertumbuhan baru bagi masyarakat di berbagai wilayah. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi daerah yang tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi juga pada pengolahan hingga tahap industri.

Dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden, Gibran Rakabuming di Papua Barat, pemerintah menegaskan kembali pentingnya optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) agar memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengembangan industri komoditas unggulan yang mulai terintegrasi dari hulu hingga hilir.

 

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa pelaksanaan Dana Otsus telah menunjukkan arah yang semakin tepat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui penguatan sektor produktif yang dikelola langsung oleh masyarakat.

 

“Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik. Tetapi yang paling penting bukan hanya pembangunan fisik yang terlihat, melainkan bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kampung-kampung, termasuk peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di tingkat lokal,” tegas Ribka Haluk.

 

Ia menambahkan bahwa hilirisasi menjadi kunci agar Papua tidak hanya berhenti sebagai penghasil bahan mentah, tetapi mampu masuk ke rantai nilai industri yang lebih tinggi. Dengan demikian, nilai ekonomi tidak keluar dari daerah, melainkan berputar di dalam wilayah Papua dan memberikan dampak yang lebih luas bagi Orang Asli Papua.

 

Sejalan dengan itu, Penanggung Jawab Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Anton, menjelaskan bahwa pengembangan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci dalam memperkuat hilirisasi di tingkat akar rumput. Pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada penguatan budaya dan ekonomi lokal secara simultan.

 

“Yang di sini lebih ke memperkuat aspek lokal. Jadi, kalau yang di Meranti itu teknologi industri sagu untuk skala besar. Yang di sini skala lokal, lebih banyak pendekatan budaya. Sekaligus mengembangkan hilirisasinya,” ujar Anton.

 

Model tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi dapat berjalan adaptif sesuai karakter wilayah, sekaligus menjaga keberlanjutan sosial dan budaya masyarakat setempat. Pengolahan produk turunan di daerah juga menjadi langkah penting dalam menciptakan rantai nilai ekonomi yang lebih panjang.

 

Dukungan terhadap percepatan hilirisasi turut ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Pemerintah, kata dia, terus mengakselerasi program pengembangan komoditas perkebunan rakyat yang terintegrasi dengan industri pengolahan.

 

“Tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun. Totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden dan beliau mengatakan bantuan ini dilanjutkan,” kata Andi Amran Sulaiman.

 

Ia menambahkan bahwa seluruh kabupaten di Papua terlibat dalam program pengembangan komoditas strategis yang mencakup penguatan produksi hingga hilirisasi, dengan cakupan lahan ratusan ribu hektare di berbagai wilayah.

 

Dengan penguatan kebijakan tersebut, hilirisasi di Papua dipandang semakin membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Transformasi dari sekadar produsen bahan mentah menuju daerah penghasil produk bernilai tambah menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di Tanah Papua.

MBG di Mata Masyarakat: Dirasakan Manfaatnya, Dikawal Pelaksanaannya

June 25, 2026

Masyarakat Rasakan Dampak Positif MBG, Dukungan Publik Terus Menguat

June 25, 2026

MBG di Mata Masyarakat: Dirasakan Manfaatnya, Dikawal Pelaksanaannya

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

MBG di Mata Masyarakat: Dirasakan Manfaatnya, Dikawal Pelaksanaannya Oleh: Yudhistira Wijaya Program Makan Bergizi Gratis…

Masyarakat Rasakan Dampak Positif MBG, Dukungan Publik Terus Menguat

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

Masyarakat Rasakan Dampak Positif MBG, Dukungan Publik Terus Menguat Jakarta,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

MBG Dinilai Bantu Anak Belajar Tanpa Lapar, Publik Ramai Nyatakan Dukungan Jakarta – Program Makan…

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia

By Kata IndonesiaJune 25, 20260

Danantara dan Babak Baru Efisiensi BUMN Indonesia Oleh : Dian Amanda Sasmi Transformasi badan usaha…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.