• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional, Tokoh Muhammadiyah dan NU Sepakat Nilai Jasa Besarnya bagi Bangsa

Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional, Tokoh Muhammadiyah dan NU Sepakat Nilai Jasa Besarnya bagi Bangsa

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 10 November 2025

Soeharto Layak Sandang Gelar Pahlawan Nasional, Tokoh Muhammadiyah dan NU Sepakat Nilai Jasa Besarnya bagi Bangsa

Jakarta — Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, semakin menguat seiring banyaknya tokoh bangsa yang menilai jasa-jasanya bagi Indonesia sangat besar. Dari kalangan Muhammadiyah hingga Nahdlatul Ulama (NU), muncul pandangan senada bahwa Soeharto memenuhi kriteria sebagai pahlawan yang berjasa besar dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

 

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Makroen Sanjaya, menyatakan bahwa Muhammadiyah telah melakukan kajian komprehensif terhadap ketokohan Soeharto, bukan hanya sebagai Presiden ke-2, tetapi juga sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa sejak masa revolusi kemerdekaan.

 

“Sejak tahun 1946 beliau sudah berkontribusi besar. Ketika terjadi kudeta oleh kelompok kiri, Pak Harto sebagai militer mampu menanggulangi hal tersebut. Belum lagi kiprahnya dalam Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta yang menjadi momen penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Perannya juga sangat sentral dalam menumpas G30S/PKI, hingga membawa Indonesia diakui dunia melalui capaian swasembada pangan,” ujar Makroen.

 

Menurutnya, kategori pahlawan dalam Undang-Undang mencakup dua aspek utama, yakni pengorbanan dan prestasi. Soeharto, lanjut Makroen, menunjukkan keduanya secara nyata. “Beliau telah berkorban untuk bangsa dan negara, serta mencapai prestasi besar yang menjadi teladan dan mendapat pengakuan internasional,” tegasnya.

 

Makroen juga menekankan pentingnya generasi muda untuk belajar dari teladan para tokoh bangsa seperti Soeharto. “Anak-anak muda sekarang harus mampu berkorban dan berprestasi. Jangan hanya bicara tanpa tindakan. Role model sudah banyak, termasuk Pak Harto, yang mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan kemanusiaan,” tuturnya.

 

Pandangan senada disampaikan K.H. Arif Fahrudin, tokoh Nahdlatul Ulama sekaligus Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia menilai, pahlawan adalah mereka yang berjasa besar dan rela berkorban demi kepentingan bersama.

 

“Dua kunci pahlawan itu adalah jasa dan pengorbanan. Soeharto telah menunjukkannya sejak masa perjuangan kemerdekaan, masa transisi, hingga menjadi Presiden. Beliau hadir dalam tiga fase penting perjalanan bangsa,” jelas Arif Fahrudin.

 

Ia juga membandingkan kiprah Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai dua sosok yang berbeda latar belakang, namun sama-sama memiliki kontribusi besar bagi bangsa. “Pak Harto berjuang di jalur militer dan pemerintahan, sedangkan Gus Dur di bidang pendidikan, keagamaan, dan pluralisme. Keduanya adalah figur penting dalam sejarah bangsa ini,” tambahnya.

 

Lebih jauh, Arif Fahrudin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jasa para pendiri dan pejuang bangsa. Ia menilai bahwa kemampuan bersyukur terhadap jasa para pahlawan menjadi kunci keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045. “Kalau generasi muda tidak pandai menghargai jasa para pahlawan, maka mereka tidak akan pandai bersyukur terhadap nikmat kemerdekaan ini. Padahal dari negara inilah kita hidup, bernafas, dan mendapatkan sumber kehidupan,” katanya.

 

Menurutnya, setiap era memiliki tokohnya sendiri. Apa yang diwariskan oleh tokoh besar seperti Soeharto harus dijadikan inspirasi bagi generasi penerus. “Tantangan saat ini adalah bagaimana mentransmisikan capaian kebaikan yang sudah diwariskan ke generasi sekarang, dan mengaktualisasikannya di era modern,” tutup Arif Fahrudin.

 

Dukungan dari dua ormas Islam terbesar di Indonesia ini memperkuat pandangan publik bahwa Soeharto layak mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Sosoknya dinilai telah menorehkan jejak pengabdian luar biasa, tidak hanya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga dalam membangun fondasi ekonomi dan stabilitas nasional yang dirasakan hingga kini.

 

Dengan segala jasa dan pengorbanannya, nama Soeharto kembali menjadi simbol semangat pengabdian total bagi bangsa—sebuah nilai yang patut dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus Indonesia. (*)

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.