• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Kemiskinan Turun Berkat Strategi Terpadu Pemerintah Prabowo

Kemiskinan Turun Berkat Strategi Terpadu Pemerintah Prabowo

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 28 July 2025

Kemiskinan Turun Berkat Strategi Terpadu Pemerintah Prabowo

Jakarta – Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru mencatat penurunan angka kemiskinan pada Maret 2025 menjadi 23,85 juta orang atau 8,47% dari total penduduk, turun 0,21 juta dibanding September 2024. Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto menyambut positif capaian ini sebagai bukti efektivitas “jurus terpadu” penekanan kemiskinan yang diungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Prasetyo menjelaskan empat program strategis yang kini saling terhubung dalam upaya pengentasan kemiskinan. Pertama, penyusunan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Kedua, program Makan Bergizi Gratis—tak hanya menambah asupan gizi anak, tapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga miskin maupun yang kehilangan pekerjaan.

“Potensi lapangan pekerjaan hasil dari program Makan Bergizi itu bisa difokuskan kepada saudara-saudara kita yang hari ini berada di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.

Ketiga, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diharapkan menggerakkan perekonomian perdesaan sekaligus membuka peluang usaha baru. Keempat, percepatan program hilirisasi komoditas mentah dalam negeri untuk menambah nilai dan menyerap tenaga kerja.

“Program hilirisasi ini sedang kita genjot agar segera terealisasi dan membuka lapangan pekerjaan baru,” tutup Prasetyo.

DPR juga menyambut baik penurunan angka kemiskinan tersebut. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sudah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

“Ya kan memang tujuan dari pemerintahan yang belum lama ini adalah antara lain dalam aspek kita adalah menurunkan tingkat kemiskinan,” kata Dasco.

DPR selaku penyeimbang juga sudah menjalankan tugasnya untuk mendukung dan juga mengkaji berbagai masukan dari BPS maupun masyarakat.

“Dan upaya-upaya itu terus dilakukan oleh pemerintahan pada saat sekarang dan tentunya DPR mendukung itu dan kita akan kaji secara komprehensif masukan dari BPS,” ujar Dasco.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menjelaskan penurunan 0,10 persen poin ini dihitung dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025. Susenas yang digelar setiap Maret dan September digunakan untuk memantau dinamika kemiskinan dan merumuskan kebijakan.

“Persentase penduduk miskin turun menjadi 8,47%, diiringi penurunan angka kemiskinan ekstrem menjadi 0,85%,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara data akurat, program sosial-ekonomi yang terintegrasi, dan pengawasan DPR, pemerintah menegaskan komitmen menurunkan kemiskinan lebih jauh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.