• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Program Hilirisasi Stimulus Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Program Hilirisasi Stimulus Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 July 2025

Program Hilirisasi Stimulus Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Oleh : Ricky Rinaldi

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, pemerintah Indonesia menunjukkan arah pembangunan yang semakin tajam dan strategis. Salah satu jurus jitu yang kini menjadi fokus adalah program hilirisasi industri—langkah konkret yang tak hanya menjanjikan nilai tambah ekonomi, tapi juga membuka pintu kesejahteraan yang lebih merata di daerah.

 

Di Kalimantan Tengah, suara dukungan terhadap hilirisasi disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, yang menyoroti ketergantungan ekonomi daerah terhadap sektor primer dan kini pemerintah mendorong transformasi menuju ekonomi berbasis industri untuk masa depan yang lebih stabil. Menurutnya, kondisi ini menjadikan ekonomi daerah rentan terhadap gejolak harga global dan menyulitkan pembangunan jangka panjang secara berkelanjutan.

 

Ia menilai bahwa struktur ekonomi berbasis bahan mentah memerlukan penyempurnaan agar lebih produktif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pemerintah pusat. Karena itu, ia menegaskan pentingnya peralihan menuju hilirisasi sebagai langkah strategis yang harus segera diwujudkan.

 

Siti Nafsiah juga mengungkapkan sektor industri pengolahan menghadapi tantangan, namun peluang pemulihan sangat besar dengan dukungan hilirisasi dari pemerintah. Padahal, sektor ini seharusnya menjadi fondasi utama dalam mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

 

Ia menyebut bahwa pengembangan industri hilir untuk komoditas seperti kelapa sawit, karet, rotan, dan hasil pertanian lainnya sangat penting agar proses pengolahan dapat dilakukan langsung di daerah. Langkah ini dinilai akan meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

 

Untuk itu, ia mendorong agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera menetapkan kebijakan pembangunan yang berpihak pada hilirisasi. Menurutnya, penyediaan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan pelatihan teknis bagi pelaku usaha lokal adalah langkah konkret yang perlu diprioritaskan. Ia menilai bahwa hilirisasi bukan sekadar pilihan, tetapi merupakan kebutuhan strategis yang harus direspons dengan kebijakan terintegrasi dan pendampingan nyata.

 

Dukungan terhadap hilirisasi tidak datang dari daerah saja. Dari level nasional, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, juga menyampaikan pandangan senada. Ia menyatakan bahwa program hilirisasi industri terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai dua digit. Ia mengacu pada data beberapa provinsi yang telah tersentuh oleh industrialisasi, dan menunjukkan lonjakan pertumbuhan ekonomi dalam waktu relatif singkat.

 

Amalia menambahkan bahwa dampak paling nyata dari hilirisasi terlihat di kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri di berbagai wilayah. Ketika struktur ekonomi daerah diperkuat oleh sektor industri, ketahanan ekonomi wilayah tersebut meningkat secara signifikan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi adalah langkah yang efektif dan berdampak langsung pada pembangunan ekonomi.

 

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan hilirisasi bisa menjadi rujukan strategi pembangunan nasional ke depan. Menurutnya, pemerataan industrialisasi di berbagai daerah merupakan kunci penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara menyeluruh.

 

Lebih lanjut, Amalia menilai bahwa kebijakan hilirisasi sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 8 persen. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kalangan insinyur, dan pelaku industri dalam mendukung percepatan transformasi industri di seluruh wilayah Indonesia.

 

Pandangan ini memperkuat keyakinan bahwa hilirisasi bukan hanya strategi lokal, melainkan bagian integral dari visi besar pembangunan nasional. Pemerintah telah menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan reindustrialisasi sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.

 

Di Kalimantan Tengah, peluang ini harus dijawab dengan langkah konkret. Pemerintah daerah dapat menyusun peta jalan hilirisasi yang berbasis potensi lokal, seperti pengembangan industri kelapa sawit, karet, rotan, dan pertanian. Kawasan industri terpadu yang dekat dengan sumber bahan baku harus diprioritaskan untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi produksi.

 

Selain itu, pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan koperasi, perlu dilibatkan dalam ekosistem hilirisasi. Pelaku usaha lokal perlu dilibatkan secara aktif sebagai mitra utama dalam rantai nilai industri nasional.

 

Program hilirisasi juga memiliki dampak sosial yang luas. Ketika industri tumbuh dan lapangan kerja tercipta, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat. Pendapatan yang naik berarti daya beli meningkat, yang pada gilirannya akan menghidupkan sektor-sektor ekonomi lainnya seperti perdagangan, jasa, dan pariwisata.

 

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, hilirisasi terbukti menjadi strategi pembangunan yang mampu mengangkat ekonomi daerah sekaligus memperkuat fondasi nasional. Pemerintah telah membuka jalannya, dan kini saatnya daerah seperti Kalimantan Tengah menjawab tantangan ini dengan kesiapan penuh dan semangat kolaboratif.

 

Melalui hilirisasi, Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global. Program ini menjadi simbol transformasi besar dalam arah pembangunan nasional—dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis industri.

 

Dengan langkah-langkah yang terarah, kebijakan yang konsisten, dan dukungan penuh dari pusat dan daerah, hilirisasi akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. Pemerintah hadir, bekerja nyata, dan siap mengantar daerah ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkeadilan.

 

*) Pengamat Isu Strategis

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.