• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Pemerintahan Prabowo-Gibran Dorong Pemerataan Ekonomi Lewat Penguatan UMKM

Pemerintahan Prabowo-Gibran Dorong Pemerataan Ekonomi Lewat Penguatan UMKM

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 4 November 2024

Pemerintahan Prabowo-Gibran Dorong Pemerataan Ekonomi Lewat Penguatan UMKM

JAKARTA — Pemerintahan Presiden RI kedelapan, Prabowo Subianto, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menetapkan penguatan ekonomi desa hingga Usaha Mikro Kecil Menengah sebagai fokus utama dalam mendorong pemerataan ekonomi nasional.

Pendekatan tersebut dilandasi gagasan pembangunan berbasis komunitas, di mana desa menjadi subjek utama yang menggerakkan ekonomi.

Kepala Negara memandang desa bukan hanya sebagai objek, melainkan pusat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tujuan utama untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa dan kota.

Dewan Pakar Geopolitik dan Geostrategis BPIP RI, Prof. Dr. Ermaya Suradinata, menilai visi pemerintahan baru ini sebagai langkah signifikan dalam pemerataan ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan dari desa ke pusat memungkinkan masyarakat lokal berperan aktif sebagai agen perubahan, sehingga ekonomi yang tumbuh berasal dari kekuatan lokal.

Menurut Ermaya, strategi tersebut dapat menekan ketimpangan ekonomi yang terjadi selama ini akibat ketergantungan pada perkotaan.

“Pembangunan dari desa berpotensi besar dalam memberantas kemiskinan struktural yang membelenggu masyarakat pedesaan,” ujarnya.

Langkah terobosan Presiden Prabowo dalam memisahkan Kementerian Koperasi dari Kementerian UMKM juga mendapat apresiasi.

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menjelaskan bahwa keputusan tersebut bertujuan agar koperasi dapat berdiri sebagai badan usaha besar, yang berdampak signifikan bagi perekonomian rakyat dan lebih terorganisir.

Menurut Budi, koperasi harus dilihat sebagai pilar ekonomi rakyat yang mampu memberi manfaat besar bagi anggotanya.

“Koperasi sebagai tulang punggung ekonomi perlu diberdayakan agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Hal tersebut sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo yang sejak lama berkeinginan menjadikan koperasi sebagai penopang ekonomi nasional.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam menghadapi dominasi ekonomi oleh oligarki.

Menurut Ujang, kebijakan Presiden RI kedelapan tersebut menunjukkan keberanian dalam mendobrak dominasi segelintir elite yang selama ini mencengkeram perekonomian.

“Keberanian ini dapat membawa perubahan positif bagi kesejahteraan rakyat dan memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal,” pungkas Ujang.

Melalui kebijakan yang berpihak pada desa, koperasi, dan masyarakat luas, pemerintahan Prabowo-Gibran berkomitmen untuk menghapus ketimpangan dan mewujudkan ekonomi yang lebih merata, sejalan dengan cita-cita besar membangun Nusantara dari akar hingga ke pusat.

***

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.