• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Mewaspadai Gangguan Transportasi dan Pangan Jelang Natal

Mewaspadai Gangguan Transportasi dan Pangan Jelang Natal

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 13 December 2023

Mewaspadai Gangguan Transportasi dan Pangan Jelang Natal

Oleh : Gita Oktaviani

Seluruh pihak harus terus meningkatkan kewaspadaan pada adanya potensi akan gangguan keamanan dalam berbagai sektor, termasuk pada sektor transportasi yang berpotensi untuk membludak jumlah para pemudik dalam merayakan Nataru. Bukan hanya itu, namun kewaspadaan juga patut untuk lebih ditingkatkan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kelangkaan pangan menjelang perayaan Hari Raya Natal 2023 mendatang.

Terkait dengan upaya dalam mewaspadai adanya gangguan transportasi seperti membludaknya jumlah para pemudik saat Natal dan Tahun Baru mendatang, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambahkan perjalanan kereta api selama periode tanggal 21 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo mengungkapkan bahwa pihaknya akan menambahkan hingga sekitar 84 perjalanan kereta api setiap harinya sehingga bisa dikatakan proyeksi akan penambahan tersebut berkisar pada 20 persen. Sebagai informasi, KAI Group sendiri telah menyediakan hingga 6.113.934 tempat duduk atau sekitar 339.663 tempat duduk per harinya, yang mana angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu dan menjadi puncak perjalanan kereta pada tahun ini.

Tingginya para penumpang diproyeksikan akan terjadi pada hari Sabtu, tanggal 23 Desember 2023. Tentunya untuk bisa menyukseskan seluruh proses akan kelancaran angkutan pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini, sejumlah persiapan memang telah dilakukan, beberapa diantaranya adalah dengan melakukan ramp check atau inspeksi kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM), baik itu pada sarana perkeretaapian maupun stasiun di Daop 1 Jakarta hingga Daop 9 Jember dan Divre I Sumut sampai dengan Divre 4 Tanjungkarang.

Selain itu, berbagai rencana juga telah disusun oleh pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) demi menjamin adanya kelancaran akan arus lalu lintas pada saat momen libur perayaan Natal dan Tahun Baru. Kemenhub juga akan mengantisipasi akses keluar masuk pada berbagai simpul transportasi, pasar tumpah, serta beberapa lokasi wisata yang terdapat di daerah, serta lokasi rawan longsor atau bencana lainnya.

Bukan hanya itu saja, namun jalan tol juga menjadi fokus yang tidak kalah pentingnya, khususnya berkaitan dengan bagaimana pergerakan masyarakat, yakni pada lokasi rest area. Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kemenhub akan menerapkan manajemen dan pembatasan waktu masyarakat yang akan menggunakan rest area tersebut.

Sementara itu, jika membahas mengenai upaya kewaspadaan akan gangguan pangan, utamanya kenaikan harga menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mendatang, Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung mengintensifkan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan juga menggencarkan program intervensi pasar sebagai alah satu upaya untuk menjaga kestabilan harga hingga pasokan menjelang Nataru.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menjelaskan bahwa hendaknya pihak Pemerintah Daerah (Pemda) setempat di berbagai wilayah di Tanah Air juga harus mampu bersiap dengan cara terus memastikan stok pangan strategis supaya selalu ada dan mencukupi di pasar-pasar, utamanya pasar yang dikelola oleh Pemda. Selain melakukan bantuan pangan beras, program intervensi ke pasar juga hendaknya jangan sampai terhenti.

Pasalnya, adanya bantuan pangan beras tersebut dinilai merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan lantaran akan bisa memberikan tekanan terhadap harga di pasaran. Maka dari itu, kombinasi antara bantuan pangan beras dengan melakukan program intervensi pasar merupakan sebuah strategi yang sangat tepat guna terutama menjelang Natal dan Tahun Baru seperti sekarang ini.

Pemerintah RI benar-benar menunjukkan kepeduliannya, bahkan bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), sejak beberapa waktu lalu Bapanas juga telah melakukan penyaluran bantuan pangan beras di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bukan hanya itu, namun Kepala Negara juga menginstruksikan kepada Bapanas untuk mampu memastikan kesiapan stok pangan untuk masyarakat, bukan hanya di kota-kota besar saja, melainkan juga hingga di berbagai daerah. Terlebih pada bulan Desember seperti sekarang ini lantaran masyarakat akan merayakan Nataru.

Terbukti, bahwa segala upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal mewaspadai berbagai macam gangguan pada sektor pangan menjelang Natal dan Tahun Baru membuahkan hasil yang sangat baik. Nyatanya setelah dilakukannya bantuan pangan beras pada tahap kedua yang telah bergulir bahkan sejak bulan September lalu, dan juga diiringi dengan adanya pelaksanaan berbagai macam program intervensi ke pasar, kondisi harga beras medium di dalam negeri terpantau stabil.

Tentu saja bahwa dalam berbagai macam perayaan hari besar atau liburan yang hendak dilakukan oleh masyarakat, termasuk Natal dan Tahun Baru mendatang, akan ada beberapa potensi gangguan yang terjadi, mulai dari sektor keamanan, transportasi karena membludaknya jumlah para pemudik, hingga pada sektor pangan karena akan adanya potensi kenaikan harga pangan. Dalam menghadapi itu semua, tentu segenap pihak harus terus meningkatkan kewaspadaan.

)* Kontributor Jendela Baca Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.