• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Apresiasi Upaya Aparat Keamanan Evakuasi Korban Kekejaman KST Papua

Apresiasi Upaya Aparat Keamanan Evakuasi Korban Kekejaman KST Papua

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 13 December 2023

Apresiasi Upaya Aparat Keamanan Evakuasi Korban Kekejaman KST Papua

Oleh : Dika Samba

Akhir-akhir ini Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua tidak berhenti menyerang masyarakat dengan meneror, membuat kerusuhan hingga kekerasan di tengah masyarakat yang menimbulkan korban jiwa. Dengan masa penuh kegentingan ini, peran aparat keamanan menjadi sangat penting dalam menjaga ketertiban dan memberikan pertolongan kepada korban kekejaman anggota KST Papua. Hal ini terlihat dengan sikap tegas dan cepat aparat keamanan dalam mengevakuasi korban yang berjatuhan akibat kekejaman kelompok tersebut.

Aparat keamanan telah mengevakuasi korban pembunuhan yang dilakukan oleh KST Papua terhadap aparat keamanan, pekerja, dan masyarakat serta pimpinan KST Nduga Egianus Kogoya melalui tayangan video mengancam akan menembak sandera Pilot Susi Air jika pemerintah Indonesia tidak membicarakan soal Papua. Penyerangan ini dilakukan agar KST Papua mendapatkan pasokan makanan, dana hingga merdekakan papua dari NKRI.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan ada empat personel yang gugur akibat kontak tembak. Mereka tewas tertembak saat berupaya melakukan pengejaran terhadap kelompok TPNPB-OPM. Prajurit TNI yang meninggal dunia yaitu Praka YL, Praka DB, Pratu MF dan Prada DA. Sementara prajurit TNI yang terkena luka tembak yaitu Serda AH, Pratu MI, dan Praka BS.

Pasca-gugurnya anggota Brimob Polda NTT usai kontak tembak dengan KST di Intan Jaya, aksi kejam KST Papua menuntut respons cepat dan berdedikasi dari aparat keamanan. 110 personel Brimob Polda Sulteng telah dikerahkan ke wilayah Papua dalam Operasi Damai Cartenz 2024 Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Papua. Kepla Polda (Kapolda) Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho mengatakan  personel yang bertugas bersama dua pembimbing dan dua pelatih akan terlebih dahulu mengikuti latihan pra operasi (Latpraops) di Cikeas, selama satu bulan yang akan bersinergi bersama TNI untuk kemudian melaksanakan tugas di Papua sekitar satu tahun.

Latpraops dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan personel Polri agar memiliki pemahaman, pengetahuan, serta mengetahui tujuan pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing dalam operasi. Dengan mengikuti latpraops, kata dia, personel diharapkan dapat memahami tata cara dan prosedur selama operasi sehingga dapat berjalan dengan baik, berdaya guna dan berhasil selama menjalankan tugas.

Irjen Pol. Agus Nugroho mengatakan  agar seluruh personel yang bertugas di Papua dapat mempedomani dan melaksanakan perintah untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan diri, menjaga harkat dan martabat Polri, serta komitmen dan integritas untuk senantiasa mengabdi pada bangsa dan negara.

Aparat keamanan selalu berjuang dengan penuh keberanian untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang terdampak kekejaman di KST Papua. Langkah-langkah ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme mereka dalam menghadapi situasi darurat, tetapi juga menegaskan komitmen untuk melindungi warga sipil dan menciptakan lingkungan yang aman. Selain itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga akan mengoptimalkan sejumlah teknologi untuk mengawasi pergerakan KST Papua dengan menggunakan drone untuk berpatroli. Dengan teknologi tersebut berguna untuk memantau situasi di Papua dengan efektif dan lebih aman bagi para prajurit yang melaksanakan tugas operasi.

Lebih lanjut, pihak aparat keamanan juga akan terus meningkatkan upaya pengamanan mereka demi memastikan seluruh aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik dan lancar serta dalam kondisi yang kondusif. Terlebih, sebentar lagi pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang akan segera digelar, sehingga sudah sangat jelas bahwa aparat keamanan sama sekali tidak menginginkan adanya gangguan dari pihak manapun yang berseberangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk terus mengacau.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa pihaknya akan tetap mengawal dan mengamankan situasi di wilayah Papua. Menurutnya, TNI-Polri juga sudah memiliki konsep menghadapi KST di wilayah Bumi Cenderawasih. Listyo Sigit mengatakan, polisi akan mengedepankan pendekatan soft approach atau pendekatan lunak. Sementara pendekatan keras atau hard approach akan digunakan terakhir.

Konsep utama yang dilakukan Polri adalah memperkuat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Dalam mengapresiasi upaya ini, perlu diakui bahwa tugas aparat keamanan seringkali melibatkan risiko besar. Keterlibatan mereka dalam menyelamatkan korban dan menjaga keamanan daerah tersebut adalah bukti nyata dedikasi mereka terhadap tugas kemanusiaan.

Masyarakat perlu memberikan dukungan moral dan penghargaan kepada aparat keamanan yang telah bekerja keras untuk melindungi dan menyelamatkan nyawa. Semoga upaya mereka dapat memberikan keadilan bagi korban, serta membawa damai dan stabilitas kembali ke wilayah tersebut.

Penting untuk terus mendukung aparat keamanan dalam menjalankan tugasnya demi keamanan dan kesejahteraan bersama. Melalui kerja sama dan koordinasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

)* Mahasiswa Papua yang tinggal di Yogyakarta


 

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.