• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Uncategorized»Gelar Diskusi Moya Institute, Pakar Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Tokoh Lokal

Gelar Diskusi Moya Institute, Pakar Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Tokoh Lokal

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 22 July 2023

Gelar Diskusi Moya Institute, Pakar Ingatkan Pentingnya Pemberdayaan Tokoh Lokal

JAKARTA — Pakar isu global dan strategis, Prof. Imron Cotan menjelaskan bahwa sejatinya seluruh parpol memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk bisa meraup suara para pemilih dalam Pemilu mendatang.

Sehingga, untuk bisa mengatasi hal itu, menurutnya harus ada pemberdayaan tokoh lokal berawasan nasional karena akan mampu memecah dominasi elit politik yang menumpuk di Pulau Jawa, sehingga tercipta diversifikasi politik ke seluruh wilayah.

Tidak hanya itu, pakar isu strategis tersebut juga menjelaskan pentingnya perhatian Parpol pada tokoh Generasi Z dan Milenial.

“Jika mampu menarik dukungan generasi muda tersebut dengan memanfaatkan gadget, parpol baru memiliki potensi untuk menyundul eksistensi parpol yang telah lahir lebih dahulu,” ujar Prof Imron dalam Webinar Nasional Moya Institute bertema “Tantangan dan Peluang Parpol Baru pada Pemilu 2024”, Jumat (21/7).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan bahwa tantangan pertama terletak pada identitas partai yang rendah.

Volatilitas parpol baru biasanya tinggi di tingkat lokal, namun cenderung rendah di tingkat nasional dan adanya kecenderungan para pemilih untuk memilih partai yang sama, sedangkan minat masyarakat pada mereka terus menurun.

“Total suara partai baru di 2004 itu 21,3 persen, hanya kalah dari Golkar yang memperoleh 22 persen lebih. Jumlah itu, turun jadi 7,2% di 2009 dan seterusnya,” ungkap Djayadi .

Meski begitu, parpol baru masih memiliki peluang, yakni dengan kemungkinan 85 persen pemilih di Indonesia mudah berpindah dukungan dan angka swing voters yang tinggi. Selain itu penggunaan media sosial dan internet juga bisa menjadi langkah tepat.

“Party ID di Indonesia sangat kecil. Artinya, secara teori, 85 persen pemilih Indonesia mudah pindah ke lain parpol. Jika hanya pakai satu indikator ini, swing voter menjadi sangat tinggi. Selain itu, pengguna internet juga sangat tinggi,” jelas Djayadi.

Di sisi lain, Sekjen Partai Gelora, Mahfudz Siddiq menjelaskan bahwa tantangan yang dimiliki oleh parpol baru dan parpol non-parlemen adalah karena diselenggarakannya pelaksanaan Pemilu serentak sehingga akan menguntungkan partai yang mengusung Capres.

“Ketika isu Pilpres menguat, muncul apa yang disebut dengan cottail effect. Parpol mendapat suara dari dukungannya terhadap capres. Partai yang tidak punya dukungan terhadap capres, akan menghadapi kendala elektabilitas,” kata Mahfudz.

***

Inflasi Terkendali dan Daya Beli Terjaga, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional

June 20, 2026

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat, Investor Global Terus Tunjukkan Kepercayaan

June 20, 2026

Inflasi Terkendali dan Daya Beli Terjaga, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Inflasi Terkendali dan Daya Beli Terjaga, Sinyal Positif bagi Ekonomi Nasional JAKARTA — Pemerintah terus…

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat, Investor Global Terus Tunjukkan Kepercayaan

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Fundamental Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat, Investor Global Terus Tunjukkan Kepercayaan JAKARTA – Berbagai indikator…

Fiskal Terjaga, Ekonom Sebut Narasi Ekonomi RI Memburuk Tak Sesuai Data

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Fiskal Terjaga, Ekonom Sebut Narasi Ekonomi RI Memburuk Tak Sesuai Data Jakarta — Sejumlah indikator…

Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi “Sell Indonesia” Dinilai Keliru

By Kata IndonesiaJune 20, 20260

Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi “Sell Indonesia” Dinilai Keliru JAKARTA — Di…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.