• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»KST Menembak Warga Papua Wajib Diberantas

KST Menembak Warga Papua Wajib Diberantas

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 24 March 2023

KST Menembak Warga Papua Wajib Diberantas

Oleh : Alfred Jigibalom

Kelompok Seperatis dan Teroris (KST) Papua adalah organisasi separatis yang menyebalkan, karena ngotot untuk memerdekakan diri. Mereka seolah tak tahu cara berterimakasih, tetapi malah menuduh pemerintah Indonesia menjajah Papua. Pemberontakan KST dilakukan dengan melakukan penembakan terhadap tukang ojek di Ilaga, sampai ada korban jiwa. Sudah seharusnya KST diberantas agar tidak ada lagi korban penyerangan selanjutnya.

Salah satu masalah menahun di Papua adalah KST, yang bersama-sama dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menebar teror di bumi cendrawasih. KST masih saja ingin membelot dan melakukan segala cara demi mencapai ambisinya, termasuk dengan jalan kekerasan.
Pada tanggal 22 Maret 2023 jam 10.00 WIT terjadi penembakan yang dilakukan oleh KST terhadap seorang tukang ojek bernama Iwan dan ia kehilangan nyawanya. Jenazah Iwan telah disemayamkan di Masjid Al Ikhlas Ilaga.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo membenarkan bahwa korban penembakan KST adalah seorang tukang ojek. Iwan adalah warga pendatang dan jenazahnya akan dibawa ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan. Penembakan maut ini terjadi di pertigaan Jalan Kimak, Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang menunggu penumpang yang akan menuju Kota Ilaga, Distrik Ilaga. Saat itu ada 2 orang tidak dikenal yang diduga anggota KKB menghampiri korban dan salah satunya membawa senjata api jenis pistol.

Tak lama berselang korban ditembak di bagian dada depan. Sementara aparat yang mendapat laporan atas insiden itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan melihat korban sudah tergeletak dengan kondisi kritis.
Korban Iwan kemudian dilarikan ke RSUD Ilaga dan langsung mendapat penanganan medis oleh dokter Etinus Kogoya. Namun korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada kanan.
Kekejaman KST dikecam oleh masyarakat Papua karena penembakan ini bukan untuk pertama kalinya. Mereka selalu beralasan bahwa tukang ojek adalah seorang mata-mata aparat, sehingga wajib ditembak. Padahal Iwan hanya warga sipil biasa tetapi selalu kena fitnah yang kejam sampai kehilangan nyawa.
Apalagi korban penembakan KST adalah seorang warga pendatang dan kasus ini bisa melebar dan memberi jarak antara penduduk asli Papua dengan para pendatang. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh KST. Pendatang adalah orang baik dan mereka mencari nafkah di Papua, dan ketika jadi korban KST jangan dibiarkan saja.
Oleh karena itu masyarakat Papua diminta mendukung pemberantasan KST. Kalau bisa mereka diberi tindakan tegas terukur agar benar-benar bisa dimusnahkan dari Bumi Cendrawasih. KST sudah sangat keterlaluan dengan mengadakan penembakan dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersalah.
Sementara itu, Satgas Damai Cartenz sebagai tim yang khusus dibentuk dalam memberantas KST makin rajin dalam melakukan patroli. Mereka biasanya menyatroni Kabupaten Puncak, karena di sana masih rawan konflik. Masyarakat harus dijaga jangan sampai ada serangan KST yang bisa menyebabkan korban luka-luka, bahkan korban jiwa.
Untuk memperlancar aksinya maka KST melakukan teror dengan berbagai cara. Mulai dari membakar sekolah, menyerang pemukiman, bahkan yang lebih parah lagi mereka membunuh warga sipil, aparat, hingga para guru dan tenaga kesehatan. Sangat miris karena mereka menyerang pihak-pihak yang berjasa besar bagi masyarakat di Papua.
Oleh karena itu KST wajib diberantas agar tidak melakukan penyerangan-penyerangan selanjutnya. Jangan sampai gara-gara penyerangan dan hasutan, situasi jadi runyam, dan terpantik permusuhan antar warga. Bahkan sebuah provokasi bisa memicu peperangan antar suku yang membahayakan.
Masyarakat Papua wajib mendukung TNI dan Polri dalam rangka pemberantasan KST. Jika ada aparat maka warga sipil akan aman. Mereka sadar bahwa aparat adalah sahabat rakyat dan diterjunkan ke Papua untuk memberantas KST.
Komunitas Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) memberi dukungan kepada TNI dan Polri (secara virtual) demi penegakan hukum yang adil terhadap KST. Tujuannya adalah Papua yang damai dan sejahtera, dan ketika ada KST maka mustahil kedamaian itu ada. Deklarasi ini dihadiri oleh warganet, khususnya milenial, baik yang ada di Papua maupun daerah lain.
Ketua FPMSI Rusdil Fikri menyatakan bahwa tujuan dari deklarasi virtual adalah mengajak masyarakat dan tokoh politik Papua untuk mendukung penegakan hukum terhadap KST. Selain itu, partisipasi dan peran aktif warganet juga bisa dilakukan, dengan mengunggah postingan bernada positif di media sosial.
Pemberantasan KST didukung baik secara langsung maupun secara virtual. Hal ini menandakan bahwa kelompok separatis ini berbahaya dan wajib dimusnahkan, agar masyarakat Papua aman dari penyerangan berikutnya.
KST harus diberantas karena makin kejam dan melakukan penembakan sampai menewaskan korbannya. Mereka menyerang tanpa alasan dan selalu menuduh korbannya adalah amta-mata, padahal hanya warga biasa. Pemberantasan KST menjadi agenda utama dari anggota TNI dan Polri yang ditugaskan di Papua.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Bali

 

 

 

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG JAKARTA — Pemerintah memperketat disiplin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.