• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Mengapresiasi Kunjungan Presiden Jokowi ke IKN

Mengapresiasi Kunjungan Presiden Jokowi ke IKN

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 23 February 2023

Mengapresiasi Kunjungan Presiden Jokowi ke IKN

Oleh : Vania Salsabila Pratama

Seluruh masyarakat Tanah Air hendaknya patut memberikan apresiasi sangat tinggi atas bagaimana komitmen kuat yang dimiliki oleh Presiden Joko Widodo terkait pembangunan IKN Nusantara. Hal tersebut juga menjadi visi beliau untuk bisa mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dan menghilangkan paradigma jawasentris yang tercermin dari kunjungan keduanya ke IKN pada Februari 2023.

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo atau Jokowi, sejauh ini selalu berupaya untuk bisa melakukan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia. Bahkan pembangunan yang dimaksud bukan hanya sekedar dari aspek fisik saja, melainkan juga adanya pemerataan ekonomi hingga penduduk atau sumber daya manusia (SDM).

Maka dari itu, Kepala Negara tersebut mengungkapkan bahwa menjadi sangat penting dan menjadi alasan utama mengapa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus dipercepat pembangunannya, yang mana terletak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Beliau berusaha untuk benar-benar menciptakan pemerataan sehingga pembangunan bukan hanya terjadi di Pulau Jawa saja.

Bukan tanpa alasan, pasalnya memang tidak bisa dipungkiri bahwa kini semuanya ada di Pulau Jawa, bahkan data menunjukkan bahwa sebanyak 58 persen pendapatan domestik bruto (PDB) ekonomi berada di Jawa. Kemudian sebanyak 56 persen penduduk di Indonesia ini juga berada di Pulau yang sama.

Maka dengan alasan tersebut, jelas saja terjadi kepadatan yang sangat luar biasa di Pulau Jawa sehingga memang sangat diperlukan adanya pemerataan pembangunan, yang mana menurut Presiden Jokowi pembangunan yang tidak berparadigma Jawasentris, namun beralih ke Indonesiasentris.
Presiden juga menegaskan bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Provinsi Kalimantan Timur bukan merupakan gagasan dirinya. Menurutnya, Presiden ke-1 RI Soekarno telah menggagas pemindahan ibu kota sejak tahun 1960 yang lalu. Bahkan Presiden Soekarno dulu pun sempat memiliki rencana bahwa akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan, yakni di Palangkaraya.
Presiden Jokowi juga menekankan bahwa pemindahan ibu kota bukan sekedar pemindahan fisik terkait bangunan atau gedung-gedung pemerintahan. Melainkan, pemindahan budaya kerja dan pola pikir baru disertai dengan sistem dan sumber daya manusia yang dipersiapkan dengan baik.
Dengan adanya keseriusan tersebut, bahkan beliau kemudian memiliki gambaran besar bahwa nantinya Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur akan betul-betul menjadi sebuah Ibukota, yang mana sama sekali tidak seperti dimiliki oleh negara lain dan menjadi ibu kota yang unik.
Presiden pun meyakini proyek IKN akan rampung dalam 15 hingga 20 tahun mendatang dan IKN menjadi kota pemerintahan. Sedangkan Jakarta, meski tidak lagi menjadi ibu kota negara, Presiden menyebut Jakarta akan tetap diperbaiki dan menjadi kota bisnis, pariwisata, hingga ekonomi.
Semenatara itu, Pakar infrastruktur dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna mengatakan, kunjungan kembali Presiden Joko Widodo ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menunjukkan pembangunan IKN merupakan bagian dari visi Presiden mengenai Indonesia 2045.
Dengan adanya kunjungan kembali yang dilakukan oleh Presiden RI ketujuh tersebut, berarti menurutnya adalah menjadi keseriusan yang sangat tinggi yang ditunjukkan oleh Kepala Negara. Karena memang sangat terlihat bahwa Presiden Jokowi terus melakukan pemantauan dan update mengenai bagaimana perkembangan pembangunan di IKN Nusantara.
Menurut Yayat Supriatna, saat ini, Istana Negara sedang dibuat fondasinya oleh Kementerian PUPR. Sehingga, secara simbolis ada kemungkinan Presiden ingin meletakkan batu pertama pembangunan Istana. Dengan kehadiran Presiden Jokowi tersebut juga sekaligus mampu menjadi sebuah simbolik bahwa komitmen di tahun 2024 mendatang, yang mana pemerintahan akan dipindahkan ke Kalimantan Timur benar-benar siap dilaksanakan.
Pakar infrastruktur itu berharap agar target istana bisa terwujud, dengan segala pertimbangan teknis dan keamanan bangunan yang menjamin keselamatan dan keamanan. Selain itu, Yayat juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek pemeliharaan Istana Negara di IKN. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah daya dukung dalam bentuk sarana dan prasarana dasar perkotaan IKN yang sudah harus dipersiapkan sejak awal mulai dari jalan, air, lanskap ruang terbuka, dan berbagai aspek pendukung.
Selanjutnya, Yayat Supriatna berpesan apabila memang nantinya pembangunan Istana negara sudah tuntas dilakukan, maka menjadi penting pula untuk diiringi dengan diselesaikannya bangunan hingga gedung pemerintahan lainnya, seperti adanya rumah dinas para menteri sekaligus juga adanya kantor kementerian.
Ketika kelengkapan segala infrastruktur pada ring 1 itu sudah dilengkapi, maka memang akan sangat mendukung rencana kepindahan para ASN Kementerian/Lembaga Negara yang memang dimulai pada tahun 2024 mendatang dan bisa berjalan dengan mudah.
Tentunya visi yang sangat besar dimiliki oleh Presiden Jokowi, yakni mampu mewujudkan pemerataan pembangunan hingga pada semua aspek di seluruh wilayah Indonesia perlu untuk diberikan apresiasi yang begitu tinggi. Maka dari itu, beliau benar-benar memiliki komitmen untuk terus melaksanakan percepatan pembangunan IKN Nusantara di Kalimantan Timur untuk menghilangkan paradigma pembangunan yang Jawasentris menuju ke Indonesiasentris.

)* Penulis adalah kontributor Ruang Baca Nusantara

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

August 10, 2026

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi 

August 10, 2026

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan…

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi 

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat, Upaya Negara Memutus Kemiskinan Antargenerasi Oleh: M. Naufal Fahri Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga terbentuk melalui keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Selama anak-anak dari keluarga miskin menghadapi hambatan memperoleh pendidikan yang layak, siklus kemiskinan akan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama dalam strategi pembangunan nasional. Kehadiran Program Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa negara tidak sekadar memberikan bantuan sosial yang bersifat jangka pendek, melainkan membangun jalan keluar yang berkelanjutan melalui pendidikan. Sekolah Rakyat menjadi salah satu kebijakan paling strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pembangunan dan pengoperasian sekolah berasrama tersebut mencerminkan perubahan pendekatan negara dari sekadar mengurangi dampak kemiskinan menjadi memutus akar penyebabnya. Pendidikan yang berkualitas membuka ruang mobilitas sosial, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta memperluas peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik di masa depan. Dengan demikian, investasi pada pendidikan merupakan investasi yang memberikan manfaat lintas generasi. Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Menurut Dirgayuza, seluruh kebutuhan pendidikan, pengasuhan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar peserta didik dipenuhi oleh negara agar mereka dapat belajar dalam lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menghilangkan hambatan ekonomi yang selama ini menjadi penyebab utama anak-anak putus sekolah atau tidak memperoleh pendidikan yang layak. Langkah tersebut sekaligus mempertegas bahwa negara hadir secara nyata untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh warga negara. Lebih jauh, Dirgayuza menilai Sekolah Rakyat merupakan implementasi konkret amanat Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan kewajiban negara memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar serta memberdayakan masyarakat yang lemah sesuai dengan martabat kemanusiaan. Pandangan tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar layanan publik, melainkan hak konstitusional yang harus dapat dinikmati seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi keluarganya. Keberhasilan menuju Indonesia sebagai negara maju tidak hanya ditentukan oleh tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan negara menghadirkan keadilan dalam akses pendidikan. Semakin banyak anak dari kelompok rentan memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, semakin besar peluang Indonesia membangun sumber daya manusia yang unggul. Selain meningkatkan akses pendidikan, model sekolah berasrama juga memberikan ruang pembinaan karakter yang lebih komprehensif. Anak-anak tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga dibimbing untuk membangun disiplin, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan hidup yang dibutuhkan pada masa depan. Pendekatan tersebut menjadi penting karena kemiskinan sering kali disertai berbagai keterbatasan sosial yang memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Dengan lingkungan belajar yang kondusif, negara berupaya memastikan setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk mengembangkan potensinya secara optimal. …

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat agar Anggaran Tepat Manfaat

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Pemerintah Perkuat Tata Kelola Sekolah Rakyat agar Anggaran Tepat Manfaat Jakarta – Pemerintah terus memperkuat…

Sekolah Rakyat Ditegaskan sebagai Investasi APBN untuk Putus Rantai Kemiskinan

By Kata IndonesiaAugust 10, 20260

Sekolah Rakyat Ditegaskan sebagai Investasi APBN untuk Putus Rantai Kemiskinan Jakarta – Pemerintah secara nyata…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.