• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»MAHUPIKI GELAR SOSIALISASI KUHP, GURU BESAR UGM: KEDEPANKAN KEADILAN HUKUM DI INDONESIA

MAHUPIKI GELAR SOSIALISASI KUHP, GURU BESAR UGM: KEDEPANKAN KEADILAN HUKUM DI INDONESIA

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 10 January 2023

MAHUPIKI GELAR SOSIALISASI KUHP, GURU BESAR UGM: KEDEPANKAN KEADILAN HUKUM DI INDONESIA

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) nasional yang baru disahkan oleh DPR RI pada tahun 2022 lalu dinilai sebagai sebuah kemajuan dan mampu memberikan alternatif sanksi hukum.

Terkait hal tersebut, Prof. Marcus Priyo Gunarto menganggap jika Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mengedepankan keadilan hukum di Indonesia sehingga tidak hanya memberikan ketegasan. Salah satunya adalah adanya alternatif sanksi bagi pelaku pelanggaran tindak pidana.

“Keunggulan dari KUHP baru itu adanya alternatif-alternatif sanksi. Pidana penjara bisa diganti pidana denda, pidana denda bisa diganti dengan pengawasan atau kerja sosial,” kata Prof Marcus di Hotel Grand Mercure Medan, Sumatra Utara, Senin (9/1/2023).

Ia pun memberi contoh dalam KUHP lama sebagian besar menekankan pada jenis pidana perampasan kemerdekaan sedangkan dalam konteks KUHP Nasional atau KUHP baru diberi kemungkinan apabila hakim menjatuhkan pidana kurang dari 5 atau 3 tahun, dia bisa memilih yang pidanan denda, pidana kerja sosial atau pidana pengawasan.

Menurutnya dengan adanya perubahan paradigma tersebut dapat mempengaruhi dalam peradilan Indonesia kedepan. Hal tersebut sangat konstitusional karena dalam UUD 1945 pasal 28 huruf d ada phrasa setiap warga negara harus mendapatkan kepastian hukum yang substantif. Setiap warga negara harus mendapatkan kepastian hukum yang adil bukan hanya dari Undang -undang. Harus diutamakan Keadilan.

Pada kesempatan yang sama, Pakar Hukum Universitas Indonesia Prof.Surastini mengatakan bahwa masih ada sejumlah pasal yang menjadi isu krusial dan perlu pembahasan agar menjadi lebih jelas. Untuk itu, pemerintah akan serius dalam menyempurnakan KUHP baru agar sesuai dan mencerminkan nilai luhur bangsa.

Setidaknya ada 14 isu krusial dalam KUHP baru diantaranya: Living Law (hukum yang hidup dalam masyarakat), pidana mati, penghinaan Presiden atau Wakil Presiden, tindak pidana terhadap agama, kepercayaan dan kehidupan beragama atau kepercayaan, tindak pidana penganiayaan hewan, tindak pidana aborsi hingga perzinahan dan perzinaan, kohabitasu dan perkosaan dalam perkawinan.

 

Sementara itu, Guru besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Dr. Pujiyono, SH. M.Hum., menjelaskan urgensi dari penyusunan KUHP agar sesuai dengan nilai-nilai yang melekat pada NKRI.

“Misi agar KUHP yang ada segera digantikan, adalah misi dekolonisasi yaitu melepaskan konsep ide yang tercermin KUHP yang diwarnai ide kolonialisasi. Lalu ide sinkronisasi, modernisasi, dan juga aktualisasi sistem nilai kita. Hukum pidana kita harus dibuat sesuai dengan perkembangan global dan ilmu pengetahuan,” jelas Pujiono.

Lahirnya KUHP Nasional juga merupakan perwujudan reformasi sistem hukum pidana nasional secara menyeluruh. Hal ini merupakan kesempatan untuk dapat melahirkan sistem hukum pidana nasional yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, budaya bangsa, serta hak asasi manusia yang sifatnya universal.

KUHP baru yang menggusur KUHP warisan kolonial Belanda (Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch Indie) itu akan mengalami masa transisi 3 tahun dan berlaku efektif pada 2025.

Sejauh ini, sosialisasi KUHP baru telah rutin dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. tiga tahun adalah waktu yang cukup bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap para penegak hukum dan stakeholders.

HUT RI ke-81, B50 dan Agenda Besar Membebaskan Indonesia dari Ketergantungan BBM Impor

August 5, 2026

B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak

August 5, 2026

HUT RI ke-81, B50 dan Agenda Besar Membebaskan Indonesia dari Ketergantungan BBM Impor

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

HUT RI ke-81, B50 dan Agenda Besar Membebaskan Indonesia dari Ketergantungan BBM Impor Oleh :…

B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

B50 Jadi Momentum Kemerdekaan Energi dari Ketergantungan Impor Minyak Jakarta – Implementasi mandatori biodiesel B50…

HUT RI ke-81, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

HUT RI ke-81, Pemerintah Perkuat B50 untuk Ketahanan Energi Indonesia Jakarta – Momentum Hari Ulang…

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.