• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Lukas Enembe Korbankan Kepentingan Masyarakat

Lukas Enembe Korbankan Kepentingan Masyarakat

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 9 November 2022

Lukas Enembe Korbankan Kepentingan Masyarakat

Oleh : Moses Waker

Gubernur Papua Lukas Enembe saat ini sedang sakit yang bersamaan dengan penetapan tersangkanya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun demikian, pelayanan Publik harus tetap berjalan dan tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat.

Sikap Lukas Enembe yang membuka diri dan siap untuk diperiksa oleh tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat apresiasi tokoh adat Papua. Tokoh adat dari Tanah Tabi, Jayapura, Septinus Tibo mengapresiasi sikap Lukas Enembe.

Dengan demikian, menurut Ondoafi dari suku Tibo ini sangkaan korupsi yang menjerat Lukas bisaa segera diselesaikan. Dan sebagai seorang Gubernur, Lukas mengerti serta paham, bahwa apa yang dilakukan negera sudah tepat.

Wakil Ketua Dewan Adat Sentani tersebut memberikan imbauan agar kelompok massa yang berjaga di kediaman Lukas Enembe untuk segera membubarkan diri, karena keberadaan mereka justru dapat menghambat proses hukum terhadap Lukas.
Konsekuensi bagi masyarakat yang hidup di negara hukum adalah siap menerima akibat jika terlibat dalam aktivitas pelanggaran hukum. Jika tidak mengakui atau mengikuti aturan hukum, hal tersebut sama saja menantang negara.
Dirinya mengungkapkan bahwa pemerintahan di daerah tidak boleh kosong. Pihaknya setuju jika pemerintah pusat memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk sementara memimpin Bumi Cenderawasih.
Meski kondisi Gubernur Lukas sedang sakit dan tersangkut masalah hukum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua harus tetap bekerja untuk membangun daerah dan melayani masyarakat, Karena, kepentingan masyarakat jelas tidak boleh dikorbankan. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan, harus tetap dilayani.
Sementara itu, Tokoh Masyarakat Genyem, Esau Tegai mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua membutuhkan pejabat sementara untuk menggantikan Lukas Enembe yang hingga saat ini sedang sakit. Apalagi, Pemprov Papua ternyata juga tidak memiliki wakil Gubernur yang bisa menggantikan tugas sehari-hari Gubernur Papua.
Esau menuturkan, bahwa kasus yang menjerat Lukas Enembe memang cenderung benar. Hal tersebut terlihat dari adanya penyalahgunaan anggaran Prospek (Program Strategis Pembangunan Kampung) yang menyebabkan hasil pembangunan tidak dirasakan oleh masyarakat.
Dirinya menilai, kesalahan Lukas Enembe terkait penggunaan dana pemerintah. Maka kasus tersebut tidak masuk dalam ranah hukum adat dan harus mengikuti aturan pemerintah atau hukum negara.
Sementara itu, berkaitan dengan pengukuhan Lukas sebagai Kepala Suku Besar di Papua, menurutnya hal tersebut tidak ada legitimasinya. Terlebih pengangkatan tersebut tidak ada koordinasi dengan kepala suku lainnya, oleh sebab itu pengangkatan Lukas sebagai Kepala Suku Besar mendapatkan penolakan dari berbagai pihak.
Kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe yang sudah empat kali mengalami stroke dan hingga saat ini masih dibatasi aktivitasnya, tidak hanya menyebabkan Lukas dan keluarganya tidak bisa memenuhi panggilan KPK. Tetapi juga berdampak terhadap terganggunya akselerasi pemerintahan dan pelayanan publik di bumi cenderawasih. Akibatnya, muncul suara dari masyarakat yang mengeluh tidak bisa mendapatkan pelayanan karena pejabat yang hendak ditemuinya di kantor gubernur tidak berada di tempat.
Koordinator Cendekiawan Muda Papua, Paulinus Ohee rupanya memiliki keluhan yang sama. Dirinya beruja bahwa sakit yang dialami oleh Lukas Enembe dan kasus korupsi yang sedang dihadapinya, memang sangat mengganggu jalannya roda pemerintahan.
Menurutnya, dengan dinonaktifkannya Lukas dari jabatan Gubernur karena sudah sekian lama sakit, hal tersebut akan memberikan tiga manfaat sekaligus. Pertama, Lukas dapat fokus dalam menjalankan perawatan kesehatan, lebih siap menghadapi proses hukum dan kinerja Pemprov dalam melayani masyarakat tetap optimal.
Secara tegas Paulinus mengatakan, kondisi gubernur dalam keadaan sakit, namun pemerintahan harus tetap berjalan. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri harus menonaktifkan gubernur untuk pemulihan kesehata dan menjalankan proses hukum yang sedang dihadapi.
Paulinus juga mengomentari terkait dengan adanya pelantikan Lukas Enembe menjadi Kepala Suku Besar Papua. Menurutnya, hal tesebut adalah sebuah kesalahan terhadap adat istiadat yang ada di Tanah Papua.
Jika pelantikan tersebut terus dipaksakan, tentu saja akan berpotensi menimbulkan perpecahan antara masyarakat adat di wilayah Papua. Kini pelayanan publik di Papua terhambat oleh kondisi Lukas yang tidak mampu bekerja secara maksimal.
Tokoh Intelektual Muda Keerom, Michael Sineri, dalam keterangan tertulisnya menyarankan agar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk segera menonaktifkan Gubernur untuk sementara dan menggantikannya dengan pejabat gubernur agar pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Sineri menegaskan, Lukas Enembe sebagai seorang pemimpin seharusnya memiliki keberanian untuk menghadapi proses hukum, sehingga tidak perlu ada gerakan dari oknum yang berjakan di kediaman Lukas.
Kondisi kesehatan serta dakwaan korupsi dari KPK tentu saja membuat Lukas Enembe tidak optimal dalam menjalankan aktivitasnya sebagai Gubernur, sehingga perlu dilakukan upaya konkrit agar pelayanan di Papua tidak terhambat. Dengan adanya pejabat gubernur baru maka semua hambatan dalam menjalankan roda pembangunan di Papua dapat teratasi.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.