• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Presidensi G20 Indonesia Akan Dorong Ekonomi Global Berkelanjutan

Presidensi G20 Indonesia Akan Dorong Ekonomi Global Berkelanjutan

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 November 2022

Presidensi G20 Indonesia Akan Dorong Ekonomi Global Berkelanjutan

Oleh : Abdul Rozak

Penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia akan terus mendorong adanya kebangkitan dan pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan. Hal tersebut demi langkah maju secara bersama-sama menjawab segala tantangan yang saat ini masih terjadi.

Sejauh ini, Indonesia dari sisi finance track telah merumuskan sejumlah enam agenda utama yang memang scara prioritas akan terus didorong, yang mana hal tersbeut meliputi exit strategy dalam rangka mendukung pemulihan, mendorong upaya mengatasi dampak pandemi untuk bisa mengamankan pertumbuhan di masa depan dan juga sistem pembayaran di era digital.

Hal tersebut dikarenakan memang seluruh dunia sampai saat ini tengah terus berjuang dalam upaya pemulihan pascapandemi Covid-19.

Pasalnya memang banyak sekali hal yang terdampak setelah diguncang oleh pandemi tersebut, sehingga bukan hanya sekedar kesehatan saja, namun juga termasuk dalam bidang perekonomian ternyata sangatlah terdampak karena adanya pembatasan mobilitas manusia sehingga aktivitas ekonomi terhenti.

Lebih lanjut, dalam seluruh rangkaian agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) yang mana Indonesia ditunjuk sebagai presidensinya, upaya untuk terus mendorong adanya perekonomian yang berkelanjutan pun terus dilakukan.

Hal tersebut akan tercipta melalui adanya inklusi keuangan digital karena sama sekali tidak bisa dipungkiri bahwa dalam era modern seperti saat ini, hampir seluruh aspek kehidupan manusia pasti akan menggunakan teknologi digital.
Bukan hanya itu, namun ada pula didorong pengembangan UMKM yang jauh lebih maju karena selama ini fundamental perekonomian yang dimiliki oleh Indonesia sendiri terus ditopang oleh bagaimana bergeraknya UMKM di masyarakat, bahkan menyumbang banyak jumlah pendapatan negara; serta hal terakhir adalah mengenai perpajakan internasional.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia berusaha untuk terus mempertahankan tujuan pembangunan global demi mendorong adanya pertumbuhan perekonomian global yang jauh lebih kuat, berkelanjutan, seimbang dan juga inklusif.
Menurutnya, keenam agenda yang telah diutarakan adalah memang solusi yang bisa dikatakan sangatlah relevan untuk dilakukan pada kondisi saat ini bahkan hingga beberapa waktu ke depan. Bukan hanya sekedar relevan, namun seluruh strategi tersebut sangat mampu untuk berkontribusi dan saling berdampak satu sama lain.
Destry menambahkan, jika ke depan ternyata ada sebuah permasalahan yang sedikit berbeda formulasinya, namun jika inti permasalahannya sama maka cara penanganannya pun kurang lebih akan mirip sehingga menjadi langkah yang sangatlah cerdas untuk terus dilakukan dan dikembangkan.
Sebagai pimpinan KTT G20 atau presidensi, Indonesia sendiri memiliki komitmen kuat untuk terus menjaga dan juga menciptakan suatu kebijakan yang mampu terkalibrasi secara maksimal satu sama lain. Bukan hanya itu, namun mengenai perencanaan pun juga terus dilakukan secara baik, termasuk mengenai komunikasinya yang bagus terus dijaga antar seluruh pihak yang memiliki kepentingan.
Selanjutnya, Destry menambahkan bahwa memang saat ini kondisi perekonomian global sendiri masih terus dalam bayang-bayang penuh ketidakpastian karena hal-hal yang sangat kompleks dan juga sangat dipenuhi dengan volatilitas, hingga ambiguitas atau biasanya lebih dikenal dengan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity).
Sebenarnya tatkala mengetahui jika kondisi perekonomian dunia memang sedang tidak baik-baik saja, seluruh negara telah mengetahuinya. Namun mereka tentu memiliki cara atau pendekatan unik masing-masing dalam menghadapi masalah tersebut, termasuk bagaimana untuk menjaga momentum adanya pemulihan sekaligus dengan menjaga stabilitas perekonomian yang dimiliki.
Dengan adanya gelaran KTT G20 dan diketuai oleh Indonesia, negara-negara yang awalnya saling memiliki perencanaan masing-masing itu kemudian mencoba untuk terus didorong agar menjadi inklusif atau bersatu padu dan bekerja sama sehingga seluruhnya bisa saling berbagi mengenai cara-cara atau strategi tertentu tatkala menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Indonesia selaku Presidensi G20 sangat menyadari bahwa memang tidak bisa dipungkiri kalau sebuah reaksi yang dilakukan oleh suatu negara pastinya akan berdampak entah itu secara signifikan ataupun tidak terhadap negara lain karena jaman saat ini telah terjadi yang namanya globalisasi sehingga seolah sudah tidak ada batasan geografis lagi antar satu dengan negara lainnya dan seluruhnya bisa saling pengaruh mempengaruhi.
Untuk itu, apabila misalnya terdapat suatu negara yang ternyata justru mengeluarkan sebuah kebijakan namun salah langkah, maka bisa dikatakan pula keputusan yang salah langkah tersebut akan membuat negara lain turut merasakan dampak ruginya. Bahkan dampak lebih besarnya adalah akan menciptakan krisis lainnya yang membentuk lingkaran dan sama sekali tidak berujung. Tentu ketika seluruh negara mampu duduk dalam sebuah forum dan mendiskusikan banyak hal, maka kemungkinkan-kemungkinan untuk terjebak dan merumuskan kebijakan salah bisa terminimalisasi dengan lebih baik.
Seluruh tantangan dunia yang memang sudah ada di depan mata, utamanya mengenai bagaimana caranya melakukan pemulihan perekonomian global secara bersama-sama di tengah kondisi yang terus memburuk dan serba tidak pasti seperti sekarang membuat Indonesia selaku Presidensi G20 akan terus mendorong adanya ekonomi global yang berkelanjutan.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.