• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Rektor UNR : Dipilih Sebagai Lokasi KTT G20, Bukti Bali Masih “Window of The World”

Rektor UNR : Dipilih Sebagai Lokasi KTT G20, Bukti Bali Masih “Window of The World”

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 7 November 2022

Rektor UNR : Dipilih Sebagai Lokasi KTT G20, Bukti Bali Masih “Window of The World”

Dalam perjalanan kepariwisataan Bali yang dimulai jauh sebelum masa kemerdekaan, telah memiliki banyak julukan. Salah satunya, menurut Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Bali, Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MBA., MM., M.Hum adalah The Window of The World, jendela dunia.

Julukan ini muncul saat Bali menjadi lokasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) setahun ini, dan pada puncaknya akan berlangsung tanggal 15 – 16 November 2022 di Nusa Dua, Bali, dimana para pemimpin tertinggi dari 19 negara hadir, terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki dan sebuah lembaga Uni Eropa. Selain itu akan diundang juga sejumlah pemimpin dunia dan lembaga diluar G20, sehingga pemberitaan tentang dunia bisa dilihat dari apa yang terjadi di pertemuan tersebut.

Menurut aktivis lingkungan di bidang bambu ini, “Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut saya, sebagai stimulus dan pembuktian bagi Bali masih tetap menjadi “window of the world”. Sekaligus juga Bali masih dipercaya oleh dunia, karena masyarakat Bali dipercaya masih konsisten, Bali masih aman terhadap kunjungan dari wisatawan mancanegara.”

Sebagai masyarakat Bali dan pimpinan di Universitas Ngurah Rai Bali, tentunya sangat bersyukur dan menyambut baik dengan diselenggarakannya KTT G20 ke-17, di Indonesia, khususnya di Bali.

Tentu dipilihnya Bali sebagai tuan rumah pertemuan yang sangat penting bagi di dunia ini, menurut Putu Tirka, pastinya sudah melalui proses tertentu dan tahapan tahapan persiapan, negosiasi dan juga berbagai kebijakan yang telah juga diimplementasikan untuk mensukseskan acara ini. Nah saya juga sebagai masyarakat dan pimpinan Universitas Ngurah Rai mengucapkan selamat bagi pemerintah RI dan pemerintah Bali sudah berhasil dan mampu mengawal proses tersebut hingga diputuskan keberlangsungan G20 di Bali.”

Kata Tirka, semua menyadari bahwa sebagian besar perekonomian Bali bertumpu pada pariwisata di dunia global,
“Dan menyadari dunia pariwisata ini sangat “fragile” atau rentan terhadap kondisi dan situasi alam dan keamanan secara menyeluruh. Apalagi baru saja kita mengalami Pandemi COVID-19, dimana kita semua berupaya dan berusaha keras secara menyeluruh dan holistik keluar dari krisis multidimensi tersebut.”

Dengan diselenggarakan G20 ke-17 di Bali ini, menurut Putu Tirka sebagai stimulus bagi recovery Bali dalam segala bidang.

Putu Tirka menjelaskan civitas akademika UNR memiliki program “chit chat” dimana sebuah bincang santai dengan warga dari mancanegara, “Program kami ini kita “launch” setiap bulan, menanyakan bagaimana kesan dan pesan mereka setelah berkunjung ke Bali. Dan itu adalah data yang sahih dan kami akan jadikan masukan kepada pemerintah daerah khususnya, sehingga Bali akan tetap jadi tujuan, lokal, nasional maupun global.”

Kembali ke G20, sejak dicanangkan perhelatan tersebut civitas akademika UNR, melalui network yang dimiliki, berperan aktif menjemput bola. Turut menjabarkan tema G20″ recover together, recover stronger, termasuk juga pada kegiatan yudisium dan wisuda UNR.

Putu Tirka mengatakan pihaknya sudah berpartisipasi aktif dalam beberapa kegiatan pra-KTT G20 yang telah berlangsung, “Antara lain kami juga ikut dalam pertemuan development group meeting yang diadakan di Nusa Dua dalam bulan Agustus 2022. Juga dosen dan mahasiswa kami dalam pra-KTT Values Twenty yang diselenggarakan 2 hari dalam tanggal 20 dan 21 Oktober 2022, dimana mahasiswa kami ada 2 grup. Grup pertama menghadiri konferensi dalam 2 hari, dan satu grup kami, yaitu inkubator bisnis kami atau Inbis kami menyelenggarakan pameran produk produk bisnis mereka di pra-KTT Values Twenty. Jadi mereka sangat berperan mengikuti G20. Manfaatnya, ada edukasi nyata yang anak anak kami dapatkan secara interaktif.”

Terkait kepemimpinan Presidensi Jokowi di G20, menurut Putu Tirka sangat patut diteladani, “Sebagai leader beliau penuh kesederhanaan dan kepolosan, beliau sangat aktif dan arif juga. Bijaksana dan berani “take the risk” berani ambil resiko pada permasalahan dunia.”.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.