• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Masyarakat Harus Hormati Proses Hukum Lukas Enembe

Masyarakat Harus Hormati Proses Hukum Lukas Enembe

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 20 October 2022

Masyarakat Harus Hormati Proses Hukum Lukas Enembe

Oleh : Saby Kossay

Kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan perbuatan tercela dan harus diusut tuntas karena merugikan rakyat Papua. Oleh sebab itu, masyarakat terutama warga Papua, harus menghormati proses hukum Lukas Enembe.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, menjadi tersangka kasus korupsi dan gratifikasi senilai miliaran rupiah. Namun proses hukumnya tersendat-sendat karena ia menolak keras panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan tetap berdiam di rumahnya di Papua. Sesuai aturan, jika sudah mangkir 2 kali dari panggilan, maka akan dilakukan penjemputan paksa.

Namun Lukas tetap ngotot tak mau datang dengan alasan stroke dan sakit jantung.
Kasus Lukas semakin lama selesainya karena ada sebagian warga Papua yang berjaga di depan rumah sang gubernur dan berusaha agar ia tidak dijemput KPK.

Mirisnya, ada yang bersiaga sambil membawa senjata tradisional, seolah-olah mau mengajak perang. Padahal sebagai warga negara yang baik, mereka tidak boleh membela orang yang bersalah, termasuk sang gubernur Papua.

Seharusnya masyarakat Papua menghormati proses hukum Lukas Enembe dan membiarkan KPK bekerja. Apalagi kasusnya adalah korupsi dan yang diambil adalah uang rakyat. Jangan mencampuri yang bukan urusannya dan malah membela maling yang diam-diam telah mencuri uang mereka.

Theo Litaay, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), menyatakan bahwa seharusnya masyarakat Papua menghargai proses hukum yang sedang dihadapi oleh Gubernur Papua Lukas Enembe. Pemerintah ingin meningkatkan good governance diseluruh Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan pemerintah yang bersih dan berwibawa.
Dalam artian, jika ada pengaplikasian good governance, maka segala kesalahan di pemerintah daerah harus dihapuskan. Termasuk jika ada yang korupsi dan gratifikasi. Normalisasi kesalahan seperti korupsi adalah juga sebuah kesalahan, dan sejak era reformasi KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) wajib dibasmi karena merugikan pemerintah dan masyarakat.
Seharusnya masyarakat benar-benar menghormati proses hukum Lukas Enembe dan tidak marah karena gubernur idolanya dijadikan tersangka. Mereka juga tak boleh menuduh ada konspirasi politik dibalik rencana penjemputan Lukas. Penyebabnya karena kasus ini murni korupsi dan KPK sudah menyelidiki serta mengumpulkan barang bukti sejak tahun 2017.
Salah satu barang bukti yang ada dalam kasus Lukas adalah video CCTV ketika ia sedang berjudi di luar negeri. Dipastikan ia berjudi dengan uang hasil korupsi, apalagi juga ditemukan uang lebih dari 500 miliar rupiah di rekening kasino tersebut. Sedangkan rekening pribadi Lukas juga telah dibekukan dan isinya lebih dari 70 miliar rupiah.
Lukas Enembe memang seorang gubernur tetapi dimata hukum ia tetap orang biasa, jadi tidak bisa kebal hukum. Masyarakat Papua jangan terlalu membela Lukas karena ia memang bersalah. Mereka seharusnya melihat juga video saat Lukas asyik berjudi, seperti inikah kelakuan pemimpin yang mereka cintai? Sungguh mengecewakan. Masyarakat juga seharusnya memakai logika bahwa dengan gajinya, Lukas tak mungkin punya uang hingga miliaran rupiah.
Sementara itu, Juru Bicara KPK Ali Fikri menegaskan bahwa Lukas Enembe harus kooperatif. Ia mengingatkan kepada masyarakat dan semua pihak agar tidak menghalangi proses penyidikan pada kasus korupsi ini. Penyebabnya karena pada Pasal 21 UU Tipikor (tindak pidana korupsi), disebutkan bahwa mereka yang menghalangi penyidikan akan mendapat ancaman hukuman 12 tahun penjara.
Ancaman hukuman ini tidak main-main dan harus dipahami oleh masyarakat. Jangan sampai ketika ada penjemputan paksa oleh KPK dan pihak berwajib, warga Papua yang berjaga malah mengancam dengan panah dan senjata tradisional lain. KPK datang bukan untuk berperang, melainkan menegakkan hukum di Indonesia. Seharusnya masyarakat mengerti, karena jika tidak mereka akan terancam dibui juga.
Masyarakat Papua wajib menghormati proses hukum Lukas Enembe dan membiarkan KPK menginterogasi sampai tuntas. Sebagai tersangka, seharusnya Lukas didatangkan ke KPK. Bukannya malah dilindungi oleh rakyat dengan alasan kemanusiaan. Bukankah terbalik ketika seorang penjahat malah dilindungi habis-habisan? Mau jadi apa negeri ini jika seorang tersangka malah diproteksi dengan alasan sakit keras?
Ali Fikri juga mengingatkan ke tim kuasa hukum Lukas Enembe untuk tidak menghalangi penyidikan KPK. Dalam artian, mereka terlalu mengintervensi dan menyusahkan kinerja KPK. Tim kuasa hukum terus memprovokasi warga untuk membela Lukas. Tak heran banyak warga yang berjaga didepan rumah gubernur di Jayapura-Papua, bahkan sampai radius 200 meter.
Masyarakat, terutama warga Papua, seharusnya sadar bahwa Lukas Enembe sudah melakukan korupsi dan gratifikasi. Jangan justru dibela dan menghalangi kinerja KPK. Seharusnya mereka menghormati proses hukum dan membiarkan KPK melakukan penjemputan paksa ke Papua. Lukas sudah terbukti bersalah, oleh karena itu seharusnya ia dibiarkan untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.