• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Iklim Investasi di Indonesia Terus Membaik

Iklim Investasi di Indonesia Terus Membaik

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 18 October 2022

Iklim Investasi di Indonesia Terus Membaik

Oleh : Andi Kurniawan

Iklim investasi merupakan hal yang harus dijaga demi meningkatnya investasi di Indonesia. Pandemi di Indonesia dengan segala tantangan ekonomi yang menerpa, rupanya telah berhasil dilewati hingga Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi favorit di Asia Tenggara.

Iklim investasi adalah seluruh rangkaian kebijakan, kelembagaan serta lingkungan, baik yang sedang berlangsung maupun yang diharapkan terjadi di masa datang yang bisa mempengaruhi tingkat pengembalian dan risiko suatu investasi.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa iklim investasi di Indonesia sudah semakin menarik, bahkan setelah berhasil melewati dua tahun pandemi.

Wakil Ketua Umum Bidang perindustrian Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar menilai, iklim investasi di Indonesia sudah membaik.

Hal ini dilihat dari regulasi yang bisa mendukung penerapan investasi seperti Omnibus Law.
Bobby menerangkan, peraturan baru ini bisa memotong proses birokrasi yang panjang menjadi sederhana.

Ditambah lagi, terdapat 270 juta penduduk di Tanah Air yang dapat membuat negara ini menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Dengan memperbaiki regulasi juga ikut memperbaiki infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk menurunkan biaya logistik, memberikan insentif kepada investor hingga Indonesia menjadi sangat menarik sebagai negara destinasi investasi.
Bobby menyebutkan, beberapa tahun yang lalu relokasi bisnis dari Tiongkok banyak menuju Vietnam dan negara lain di Asia Tenggara. Namun saat ini, Indonesia telah menjadi prioritas tujuan relokasi tersebut. Tahun ini Indonesia menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat bagus, setelah berhasil melewati gejolak pandemi dalam dua tahun terakhir. Sehingga Kadin melihat, berdasarkan semua angka ekonomi, Indonesia masih menjadi salah satu pemasok di dunia, terlebih Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Meski demikian, Bobby mengatakan bahwa sejauh ini Indonesia baru memaksimalkan komoditas seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku. Menyadari hal ini, Pemerintah Indonesia mengubah kebijakan secara drastis di luar kebiasaaan dengan menumbuhkan industri hilir, demi meningkatkan ekonomi negara.
Dengan mengubah bahan baku menjadi produk bernilai tambah tinggi, ekspor produk nikel pada akhir Agustus 2022 meningkat menjadi 8,7 miliar US Dolar dari 1,1 miliar US Dolar sekitar enam tahun yang lalu.Peningkatan ini merupakan hal yang luar biasa.
Untuk dapat bertahan dalam jangka pendek hingga menengah, Bobby berpesan agar Indonesia dapat memperbesar dan menjaga pertumbuhan pasar domestik. Salah satunya dengan membeli produk dalam negeri, mensubstitusi produk dengan menufaktur lokal. Hal ini telah didukung pemerintah dengan kewajiban membelanjakan 40% APBN atau APBD untuk produk lokal, demi menciptakan percepatan pasar domestik yang semakin besar.
Bobby juga menyebutkan pemerintah telah melakukan pemberdayaan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan melibatkan kemitraan bersama perusahaan besar. Sebab, 90% ekonomi Indonesia berasal dari UMKM.
Pada saat bersamaan, dijalankan pula peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung perkembangan industri dan perekonomian. Sebab, upaya mendorong UMKM naik kelas, membutuhkan mitra yang bisa melakukan penelitian dan pengembangan.
Selain itu, Transformasi dan reformasi proses investasi di Indonesia dilaksanakan melalui penetapan dan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja serta pemberian insentif bagi investor di sektor-sektor prioritas dan strategis. Simplifikasi dan percepatan proses pemberian izin yang dilaksanakan secara efektif dan transparan dengan menggunakan teknologi terkini, diharapkan mampu menarik pengusaha dari luar negeri untuk menanamkan modal di Indonesia.
Selain UU Cipta Kerja, pemerintah juga memberikan alternatif instrument investasi melalui Sovereign Wealth Fund Indonesia (SWFI) yang dikelola oleh Indonesia Investmen Authority (INA).
Sebelumnya, Kementerian Investasi telah mencatat realisasi investasi pada Januari-Juni 2022 sebesar Rp 584,6 triliun atau meningkat sebesar 32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebutkan, bahwa capaian ini menandakan telah pulihnya kinerja Investasi terhitung sejak pandemi melanda . Meski demikian dirinya juga menilai bahwa saat ini situasi perekonomian global tengah diselimuti ketidakpastian akibat perang Rusia-Ukraina.
Namun, Bahlil tetap optimis, bahwa pihaknya mampu mencapai target realisasi yang telah ditetapkan oleh presiden Jokowi. Rasa optimis ini muncul karena adanya kepercayaan investor kepada pemerintah serta stabilitas politik yang turut serta dalam memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.