• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Internasional»Kunjungan Jokowi ke Asia Timur Demi Ciptakan Terobosan Perekonomian Dunia

Kunjungan Jokowi ke Asia Timur Demi Ciptakan Terobosan Perekonomian Dunia

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 27 July 2022

Kunjungan Jokowi ke Asia Timur Demi Ciptakan Terobosan Perekonomian Dunia

Kunjungan yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Jokowi ke negara-negara di Asia Timur sangat penting untuk dilakukan lantaran memiliki misi besar demi bisa menciptakan sebuah terobosan bagi perekonomian dunia sehingga mampu melawan seluruh ancaman inflasi dan resesi yang saat ini semakin mengancam.

Saat ini kondisi perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja. Bukan hanya lantaran adanya pandemi COVID-19 yang kembali merebak di beberapa negara, namun juga hal tersebut adalah lantaran sebuah dampak panjang dari konflik Rusia dan Ukraina sehingga beberapa komoditas yang seharusnya bisa dengan lancar didistribusikan menjadi terhambat.

Maka alhasil, terjadi kelangkaan pasokan dan membuat harganya menjadi melambung naik, ancaman stagflasi, inflasi, resesi dan juga krisis pun semakin menghantui.

Dengan kondisi yang serba sulit seperti itu memang dibutuhkan suatu terobosan baru dalam menanganinya. Salah satu terobosan ternyata dilaksanakan oleh Presiden RI, Joko Widodo sembari rencananya untuk berkunjung ke beberapa negara di Asia Timur seperti China, Jepang dan Korea Selatan.

Selain memang untuk lebih memperkuat lagi posisi sebagai Presidensi dalam Kongres Tingkat Tinggi (KTT) G20, namun Prof. Hikmahanto Juwana selaku Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke negara-negara di Asia Timur itu memang menjadi langkah yang sangatlah jitu demi bisa membuat sebuah terobosan untuk perekonomian dunia yang kini tengah dilanda serba kesulitan.
Proposal mengenai terobosan akan perekonomian dunia itu, nantinya akan langsung ditunjukkan dalam acara puncak KTT G20. Bukan tanpa alasan Indonesia menjadi negara yang sangat aktif dalam mengusung semangat terobosan ekonomi dunia ini, pasalnya Indonesia sendiri merupakan salah satu negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara sehingga memang tidak bisa dipungkiri lagi pasti memiliki tanggung jawab cukup besar untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam kestabilan dan kemakmuran, termasuk juga perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.
Sebagai salah satu negara yang juga menjadi non-blok serta memang sudah menjadi cita-cita para pendiri Bangsa bahkan juga termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, maka giat untuk terus menjalin perdamaian bahkan menjadi negara yang akan terus menjembatani solidaritas antar negara lainnya terus dilakukan oleh Indonesia, terutama dalam kondisi yang serba genting seperti sekarang ini.
Lebih lanjut, Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia tersebut juga menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengunjungi China, Jepang dan juga Korea Selatan adalah sebuah tindakan yang sangatlah tepat, bukan hanya demi bisa menjalin kerja sama yang nantinya bisa saling menguntungkan secara bilateral, namun juga dalam rangka melanjutkan misi perdamaian yang beliau bawa demi konflik Rusia dan Ukraina segera berakhir terutama kepada ketiga pemmpin negara Asia Timur yang didatangi tersebut.
Prof. Hikmahanto juga melihat bahwa kunjungan yang dilaksanakan Presiden RI ketujuh itu juga demi bisa memastikan kehadiran ketiga negara Asia Timur tersebut dalam puncak acara KTT G20 yang rncananya akan diselenggarakan langsung pada November 2022 mendatang di Bali.
Sementara itu, Retno marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI menyatakan bahwa memang fokus utama yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan kunjungannya ke China, Jepang dan Korea Selatan adalah untuk membahas strategi penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan juga pada sektor investasi. Perlu diketahui bahwa China sendiri sejauh ini memang merupakan mitra dagang terbesar bagi Indonesia lantaran pada tahun 2021 saja, mereka sudah memiliki nilai total perdagangan hingga sebesar 110 miliar US Dollar dengan nilai investasi hingga 3,2 miliar US Dollar. Kemudian untuk Jepang sendiri pada tahun lalu memiliki nilai perdagangan mencapai lebih dari 32 miliar US Dollar dan investasinya hingga 2,26 miliar US Dollar dan Korea Selatan pun tidak kalah, lantaran sudah ada nilai perdagangan 18,41 miliar US Dollar dengan investasi 1,64 miliar US Dollar.
Menlu Retno menambahkan bahwa bukan hanya sekedar masalah ekonomi dan perdagangan saja yang akan dibahas oleh Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke negara Asia Timur tersebut, namun beliau juga akan memperbincangkan mengenai bagaimana perkembangan terakhir dari beberapa isu kawasan serta isu internasional karena posisi dari ketiga negara itu memang sangatlah penting di ASEAN sendiri.
Terdapat fakta unik lain di balik kunjungan kerja yang dilakukan oleh Presiden Jokowi ke China, karena melakukan pertemuan secara langsung dengan Perdana Menteri Li Keqiang dan juga Presiden Xi Jinping. Fakta tersebut adalah ternyata Jokowi adalah pemimpin asing pertama yang akan diterima secara langsung oleh Xi Jinping datang ke negaranya selama masa pandemi COVID-19 ini di luar sebuah ajang Olimpiade musim dingin yang memang telah diselenggarakan pada awal tahun lalu.
Kemudian setelah berkunjung ke China, maka perjalanan dilanjutkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Fumio Kishida di Tokyo, Jepang beserta beberapa kalangan pebisnis di Negeri Sakura itu, serta keesokan harinya Presiden Jokowi akan langsung kembali bertolak ke Korea Selatan untuk juga bertemu dengan pimpinan negara itu.
Dengan adanya segenap permasalahan pelik yang belakangan ini terjadi, mulai dari konflik berkepanjangan Rusia dan Ukraina hingga dampaknya terus dirasakan sampai sektor perekonomian dunia pun ikut terguncang, tentunya Indonesia sebagai Presidensi KTT G20 tidak bisa tinggal diam. Maka dari itu Presiden Joko Widodo langsung bertindak cepat dengan merencanakan agenda pertemuan dengan tiga negara Asia Timur demi membahas terobosan bagi perekonomian dunia yang sekarang sedang terus digempur sentimen negatif hingga ancaman inflasi serta resesi.

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.