• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Tetap Taat Prokes, Pandemi Belum Selesai

Tetap Taat Prokes, Pandemi Belum Selesai

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 27 June 2022

Tetap Taat Prokes, Pandemi Belum Selesai

Oleh : Putu Prawira

Pandemi belum dinyatakan selesai, oleh karena itu tetaplah menjaga protokol kesehatan. Kedisiplinan terhadap Prokes diharapkan dapat mencegah lonjakan kasus Covid-19 akibat munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5
Pandemi Covid-19 yang terjadi secara global ini tidak hanya berefek negatif ke bidang kesehatan, tetapi juga ekonomi.

Kedua hal itu saling berkaitan, karena jika banyak yang sakit, dunia kerja tidak bisa bergerak dengan dinamis dan akibatnya perekonomian menurun.

Banyak orang yang masih salah paham karena mengira pandemi telah selesai karena masyarakat sudah diperbolehkan untuk mudik pada Lebaran beberapa bulan lalu, dan mulai banyak kegiatan outdoor.

Mereka yang awam masih perlu disosialisasikan lagi bahwa pandemi belum selesai, karena virus Covid-19 masih bercokol. Oleh karena itu tetaplah berdisiplin dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai tindakan pencegahan Corona.
Abraham Wirotomo, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, menyatakan bahwa pandemi belum berakhir. Hal ini dipertegas dengan Surat Edaran (SE) Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang memberi penjelasan kepada para kepala daerah bahwa pandemi belum usai. Sementara itu, penerapan protokol kesehatan perlu dilaksanakan secara ketat, untuk mengendalikan penyebaran Corona.
Selama 2 tahun ini masyarakat sudah biasa untuk menerapkan protokol kesehatan, jadi sebenarnya tidak terlalu sulit untuk meneruskan kebiasaan baik ini. Jika pandemi dinyatakan belum selesai maka tetaplah memakai masker, baik di dalam maupun di luar ruangan. WHO merekomendasikan masker ganda dengan posisi masker kain di luar dan masker disposable di bagian dalam, agar bisa memfilter droplet dengan maksimal.
Mengapa harus masker ganda? Penyebabnya karena virus Covid-19 terus bermutasi dan terakhir adalah varian Omicron, yang bermutasi lagi jadi subvarian BA.4 dan BA.5. Subvarian ini ditengarai lebih berbahaya dan menyebabkan ledakan kasus Corona di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Dengan pemakaian masker ganda maka penularannya bisa dicegah.
Taati juga poin lain dalam protokol kesehatan seperti mencuci tangan atau memakai hand sanitizer¸ menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. Selain itu, setelah sampai rumah langsung mandi, keramas, dan ganti baju. Menjaga higienitas adalah syarat mutlak agar tidak membawa virus dan bakteri dari luar rumah.
Menaati protokol kesehatan tidak sesulit itu karena sebenarnya masyarakat sudah melakukannya setiap hari. Selain mencegah penularan Corona, protokol kesehatan juga mencegah penularan virus hepatitis misterius. Jadi, penerapan protokol adalah kewajiban agar tetap sehat dari segala penyakit.
Abraham menambahkan, penerapan protokol kesehatan dengan ketat tujuannya untuk memulihkan perekonomian nasional. Dalam artian, masyarakat amat membantu pemerintah jika semua orang menerapkan protokol kesehatan. Ketika semuanya tertib pakai masker dan menjaga jarak maka jumlah pasien Corona menurun dan pemerintah bisa fokus serta menggunakan dana APBN untuk perekonomian, bukan lagi di bidang kesehatan.
Sebaliknya, ketika banyak orang yang malas pakai masker dan membuat keramaian di mana-mana, maka otomatis membuat klaster Corona baru. Jumlah pasien Covid-19 naik lagi dan akibatnya pandemi entah kapan berakhirnya. Perekonomian tergoncang karena pelaku ekonomi kena Corona dan negara bisa terancam krisis keuangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap menaati protokol kesehatan dan tidak boleh kendor sama sekali. Jangan lupa untuk memakai masker, mencuci tangan, dan menaati protokol lain dalam protokol kesehatan. Corona amat berbahaya, oleh karena itu cegah penularannya dengan taat protokol kesehatan.

)* Penulis adalah Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

RUU Ketenagakerjaan Didorong Perluas Lapangan Kerja dan Upskilling Pekerja

September 9, 2026

Pemerintah Tepat Mengutamakan Keselamatan Warga dan Penerbangan saat Erupsi

September 9, 2026

RUU Ketenagakerjaan Didorong Perluas Lapangan Kerja dan Upskilling Pekerja

By Kata IndonesiaSeptember 9, 20260

RUU Ketenagakerjaan Didorong Perluas Lapangan Kerja dan Upskilling Pekerja Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan…

Pemerintah Tepat Mengutamakan Keselamatan Warga dan Penerbangan saat Erupsi

By Kata IndonesiaSeptember 9, 20260

Pemerintah Tepat Mengutamakan Keselamatan Warga dan Penerbangan saat Erupsi Oleh: Galih Bagus Wiratama Erupsi Gunung…

Informasi Resmi adalah Kunci agar Waspada Bencana Tidak Berubah Menjadi Kepanikan

By Kata IndonesiaSeptember 9, 20260

Informasi Resmi adalah Kunci agar Waspada Bencana Tidak Berubah Menjadi Kepanikan Oleh: Yandi Arya Adinegara…

Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya, Catatan perjalanan mengikuti dua konferensi di Jakarta dan Bali

By Kata IndonesiaSeptember 9, 20260

Pada 5 September, saya berangkat dari Kuningan menuju Jakarta dengan kereta api. Tujuan pertama saya…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.