Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto buk suara soal temuan sejumlah survei yang menyebut elektabilitas PDIP bakal naik jika mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden daripada Puan Maharani.
Hasto menyebut, PDIP masih terlalu jauh jika berbicara mengenai calon presiden. Kata dia, survei-survei tersebut masih bisa berubah. Sementara itu, ujar dia, PDIP saat ini masih fokus pada kerja-kerja untuk rakyat ketimbang elektoral.
“Karena naik turunnya partai politik itu kan berdasarkan kerja kolektif turun ke bawah, bukan kerja orang-perorangan. Terlalu berbahaya bagi suatu bangsa kalau hanya berdasar kekuatan orang per orang,” ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, (20/5/2022).
Dalam berbagai survei, Ganjar Pranowo konsisten berada di posisi tiga teratas, sementara Puan Maharani di jajaran bawah. Dalam hasil survei Politika Research & Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia yang dirilis awal Maret lalu misalnya, Puan menempati urutan paling buncit dari 11 figur Capres potensial untuk Pemilu 2024 dengan angka 5,8 persen, sementara Ganjar di posisi pertama 7,51 persen.
Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis awal April lalu juga menunjukkan, pada simulasi semi terbuka dengan 43 nama, Ganjar berada di posisi teratas dengan 18,1 persen, sementara Puan Maharani di angka 0,8. Jika dikerucutkan pada basis massa PDIP saja,
pemilih PDIP paling banyak mendukung Ganjar dengan 34,2 persen. Disusul Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 11,1 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 7,2 persen, dan Ketua DPR RI Puan Maharani 1,9 persen.