• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Menolak Politisasi Demo Untuk Menggulingkan Pemerintahan

Menolak Politisasi Demo Untuk Menggulingkan Pemerintahan

  • Kata Indonesia
  • - Friday, 20 May 2022

Menolak Politisasi Demo Untuk Menggulingkan Pemerintahan

Oleh : Surya Aji

Sejumlah elemen masyarakat berencana akan melakukan aksi demonstrasi pada 21 Mei 2022. Para pengunjuk rasa pun diimbau untuk tidak memolitisasi isu tersebut untuk menggulingkan pemerintahan, mengingat pengunduran Presiden dan Wapres harus sesuai konstitusi.

Para buruh yang tergabung dalam GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat) akan berdemo lagi pada tanggal 21 Mei 2022 mendatang. Kabar ini agak mengejutkan karena pada bulan ini mereka sudah beberapa kali berunjuk rasa.

Alasan pemilihan tanggal 21 Mei 2022 karena ingin mengenang masa reformasi, dimana tanggal tersebut mantan Presiden (alm) Soeharto digantikan oleh (alm) BJ Habibie.

Anggota DPR RI Irma Chaniago menyatakan bahwa jika ada elemen atau kelompok masyarakat yang berdemo dan minta pemakzulan maka dia belum/tidak memahami Undang-Undang di Indonesia, karena hal itu hanya bisa dilakukan oleh DPR. Jika buruh berdemo jangan mengatasnamakan rakyat Indonesia.
Dalam artian, aspirasi segelintir masyarakat juga tidak mewakili suara rakyat karena mereka meminta pemakzulan, padahal rakyat masih menginginkan Presiden Jokowi sampai selesai masa tugasnya. Untuk apa ganti pimpinan jika hanya sekian persen masyarakat yang memintanya. Mayoritas rakyat tidak mau presidennya diganti karena kinerja Presiden amat baik.
Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi oleh buruh dan diharap untuk tetap tenang serta tidak terpancing dengan isu demo tersebut. Penyebabnya karena ide pemakzulan yang dibawa oleh para buruh tidak relevan. Untuk apa minta pemakzulan ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat, bahkan melebihi keadaan sebelum pandemi. Para investor juga berlomba-lomba untuk menanamkan modal di Indonesia. Jika Presidennya ganti maka semuanya akan kacau-balau.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh unjuk rasa buruh. Untuk apa meminta pemakzulan jika masa jabatan Presiden hanya tinggal 2 tahun lagi. Jika ada presiden baru maka dalam 2 tahun akan sangat sulit untuk berbuat sesuatu karena sempitnya durasi masa jabatan dan akan kacau-balau karena kebijakan bisa berganti dengan cepat, malah akan memusingkan.
Memang tahun 1998 terjadi pendudukan gedung MPR RI dan Orde Baru tumbang. Namun pergantian Presiden terjadi ketika (alm) mantan Presiden Soeharto mengundurkan diri. Hal ini tidak akan terjadi jika terjadi demo buruh pada tanggal 21 Mei 2022 mendatang karena gedung MPR RI akan dijaga dengan sangat ketat dan Presiden Jokowi akan terus jadi RI-1, karena mayoritas rakyat masih mendukungnya.
Lagipula pemakzulan baru boleh terjadi karena perintah dari DPR RI. Jadi, ketika ada demo buruh yang meminta ganti Presiden, tidak akan dikabulkan oleh anggota DPR. Untuk apa pemakzulan dilakukan jika keadaan rakyat Indonesia baik-baik saja? Pemerintah cukup berhasil dalam menangani dampak pandemi dan sektor pariwisata, ekonomi, dan lain-lain sudah pulih. Buktinya Mall selalu dipadati pengunjung dan Bali ramai lagi.
Ide pemakzulan Presiden benar-benar ngawur dan disinyalir ada pihak yang menyetir para buruh agar melakukan demo yang anarkis. Masyarakat diminta terus untuk waspada akan demo buruh dan jangan malah terpengaruh oleh ocehan mereka. Situasi Indonesia sudah cukup tenang walau masih pandemi, jangan malah disuruhi oleh demo buruh berjilid-jilid.
Demo yang akan dilakukan oleh para buruh tanggal 21 Mei 2022 sebaiknya dibatalkan karena hanya menggangu situasi kondusif dan tidak mewakili aspirasi warga. Masyarakat diminta untuk bijak dan mengabaikan ajakan untuk berdemonstrasi yang hanya menghambat berbagai pemulihan akibat terdampak pandemi Covid-19.

)* Penulis adalah Pegiat Literasi Publik

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.