• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Hukum & Kriminal»Radikalisme Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Radikalisme Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 7 May 2022

Radikalisme Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Oleh : Abdul Hamid

Penangkapan anggota jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di beberapa daerah belakangan ini menujukkan bahwa penyebaran radikalisme masih berlangsung. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan bersinergi untuk membendung paham terlarang tersebut.

Indonesia sudah merdeka selama 75 tahun. Dalam menjaga kedaulatan bangsa maka sebagai warga negara yang baik, kita wajib untuk mempertahankan nasionalisme. Selain itu, masyarakat juga wajib untuk menghindari radikalisme dan terorisme, karena paham ini bisa menghancurkan bangsa dan menggusur demokrasi di Indonesia.

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menyatakan bahwa masyarakat harus tetap waspada akan aksi radikalisme dan terorisme. Jangan terjebak akan isu intoleransi karena intoleran adalah akar dari radikalisme. Biasanya intoleransi akan diarahkan ke sikap anti pemerintah.

Saat ini anggota kelompok radikal karena makin licik dalam menghasut masyarakat. Mereka membaur dan seolah-olah menjadi orang biasa, padahal diam-diam menyebarkan radikalisme. Caranya adalah dengan memprovokasi masyarakat agat membenci pemerintah dan lama-lama pikirannya digiring agar menyetujui terbentuknya negara khilafah.
Apalagi di masa pandemi, kelompok radikal juga menghasut masyarakat agar tidak menuruti berbagai aturan dari pemerintah. Misalnya protokol kesehatan dan pemakaian masker, mereka beralasan bahwa Corona tidak ada. Itu hanya penyakit dari negara musyrik sehingga tak usah dipercaya dan tak usah taat protokol kesehatan. Jangan sampai banyak yang teracuni oleh hasutan jahat seperti ini karena taruhannya adalah nyawa.
Kelompok radikal juga intoleran dan menghasut masyarakat untuk ikut intoleran. Mereka memang sengaja melakukannya agar terjadi kekacauan sosial di Indonesia. Padahal sikap intoleran amat berbahaya karena bisa memantik isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) sehingga wajib diberangus.
Oleh karena itu masyarakat memang harus waspada akan radikalisme dan tidak boleh meremehkannya, karena paham ini berbahaya dan bisa mengacaukan sistem sosial di Indonesia. Jangan sampai banyak warga yang teracuni oleh radikalisme, jadi pembenci pemerintah (padahal mereka telah menerima bansos dan berbagai bantuan dari pemerintah), dan akhirnya menyetujui negara khalifah.
Untuk memberantas radikalisme maka kita wajib meningkatkan radar sensitivitas. Saat bergaul dengan tetangga atau orang baru memang wajib bersikap ramah tetapi lihat dulu siapa dia. Jika dia mengajak untuk melawan pemerintah dan membuat negara khilafah, maka sudah pasti radikal. Jauhi dia pelan-pelan karena pemikirannya berbahaya.
Menjauhi orang yang radikal bukan berarti pilih-pilih teman, melainkan menjauhkan diri sendiri dari marabahaya. Kita tidak tahu seberapa radikal teman tersebut. Bisa saja ia masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan anggota kelompok teroris sehingga memang lebih baik dijauhi.
Cara memberantas radikalisme juga dengan mengajarkannya di sekolah-sekolah. Para murid dididik untuk lebih memiliki rasa nasionalisme. Mereka juga dikenalkan seperti apa radikalisme dan bahayanya. Sehingga jika ternyata kenal dengan anggota kelompok radikal, akan menolak ajakannya mentah-mentah.
Memberantas radikalisme juga bisa dilakukan di dunia maya. Jangan share berita sembarangan apalagi dengan judul fantastis, bisa jadi itu hanya click-bait atau hoax yang sengaja dibuat dan disebar oleh kelompok radikal. Waspada akan akun-akun radikal dan langsung laporkan saja ke polisi siber agar kemudian di-take down.
Radikalisme masih ada di Indonesia dan kita harus tetap waspada agar tidak terseret dalam arus radikal. Jangan sampai tak sengaja menyebarkan radikalisme karena asal share berita di media sosial atau grup Whatsapp (WA) dan periksa dulu kebenarannya. Jangan pula asal bergaul karena anggota kelompok radikal sudah menyebar ke mana-mana.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.