• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Menolak Campur Tangan Asing Dalam Isu Papua

Menolak Campur Tangan Asing Dalam Isu Papua

  • Kata Indonesia
  • - Sunday, 24 April 2022

Menolak Campur Tangan Asing Dalam Isu Papua

Oleh : Rebecca Marian

Kedaulatan Indonesia atas Papua sudah final karena telah sesuai dengan hukum yang ada. Oleh sebab itu, masyarakat menolak campur tangan asing dalam isu Papua yang merupakan persoalan dalam negeri Indonesia.

Dalam pergaulan internasional, Indonesia selalu dihormati oleh negara-negara lain. Posisi Indonesia strategis dan dipercaya jadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 hingga Inter Parliement Union (IPU) meeting.

Namun walau pemerintah berusaha membina hubungan baik dengan negara-negara lain, ada saja yang ikut campur dalam urusan internal Indonesia, terutama Papua.

Kerusuhan yang ada di Papua tidak hanya dibuat oleh kelompok separatis dan teroris (KST). Namun juga oleh interverensi dari negara lain. Ada yang memanfaatkan berita yang tersebar dari Papua untuk ‘digoreng’ ke dunia internasional dan mereka memutarbalikkan yang sebenarnya.

Padahal untuk urusan internal seperti Papua, pihak asing tidak boleh ikut campur. Penyebabnya karena mereka melanggar hukum internasional. Tetapi mereka tetap saja melakukannya karena merasa jumawa.

Salah satu negara yang aktif memojokan Indonesia dalam urusan Papua adalah Vanuatu. Negara kecil di kepulauan pasifik tersebut seringkali menyinggung persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dan mendukung kemerdekaan Papua. Faktanya, informasi yang disampaikan Vanuatu kebanyakan adalah hoaks karena Pemerintah Indonesia berusaha maksimal memajukan Papua, termasuk Orang Asli Papua (OAP).
Jika Vanuatu atau pihak asing lain mempermasalahkan pelanggaran hak asasi manusia di Papua maka jangan melihat per kasus tetapi harus secara keseluruhan. Tidak bisa dibilang ada pelanggaran hak asasi ketika ada penangkapan anggota Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua, karena mereka telah meresahkan masyarakat. Justru KST yang melanggar hak asasi warga sipil karena berkali-kali melakukan penyerangan dan pembunuhan.
Aneh sekali ketika pihak asing malah ingin Papua merdeka dan memuji KST, padahal mereka selalu melakukan tindak kriminal. Jangan malah membela penjahat karena dunia akan kacau-balau.
Untuk mencegah campur tangan asing dalam isu Papua maka Indonesia terus meyakinkan PBB bahwa tidak ada isu hak asasi manusia di Bumi Cendrawasih. Para pengurus PBB juga yakin bahwa Indonesia memiliki kredibilitas dan tidak mungkin melakukan pelanggaran hak asasi manusia, baik di Papua maupun di daerah lainnya.
Selain itu, interverensi bisa dicegah dengan menegur langsung ke pemerintahannya. Misalnya jika ada surat kabar asing yang memberitakan hal salah tentang Indonesia, maka Kementerian Luar Negeri dapat langsung memanggil Duta Besarnya di Indonesia.
Saat ada pemberitaan tentang Papua yang tidak benar maka netizen Indonesia juga bisa langsung memprotes di kolom komen, baik di sosial media maupun di situs koran tersebut. Mereka memang harus diingatkan agar tidak lancang dan mencampuri urusan internal negeri ini.
Intervensi asing adalah hal yang dilarang dan melanggar hukum internasional. Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama semua pihak untuk bersama-sama menangkal intervensi asing dalam isu Papua karena sampai kapan pun Papua bagian tidak terpisahkan dari Indonesia.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.