• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Kebijakan Baru Percepat Titik Temu Harga dan Pasokan Minyak Goreng

Kebijakan Baru Percepat Titik Temu Harga dan Pasokan Minyak Goreng

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 19 March 2022

Kebijakan Baru Percepat Titik Temu Harga dan Pasokan Minyak Goreng

Oleh : Aditya Akbar

Pencabutan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng merupakan respons cepat Pemerintah untuk kembali menyediakan komoditas tersebut di pasaran.

Kebijakan baru tersebut diyakini akan mempercepat terbentuknya titik temu harga dan pasokan minyak goreng di pasaran.

Pemerintah telah resmi mencabut Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng. Kebijakan itu tertuang dalam Permendag Nomor 11/2022 yang intinya menyatakan minyak goreng harganya bisa kembali menyesuaikan di pasaran seperti biasanya.

Selain itu, Pemerintah menetapkan harga minyak goreng subsidi senilai Rp 14 ribu per liter.
Lebih lanjut, mengenai kebijakan DMO pemerintah memutuskan untuk mencabut dan menggantinya dengan pungutan ekspor yang dinaikkan.

Hal tersebut berguna supaya stok minyak goreng yang kita miliki tidak lari ke luar negeri sehingga kestabilan mekanisme pasar nasional bisa tetap terjaga dan pasokan minyak goreng untuk masyarakat tidak menjadi langka.

Meski kebijakan baru ini sudah sedemikian rupa dijalankan oleh Pemerintah untuk menanggulangi permasalahan minyak goreng yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, namun menurut Budi Gunawan selaku Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), kebijakan baru ini masih membutuhkan waktu untuk bisa benar-benar mengurai kekisruhan distribusi minyak goreng di masyarakat.

Poin penting yang juga disampaikan oleh Kepala BIN adalah kebijakan ini membutuhkan konsistensi yang harus benar-benar dijaga dalam pelaksanaannya serta pengawasan cermat mengenai praktiknya di lapangan.

Lebih lanjut, Budi Gunawan memprediksikan bahwa dengan kebijakan mencabut HET untuk minyak kemasan, maka otomatis akan mampu memulihkan distribusi komoditas itu di pasaran.

Meski begitu, dirinya juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa kenaikan harganya juga akan langsung terjadi secara cukup signifikan lantaran tidak ada batasan yang jelas mengenai maksimal harga yang harus dijualkan kepada masyarakat.
Namun menurutnya, meningkatnya harga minyak goreng kemasan akan berlangsung dalam waktu yang singkat saja lantaran juga akan dibarengi dengan adanya pasokan yang cukup mumpuni sehingga perlahan harga akan kembali stabil ketika antara supply and demand di pasar sudah stabil pula. Pada akhirnya kebijakan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah tersebut juga akan menjadikan harga ke level yang wajar kembali.
Inti dari keberhasilan kebijakan baru yang ditetapkan Pemerintah memang terletak pada konsistensi pelaksanaan serta pengawasan di lapangan. Keduanya harus benar-benar dipastikan berjalan sesuai dengan rencana supaya tidak menghambat proses pengembalian harga minyak goreng bagi masyarakat.
Ditambahkan pula oleh Kepala BIN, bahwa kebijakan yang baru ditetapkan itu nantinya harus secara simultan dibarengi dengan pengaman sosial. Hal tersebut berguna bagi masyarakat yang ternyata masih belum bisa menjangkau HET minyak goreng di pasaran. Pengaman sosial yang dimaksud adalah pemberian bantuan sosial (Bansos), BLT atau berbagai macam program bantuan lainnya.
Sementara itu, menurut Ekonom INDEF Eko Listiyanto, pembatasan HET yang sudah ditetapkan dengan besaran Rp 14 ribu sendiri sebenarnya, harga tersebut akan mempermudah masyarakat menengah ke bawah untuk tetap bisa menjangkaunya. Namun memang harus dijamin pula bahwa minyak goreng curah benar-benar mengalir ke pasar tradisional dan jangan sampai distribusinya dicegat oleh mafia.
Apresiasi tinggi patut kita berikan kepada Pemerintah yang telah berusaha mengembalikan keseimbangan harga dari pasokan minyak goreng. Namun demikian, masyakarat diharapkan dapat bersabar karena proses tersebut tentu akan membutuhkan waktu.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG JAKARTA — Pemerintah memperketat disiplin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.