• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Ekonomi»Mengapresiasi Pemerintah Jaga Stok Minyak Goreng di Pasar

Mengapresiasi Pemerintah Jaga Stok Minyak Goreng di Pasar

  • Kata Indonesia
  • - Saturday, 19 March 2022

Mengapresiasi Pemerintah Jaga Stok Minyak Goreng di Pasar

Oleh : Dian Ahadi

Pemerintah telah menyalurkan minyak goreng Subsidi ke pasar dan menyediakan minyak goreng premium yang kini sudah dapat dibeli masyarakat.

Masyarakat pun mengapresiasi upaya Pemerintah yang mampu mengakhiri kelangkaan dan menjaga stok minyak goreng tersebut.

Masyarakat kini mulai dapat bernafas lega karena Pemerintah telah mengakhiri krisis Minyak goreng. Sebagaimana diketahui, minyak goreng sempat langka sehingga ada antrean panjang di supermarket.

Masyarakat rela lelah untuk mendapatkannya karena memang sangat dibutuhkan untuk memasak.

Pemerintah memecahkan masalah kelangkaan ini dengan menyediakan minyak goreng subsidi (curah), sedangkan untuk minyak dengan kualitas premium kembali ke harga sebelumnya.

Masyarakat diminta untuk tidak kaget karena memang untuk yang premium harganya mengikuti harga minyak dunia yang naik drastis menjadi 130 dollar Amerika per barrel.

Jika mereka keberatan maka pemerintah menyediakan minyak subsidi (curah). Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, “Minyak subsidi tersedia di pasar (tradisional).”

Pernyataan ini menjawab kegundahan rakyat karena mereka tidak sanggup membeli minyak goreng premium, di tengah pandemi yang membuat dompet makin menipis.
Masyarakat bisa membeli minyak goreng curah dengan harga hanya 14.000 rupiah per liter. Harga ini merupakan HET (harga eceran tertinggi) sehingga tidak usah khawatir akan terlalu mahal.
Minyak goreng curah memang disalurkan ke pasar-pasar tradisional karena untuk supermarket dan minimarket kemampuan menjualnya terbatas. Sementara di pasar tradisional bisa lebih banyak menjual dan fleksibel. Selain itu, warga juga senang untuk belanja di pasar karena bisa mendapatkan berbagai sembako, mulai dari minyak sampai gula pasir.
Minyak goreng subsidi digelontorkan dengan tujuan masyarakat menengah sampai menengah ke bawah. Keberadaan minyak goreng subsidi diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tenang. Ketika minyak langka bahkan masyarakat berebut maka mereka pusing karena membutuhkannya tetapi barangnya tidak ada. Akan tetapi sekarang stok minyak sudah melimpah sehingga bisa digunakan dengan baik.
Banyaknya minyak goreng yang disalurkan ke pasar-pasar membuatnya tak lagi langka dan berpengaruh pada harganya. Jika mengikuti hukum ekonomi maka semakin langka suatu barang maka harganya semakin mahal. Akan tetapi ketika minyak stoknya banyak maka harganya akan stabil.
Para pedagang di pasar juga diminta untuk menjual sesuai aturan. Mereka tidak boleh melanggar peraturan dengan menaikkan harganya, meskipun masyarakat sangat membutuhkannya, utamanya menjelang Ramadhan. Para pedagang diharapkan tidak aji mumpung dengan mengatrol harga karena bisa ditindak oleh aparat keamanan.
Keberadaan minyak goreng yang kembali melimpah di pasaran diharapkan dapat menjadi kabar gembira menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Keberadaan tersebut juga dihadapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat tanpa harus melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

September 1, 2026

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

September 1, 2026

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Tepat Mendisiplinkan SPPG agar MBG Tidak Berjalan Asal-asalan Oleh: Revan Ananda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan cakupan program yang luas, pelaksanaannya membutuhkan tata kelola yang kuat, standar pelayanan yang jelas, serta pengawasan berkelanjutan. Karena itu, langkah pemerintah dalam mendisiplinkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penting untuk memastikan MBG tidak sekadar mengejar jumlah penerima manfaat, tetapi juga memperhatikan keamanan, kualitas, dan kelayakan makanan. Penguatan disiplin menjadi semakin penting seiring bertambahnya jumlah SPPG dan luasnya wilayah pelaksanaan MBG. Setiap unit memiliki tanggung jawab besar karena berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsi masyarakat. Kesalahan dalam pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi dapat berdampak terhadap penerima manfaat. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) karena itu tidak dapat dipandang sebagai formalitas, melainkan menjadi fondasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG menunjukkan bahwa persoalan yang ditemukan di lapangan mendapat perhatian dan menjadi bahan evaluasi. Langkah pemerintah mengevaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Presiden menunjukkan komitmen yang serius. Masukan dari berbagai pihak untuk melakukan pemantauan langsung di sejumlah daerah dan mengevaluasi pelaksanaan MBG menjadi koreksi yang positif bagi pemerintah. Fakta menemukan adanya pelaksanaan yang berjalan kurang baik, masih terdapat persoalan, khususnya kasus keracunan makanan. Atas temuan tersebut, mereka merekomendasikan BGN menutup secara permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan keracunan, sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam penyelenggaraan program MBG. Rekomendasi tersebut menunjukkan bahwa evaluasi dan penindakan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Ketika terdapat unit yang tidak menjalankan standar secara benar, tindakan korektif diperlukan agar persoalan tidak berulang dan tidak memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keseluruhan MBG. Penutupan SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan juga dapat menjadi bentuk penegakan standar sekaligus pembelajaran bagi unit lainnya. Keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makanan yang berhasil disalurkan. Program berskala nasional membutuhkan kualitas pelaksanaan yang konsisten di setiap daerah. Penerima manfaat membutuhkan makanan yang tersedia tepat waktu, bergizi, higienis, aman, dan diproses melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, penerapan SOP perlu dilakukan sejak pemilihan bahan baku, pemeriksaan kualitas, kebersihan dapur, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi.…

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Perkuat Mutu MBG, Pemerintah Tegakkan Disiplin Kepala SPPG Oleh: Rivka Mayangsar Program Makan Bergizi Gratis…

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Jaga Mutu MBG lewat Pengawasan Ketat Kepala Dapur Jakarta – Pemerintah memperketat pengawasan operasional…

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG

By Kata IndonesiaSeptember 1, 20260

Pemerintah Perketat Disiplin Kepala SPPG untuk Perkuat Keamanan Pangan MBG JAKARTA — Pemerintah memperketat disiplin…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.