• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Nasional»Prokes 5M Efektif Lindungi Anak Saat PTM

Prokes 5M Efektif Lindungi Anak Saat PTM

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 11 October 2021

Oleh: Aldia Putra

Protokol Kesehatan (Prokes) 5M efektif melindungi anak saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dengan ketaatan tersebut, maka potensi penularan virus Corona di lokasi pembelajaran diharapkan dapat ditekan seminal mungkin.

Selama pandemi maka murid sekolah disuruh untuk belajar di rumah dan pembelajaran bergeser via zoom, Google meet, atau WA. Langkah ini diambil karena anak-anak lebih beresiko untuk kena Corona, sehingga pembelajaran daring dinilai lebih aman bagi mereka. Terlebih banyak yang belum berusia 12 tahun sehingga belum bisa divaksin Corona.
Namun sejak September 2021, para siswa diperbolehkan lagi untuk belajar langsung di sekolah. Penyebabnya karena sudah ada penurunan kasus Corona, dari yang awalnya bisa 50.000 pasien per hari (pada juni-juli 2021) menjadi ‘hanya’ 4.000 pasien per hari. Apalagi para guru juga sudah divaksin sehingga dinyatakan aman. Dengan syarat, daerah yang melaksanakan PTM
Akan tetapi, PTM harus diiringi dengan prokes 5M untuk melindungi mereka dari klaster Corona baru. Tri Wahyuningsih, Group Head Corporate sebuah perusahaan kartu seluler menyatakan bahwa prokes 5M harus dilakukan untuk melindungi anak dari bahaya Corona saat belajar langsung di sekolah. Termasuk juga di ruang publik lain, sehingga tetap harus mengenakan masker dll.
Masker adalah poin dalam prokes 5M yang utama, karena bisa memfiltrasi droplet dari penderita Corona, agar tidak langsung masuk ke area wajah (khususnya mulut dan hidung). Oleh karena itu masker wajib dikenakan dengan pas dan rapi, sehingga tidak akan ada virus Covid-19 yang menular. Bahkan masker juga wajib 2 lapis, yakni masker sekali pakai dan masker kain, agar filtrasi makin kuat (90%).
Para guru juga wajib mengenakan masker, bukan sekadar face shield. Apalagi mereka selama mengajar juga membuka mulut, sehingga takutnya jika tanpa masker, dropletnya akan mudah menyebar. Seperti saat ada guru di sebuah sekolah yang ceroboh, tidak memakai masker di sekolah, lalu seisi sekolah harus dites swab untuk mengetahui apakah kena Corona.
Prokes 5M bukan sekadar memakai masker, tetapi juga yang lain. Mencuci tangan masih wajib dilakukan dan sekolah harus menyediakan wastafel atau keran, plus sabun antiseptik. Tiap akan masuk para murid harus mencuci tangan. Mereka juga disarankan membawa hand sanitizer agar terbiasa memiliki tangan yang bersih dan anti kuman.
Saat di gerbang sekolah juga tidak usah salim pada guru untuk sementara karena harus menjaga jarak. Sebagai gantinya bisa bersalaman jarak jauh seperti salam anjali (di Thailand), dan di musim pandemi cara ini sudah dimaklumi sebagai bentuk kesopanan. Para murid juga tidak boleh bergerombol dan guru-guru wajib mengawasi mereka agar selalu menjaga jarak saat jam istirahat.
Untuk menjaga jarak maka kapasitas kelas juga dibatasi, hanya 50% dari biasanya. Oleh karena itu, saat PTM masih dibatasi alias hanya 50% yang masuk dan sisanya sekolah online, sementara yang lain sekolah offline keesokan harinya. Metode hybird dilakukan agar lebih efektif dalam sistem pembelajaran, sekaligus mengamankan murid dari Corona.
Kerumunan juga harus dihindari, oleh karena itu dengan terpaksa kantin ditutup sementara, karena kebanyakan murid suka bergerombol sambil makan bersama. Mereka diwajibkan untuk membawa bekal dan memakannya di dalam kelas saat jam istirahat, dengan menjaga jarak. Sehingga lebih higienis, sehat, dan tidak membentuk kerumunan.
Prokes 5M wajib dilakukan agar selamat dari bahaya Corona, tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah. Para murid senang karena akhirnya bisa belajar dan bertemu kawan-kawan serta ibu guru. Namun harus mematuhi prokes, agar tidak membentuk klaster Corona baru.

)* Penulis adalah kontributor Pertiwi Institute

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

September 30, 2026

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

September 30, 2026

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Verifikasi dan Validasi Koperasi Merah Putih Dikebut, Pemerintah Targetkan Belasan Ribu Titik Rampung Jakarta -…

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Mengawal Kesiapsiagaan Bencana Sebelum Hujan Ekstrem Datang   Oleh: Rizky Adinata Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi perlu diperkuat sebelum hujan ekstrem datang, menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa musim hujan 2026/2027 memiliki pola yang perlu diwaspadai. Meski awal musim hujan diperkirakan berlangsung lebih lambat di sejumlah wilayah, jarak menuju puncak musim hujan relatif berdekatan sehingga potensi lonjakan curah hujan dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gangguan pelayanan publik. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana tidak seharusnya baru dilakukan ketika hujan deras mulai menimbulkan dampak, tetapi harus dipersiapkan sejak jauh hari melalui koordinasi pemerintah dan partisipasi masyarakat. BMKG memprakirakan sebanyak 185 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Selanjutnya, sebanyak 266 ZOM atau 17,3 persen wilayah daratan diperkirakan menyusul pada Desember 2026. Di sisi lain, sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah mengalami kemunduran awal musim hujan dibandingkan rata-rata klimatologinya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah perlu memahami karakteristik cuaca di wilayah masing-masing agar kebijakan kesiapsiagaan dapat disusun secara tepat dan tidak bersifat seragam. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah jarak antara awal musim hujan dengan puncak musim yang diperkirakan cukup dekat. Puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada Desember 2026 di 155 ZOM, Januari 2027 di 162 ZOM, dan Februari 2027 di 190 ZOM. Menurut Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena curah hujan tinggi dalam periode yang berdekatan dapat memicu bencana hidrometeorologi apabila kapasitas lingkungan dan infrastruktur tidak memadai. Meskipun durasi musim hujan pada sebagian wilayah diperkirakan lebih pendek, akumulasi curah hujan tidak berarti berada pada kondisi rendah. BMKG mencatat 510 ZOM atau sekitar 69,7 persen daratan berada dalam kategori curah hujan normal, sedangkan 147 ZOM atau 18,5 persen daratan diperkirakan berada di atas normal. Data tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tetap diperlukan karena besarnya curah hujan dan kondisi wilayah menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat risiko bencana. Karena itu, rekomendasi BMKG perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata lintas sektor. Di bidang pangan, pemerintah dapat menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas berumur pendek. Pada sektor air dan energi, kapasitas drainase, waduk, serta tampungan air perlu dioptimalkan. Sementara itu, sektor kesehatan perlu meningkatkan kewaspadaan…

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Kesiapsiagaan Bencana, Upaya Pemerintah Melindungi Warga Oleh: Hendra Gunawan Kesiapsiagaan bencana semakin penting ditempatkan sebagai…

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan

By Kata IndonesiaSeptember 30, 20260

Pemerintah Ingatkan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi saat Musim Hujan Jakarta – Pemerintah mengingatkan masyarakat dan seluruh…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.