• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Headline»Tokoh Papua Mendukung Perpanjangan Otsus

Tokoh Papua Mendukung Perpanjangan Otsus

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 15 July 2021

Oleh : Alfred Jigibalom

Otonomi khusus (Otsus) adalah keistimewaan bagi segenap rakyat Papua, karena mereka diberi dana serta kewenangan untuk membangun wilayahnya. Sehingga di Bumi Cendrawasih makin maju dan tidak tertinggal dari kota-kota lain di wilayah Indonesia barat. Para tokoh Papua mendukung Otsus karena mereka merasa banyak kemajuan setelah program ini diberlakukan.

Papua adalah provinsi paling ujung di wilayah timur dan adanya sentralisasi pada masa orde baru membuat ada kesenjangan antara tempat ini dengan kota lain di jawa. Ketika masa reformasi maka diberikan otonomi daerah dan Papua kecipratan berkahnya.

Apalagi ketika pemerintah memberlakukan Otsus sejak 2001 dan diperpanjang pada 2021, makin banyak modernitas yang mempercantik wajah Papua.
Saat otonomi khusus akan diperpanjang maka para tokoh Papua langsung menyetujuinya.

Mereka merasa program ini membuat Bumi Cendrawasih makin maju dan tidak lagi identik dengan wilayah yang hanya berisi hutan melulu. Apalagi sebagian dana Otsus juga disalurkan untuk beberapa bidang, tak hanya infrastruktur.

Misalnya pendidikan, ekonomi, kesehatan, dll.
Salah satu tokoh Papua yang mendukung Otsus adalah Benhur Yaboisembut, S.Th menyatakan bahwa Otsus tetap harus dilanjutkan, tetapi harus tepat sasaran. Sekretaris Dewan Adat Suku (DAS) Suku Moy menegaskan bahwa Otsus harus memberi kebutuhan masyarakat.

Benhur menambahkan, sebaiknya dana Otsus diterima langsung oleh warga sipil Papua. Jangan melewati tangan-tangan lain. Dalam artian, ia takut jika ada oknum nakal yang menyunat bantuan dana Otsus, sehingga yang diterima oleh masyarakat hanya sedikit, sehingga efek dari program ini kurang efektif.

Saat pembagian dana Otsus memang harus diperhatikan alurnya. Jangan sampai ada oknum yang berani korupsi walau hanya 10.000 rupiah. Oleh karena itu, pengawasan dana Otsus harus diperketat. Jika perlu ada pegawai KPK yang diterjunkan untuk meneliti apakah ada kemungkinan oknum yang diam-diam menggerogoti dana Otsus.

Masyarakat juga harus paham bahwa dana Otsus tidak diberikan seperti bansos, tetapi dirupakan bantuan modal kerja, sehingga diharap bisa menjadi awal yang baik untuk berdagang. Umumnya diberikan pada para mama alias sebutan untuk ibu-ibu di Papua. Mereka bisa jadi pengusaha tangguh dan taraf hidupnya naik. Bantuan berupa kail, bukan ikan, sangat penting, karena tidak menyebabkan mereka ketergantungan.

Selain itu, dana Otsus juga dirupakan beasiswa, sehingga para putra putri Papua makin cerdas. Sehingga bantuan yang diberikan akan membangun SDM mereka dan akhirnya memiliki ilmu yang cukup, sebagai modal untuk memajukan daerahnya sendiri. Nanti kelak ketika mereka lulus kuliah, bisa jadi pegawai pemerintahan atau pengusaha, dan semangat untuk membangun Papua.

Boas Asa Enoch, Ondoafi (kepala suku) Sosiri juga mendukung Otsus. Ia mencontohkan sudah banyak hasil keberhasilan program ini, yakni ribuan warga Papua yang dikuliahkan ke luar negeri. Yakni di Universitas di Jerman, Australia, Selandia Baru, hingga Amerika.

Dalam artian, Otsus sangat mencerdaskan anak Papua karena pasca belajar di luar negeri, mereka makin bertambah wawasan dan pengetahuannya.
Beasiswa Otsus merupakan salah satu program yang diidamkan oleh banyak putra Papua.

Mereka senang karena dengan beasiswa, bisa bersekolah mulai jenjang SD hingga universitas. Kalaupun belum diterima di kampus luar negeri, mereka sudah cukup senang dengan kuliah di Jawa dan mengenal lebih banyak orang saat merantau. Sehingga pemikirannya makin terbuka.

Sudah seharusnya Otsus dilanjutkan, karena semua warga Papua mendukungnya, terutama para tokoh masyarakat di sana. Otsus bukanlah bagi-bagi uang, tetapi progam untuk memajukan Papua melalui pembangunan SDM dan ekonomi. Caranya dengan memberi bantuan modal usaha dan juga beasiswa.

Penulis adalah Mahasiswa Papua Tinggal di Surakarta

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.