• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Otsus Papua Jilid 2 Membawa Banyak Kontribusi Positif

Otsus Papua Jilid 2 Membawa Banyak Kontribusi Positif

  • Kata Indonesia
  • - Thursday, 5 November 2020

Oleh : Rebecca Marian

Tahun 2021 merupakan babak baru di Papua karena ada perpanjangan otonomi khusus. Publik tidak perlu khawatir akan pro kontra program ini, karena di otsus jilid 2 akan ada banyak perubahan. Mulai dari penambahan dana otsus, serta evaluasi agar bisa berjalan lebih baik lagi.

Bumi Cendrawasih bagaikan batu permata yang perlu digosok agar lebih baik lagi tampilannya. Oleh karena itu, Papua mendapat keistimewaan sejak tahun 2001 berupa otonomi khusus. Program ini membuat masyarakat di sana diberi dana sampai trilyunan rupiah, untuk memajukan dan membangun daerah mereka.

Program otsus yang berlaku selama 20 tahun telah berhasil membangun infrastruktur cantik, misalnya Bandara Internasional Sentani. Selain pembangunan fisik, juga ada pembangunan sumber daya manusia, yang disalurkan melalui bidang pendidikan. Anak-anak Papua dijamin sekolahnya karena mendapat dana beasiswa yang nominalnya lumayan.

Baca juga: Waspada Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19

Namun setelah 20 tahun dan akan diperpanjang lagi tahun 2021 mendatang, apakah masih ada yang tega menolak otonomi khusus? Tentu jawabannya tidak. Seluruh warga sipil Papua menyetujui perpanjangan otsus karena program ini sudah terbukti menguntungkan dan mengubah kehidupan mereka menjadi jauh lebih baik.

Akademis Unversitas Cendrawasih Papua, Ferry Kareth, menyatakan bahwa otonomi khusus sudah cukup berhasil pelaksanaannya. Namun perlu ada peningkatan agar dana bisa terserap merata. Dosen di Fakultas Hukum ini merupakan ahlinya, karena ia ikut dalam pembentukan draft otsus tahun 2001. Jadi ia sudah mengamati lika-liku program otsus selama hampir 20 tahun.

Ferry menambahkan, program otonomi khusus adalah anugerah dari Tuhan untuk Papua. Keistimewaan yang diberikan kepada masyarakat di Bumi Cendrawasih harus digunakan untuk kebaikan bersama. Jadi jangan ada penolakan atas perpanjangan otsus. Karena sama saja menolak rezeki dari Sang Kuasa.

Setelah otsus jilid 1 selesai, maka tentu saja ada evaluasi untuk menilai keberhasilan program ini. Pengecekan dimulai dari tingkat Provinsi, kota, sampai ke Desa dan kampung terkecil. Evaluasi dilakukan dalam hal penyerapan dana, efektivitas, penyesuaian dengan rencana, dan sebagainya. Dengan adanya evaluasi maka otsus jilid 2 akan lebih baik lagi.

Evaluasi otsus dilakukan di lapangan untuk mengecek apakah pemberian dananya sudah tepat sasaran? Jika sekolah sudah dibangun, maka di otsus jilid 2 tinggal melengkapi fasilitasnya. Misalnya akses internet, buku-buku baru, dan guru dengan kualitas dan etos kerja yang bagus. Murid akan semangat belajar dan jadi cerdas serta kreatif.

Selama ini program otsus yang cukup berhasil adalah pembangunan Jalan Trans Papua dan pemberian beasiswa. Bahkan dana beasiswa ini yang mengantar salah satu pemuda dari Bumi Cendrawasih, Billy Masambrar, untuk sekolah dan kuliah. Hingga kini ia berhasil membuat Yayasan Kitong Bisa dan jadi staf khusus Presiden Jokowi.

Untuk memberi beasiswa dan menjalankan program lain, maka kelancaran dana otsus menjadi syaratnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah menjamin kenaikan jumlah dana otsus jilid 2, sehingga program ini akan berjalan dengan lancar. Lagipula dalam 20 tahun terakhir tentu ada inflasi, sehingga kenaikan dana otsus adalah hal yang wajar.

Otsus jilid 2 sangat diperlukan untuk lebih membangun Papua agar maju dan modern. Di wilayah timur tak lagi identik dengan orang yang terbelakang. Namun ada banyak putra Papua yang cerdas dan berhasil jadi ‘orang’, seperti Boaz Salosa, Silas Ohee, dan Freddy Numberi. Mereka sukses di bidangnya masing-masing.

Keberhasilan otsus jilid 1 membuat program ini wajib diteruskan, agar di Bumi Cendrawasih lebih banyak lagi kemajuan yang terlihat. Seluruh elemen masyarakat juga menyetujui perpanjangan otsus, karena mengubah wajah Papua jadi modern. Serta tidak ada ketimpangan antara Indonesia Barat dan Timur.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Jakarta

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.