• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Masyarakat Menolak Provokasi KAMI

Masyarakat Menolak Provokasi KAMI

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 4 November 2020

Oleh : Raavi Ramadhan

Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia menjadi organisasi paling sensasional di tahun 2020. Mereka terdiri dari kumpulan tokoh senior, namun sayang usianya tidak diimbangi dengan kebjaksanaan.

Masyarakat pun menolak provokasi KAMI karena hanya menimbulkan gejolak publik di masa pandemi Covid-19.
Cara untuk jadi populer bisa dilakukan dalam 2 jalur, negatif dan positf. Sayangnya KAMI memilih cara kedua dan alih-alih membuat prestasi, malah melakukan berbagai tindakan yang membuat emosi masyarakat.

Mereka sudah berbuat onar dengan sengaja mengadakan deklarasi di berbagai kota, padahal masih pandemi covid. Para anggota KAMI juga ketahuan menebar provokasi.
Presidium KAMI Din Syamsudin mencak-mencak ketika datang ke kantor Bareskim.

Permintaan untuk membebaskan 8 anggota organisasinya yang terkena kasus provokasi, ditolak oleh aparat yang berjaga. Pasalnya, kasus mereka masih berjalan dan tidak bisa dilepaskan begitu saja. Bahkan Din cs gagal menemui para anggota KAMI Jakarta dan Medan yang masuk bui.

Baca juga: Menikmati Sunset di Bandung yang Sungguh Menawan, Ini Rekomendasinya!

Setelah gagal membebaskan para anggota KAMI, para presidumnya tidak terima. Mereka menuduh polisi asal tangkap dan tidak memenuh prosedur. Padahal menurut Brigjen Awi, sudah sesuai dengan aturan.

Karena surat perintah penyidikan keluar tanggal 12 dan penangkapan terjadi tanggal 13. Sudah ada pula bukti berupa screenshot kalimat provokasi.
Tingkah laku KAMI yang berani menentang polisi membuktikan kualitas mereka.

Masyarakat jadi kecewa karena organisasi ini gagal menyelamatkan Indonesia. Namun malah sengaja bikin onar dan merencanakan kerusuhan pasca aksi demo. Dengan harapan dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa akan emosi dan bisa dipancing untuk melakukan pemakzulan.

Ketika akhirnya anggota KAMI ditangkap, mereka langsung marah dan menyalahkan polisi. Alih-alih mengakui kesalahannya di depan publik, mereka malah playing victim dan bermain drama, seakan-akan sedang dizholimi oleh aparat dan pemerintah. Padahal setiap warga negara yang bersalah bisa dibui dan tidak dapat dibebaskan begitu saja.

Begitu permintaannya ditolak, KAMI langsung mengadu ke Komnas Hak Asasi Manusia. Saat pengacara mereka diawawancara, maka publik langsung melihat karakter asli organisasi tersebut yang seenaknya sendiri. Bagaimana bisa seorang tersangka minta dibebaskan, dan ketika gagal malah mengadu ke Komnas HAM? Bagaikan anak kecil yang curhat pada ibunya.

Pengacara KAMI berdalih bahwa 8 anggota organisasi itu tidak bersalah, karena hanya menyebar hoax. Terlihat sekali ia menyepelekan sebuah berita bohong. Padahal kita tahu bahwa 1 kebohongan bisa menimbulkan 1.000 kebohongan lainnya. Persis seperti Pinokio.

Padahal anggota KAMI terdiri dari akademisi, mantan pejabat, dan tokoh publik. Mereka jelas memiliki otak yang cerdas namun sayang tidak mempergunakan kelebihannya untuk menolong masyarakat dan memenuhi janjinya untuk menyelamatkan Indonesia. Namun akalnya dibuat untuk membuat skenario pemakzulan dan pembodohan masyarakat.

Tingkah KAMI untuk berbuat onar juga terlihat ketika mereka mendukung demo buruh. Padahal sudah jelas dilarang aparat, karena bisa menyebarkan virus covid-19. Bagaimana bisa sebuah organisasi yang berjanji untuk menyelamatkan nasib bangsa, malah menghancurkan rakyatnya sendiri? Isu demo jelas ditunggangi agar mereka ikut viral.

Jangan mudah percaya akan bujuk rayu KAMI. Mereka jelas memiliki motif politis dan hobi berbuat onar, serta mengacaukan kedamaian di Indonesia. Jangan pula mudah iba karena mereka hanya playing victim. Ketika ada pemberitaan tentang KAMI, baca berbagai media yang valid agar tahu kebenarannya.

Lebih baik KAMI sadar diri dan membubarkan diri, daripada mendapat masalah lagi di masa depan. Atau bisa saja mereka membentuk partai baru, seperti saran Mantan Presiden Megawati. Jika memang punya tujuan politis dan terobsesi menjadi RI-1 tahun 2024.

Penulis adalah warganet tinggal di Bogor

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

October 21, 2026

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan…

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Perkuat Sinergi Pusat-Daerah untuk Percepat Pemulihan Bencana *Jakarta* – Pemerintah terus memperkuat sinergi antara…

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Memperluas Transaksi Lokal demi Ketahanan Rupiah dan Ekonomi Oleh : Jems Andrian Pemerintah bersama…

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah

By Kata IndonesiaOctober 21, 20260

Pemerintah Menjaga Fundamental Ekonomi di Tengah Tekanan Rupiah  Oleh: Ricky Rinaldi Dinamika perekonomian global yang diwarnai tingginya ketidakpastian pasar keuangan internasional, ketegangan geopolitik lintas benua, serta kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju memicu tekanan yang signifikan terhadap nilai tukar mata uang di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi tantangan nyata yang memerlukan kecermatan serta presisi strategi kebijakan ekonomi makro secara komprehensif. Dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan tersebut, ketahanan ekonomi nasional tidak ditentukan oleh respon kepanikan jangka pendek, melainkan oleh kekuatan fundamental ekonomi riil dan solidnya koordinasi kebijakan antar-lembaga. Langkah strategis pemerintah bersama otoritas moneter dalam menjaga ketahanan fundamental ekonomi terbukti menjadi benteng utama dalam mempertahankan stabilitas finansial, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan keberlanjutan arus investasi nasional secara inklusif. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia guna meredam dampak gejolak nilai tukar terhadap perekonomian domestik. Menurutnya, APBN menjalankan peran vital sebagai peredam kejutan (shock absorber) untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dari potensi dampak kenaikan harga barang-barang impor (imported inflation). Pengelolaan defisit anggaran secara disiplin, efisiensi belanja negara, serta optimalisasi penerimaan perpajakan dan non-pajak dipastikan tetap terjaga dengan aman guna menopang kepastian iklim usaha dan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi pasar keuangan global. Suahasil menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berdaya tahan, didukung oleh laju pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas lima persen, tingkat inflasi nasional yang terkendali dalam sasaran target, serta neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus secara beruntun. Pemerintah memberikan kepastian bagi dunia usaha bahwa ketahanan fiskal Indonesia sangat memadai untuk menghadapi guncangan eksternal. Instrumen insentif perpajakan dan kemudahan fasilitas kepabeanan tetap dialokasikan secara tepat sasaran untuk mendukung industri manufaktur berorientasi ekspor serta mendorong penggunaan komponen dalam negeri demi menekan ketergantungan bahan baku impor. Menjaga fundamental ekonomi di tengah tekanan fluktuasi mata uang merupakan wujud tanggung jawab kepemimpinan ekonomi yang matang dan berpandangan jauh ke depan. Pemerintah memberikan penegasan yang jelas kepada publik bahwa stabilitas Rupiah ditopang oleh kekuatan sektor riil dan cadangan devisa yang mencuputi. Ketegasan pemerintah dalam mendorong pendalaman pasar keuangan serta optimalisasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam di dalam negeri menjadi instrumen hukum yang sangat krusial untuk memperkuat ketersediaan likuiditas valuta asing di pasar domestik. Penguatan fundamental ini juga diperkokoh melalui pengawasan ketat terhadap efisiensi belanja BUMN dan korporasi swasta yang memiliki kewajiban utang luar negeri. Koordinasi berkala dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan setiap potensi risiko likuiditas terdeteksi dan dimitigasi secara terukur sebelum berdampak pada sektor perbankan nasional. Langkah pencegahan yang terintegrasi ini menjamin bahwa seluruh industri keuangan nasional memiliki bantalan modal yang sangat tebal dalam menghadapi gejolak eksternal. Langkah percepatan penataan ekosistem modal usaha dan daya saing industri dalam negeri ini berjalan selaras dengan dorongan penanaman modal strategis. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengatakan ketahanan fundamental ekonomi nasional menjadi faktor penentu utama yang menjaga kepercayaan para investor global untuk tetap menanamkan modal jangka panjang di Indonesia. Menurutnya, dinamika kurs jangka pendek tidak menyurutkan minat investasi langsung (Foreign Direct Investment) karena daya tarik Indonesia terletak pada besarnya potensi pasar domestik, kelimpahan sumber daya alam, dan ketegasan kebijakan hilirisasi industri.…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.