• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Otsus Jilid ll Beri Peluang Rakyat Papua Jadi Abdi Negara

Otsus Jilid ll Beri Peluang Rakyat Papua Jadi Abdi Negara

  • Kata Indonesia
  • - Wednesday, 16 September 2020

Oleh : Saby Kosay 

Para putra Papua yang bercita-cita jadi anggota TNI bisa bernapas lega karena ada jatah bagi mereka, melalui jalur Otsus. Keistimewaan ini didapat karena memang jumlah tentara yang ada di wilayah Papua masih belum mencukupi. Selain itu, putra Papua juga akan bangga karena bisa melindungi tanah kelahirannya, dengan menjadi anggota TNI.

Otonomi khusus akan dlanjutkan tahun depan. Rakyat Papua mendukung perpanjangan program ini, karena terbukti sudah memajukan daerahnya. Dana otsus yang mencapai trilyunan sudah menjadikan bumi cendrawasih sebagai wilayah modern, tak lagi hanya berisi hutan perawan dan perbukitan.

Papua juga kini dikenal sebagai destinasi wisata internasional.
Selain mendapat uang yang cukup untuk pembangunan di Papua, otonomi khusus juga membuat putra Papua makin cerdas. Karena mereka mendapat beasiswa hingga perguruan tinggi.

Bagi mereka yang lulusan SMA, juga diperbolehkan untuk mendaftar ke akademi tentara. Bahkan disediakan jalur khusus alas jatah otsus, spesial untuk para pemuda Papua.
Brigjen TNI Ferry Zein, Kepala Staf Daerah Militer XVIII/Kasuari menyatakan bahwa dibutuhkan 3.000 bintara baru.

Baca juga: #DiRumahAja Berasa Traveling, Kamu Wajib Coba!

Karena di Kodam Kasuari masih butuh personel lagi. Untuk itu, dibukalah perekrutan calon anggota TNI jalur otonomi khusus. Dalam artian, semua proses, biaya transportasi dan lain-lain dibayai oleh dana otsus.

Ferry sudah menghubungi para wali kota, gubernur, dan kepala daerah lain untuk mewujudkan program perekrutan ini. Karena mereka bisa menginstruksikan untuk membuat pengumuman kepada masyarakat Papua yang bercita-cita jadi tentara. Sehingga mereka bisa mewujudkan mimpi jadi aparat serta membela negara yang dicintainya.

Pembukaan program calon bintara jalur otonomi khusus sangat disambut baik oleh para pemuda Papua. Karena mereka ingin menjadi pelindung Indonesia dengan cara jadi tentara.

Namun kadang terganjal masalah biaya, karena butuh uang bensin untuk sampai ke ibu kota Provinsi, penginapan, dan kebutuhan logistik lain. jadi tidak bisa hanya bermodal nekat.
Ketika ada harapan baru untuk jadi tentara jalur otsus, maka pemuda Papua yang kurang mampu bisa bernapas lega.

Mereka akan mendapat uang saku dan dijamin kebutuhannya selama proses seleksi calon bintara. Dengan cara ini, maka dana otsus akan tersalur jadi semacam beasiswa bagi pemuda Papua dan akan sangat bermanfaat bagi masa depan mereka.

Kodam Kasuari memprioritaskan para pemuda Papua untuk jadi calon tentara karena secara fisik mereka sudah memenuhi syarat.

Karena biasa berjalan kaki dan melewati alam Papua yang kadang berjalur naik dan turun, maka kekuatan tubuhnya tak bisa diragukan lagi. Dengan bermodal fisik dan ijazah SMA, maka mereka bisa diterima jadi calon aparat.
Selain itu, para pemuda Papua juga sudah mengenal daerahnya sendiri.

Jadi ketika ditugaskan ke berbagai daerah seperti Manokwari, Yakuhimo, hingga ke Merauke, akan siap secara mental. Adalah sautu kebanggaan menjadi tentara dan menjaga ketertiban di tanah kelahirannya. Jadi mereka makin semangat berlatih, agar menjadi calon bintara yang berkualitas.

Oleh karena itu, otonomi khusus di Papua tidak boleh dihentikan begitu saja. Karena dana otsus sangat berguna, baik untuk pembangunan fisik di bumi cendrawasih maupun untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dana otsus untuk para calon bintara juga akan sangat bermanfaat karena pemuda Papua bisa mendaftar jadi tentara tanpa memusingkan biayanya.

Mari kita sambut otsus jilid 2 dengan gembira karena dananya juga disalurkan untuk keperluan para pemuda Papua, yang akan jadi calon bintara. Mereka diprioritaskan karena merupakan putra asli dari bumi cendrawasih dan diharap bisa ikut menjaga kedamaian di daerah Papua.

Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Ekonomi Multilateral Diperkuat, Indonesia Dorong Tata Kelola Global yang Inklusif

September 16, 2026

Pemerintah Dorong Sistem Perdagangan Multilateral yang Terbuka dan Berbasis Aturan

September 16, 2026

Ekonomi Multilateral Diperkuat, Indonesia Dorong Tata Kelola Global yang Inklusif

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Ekonomi Multilateral Diperkuat, Indonesia Dorong Tata Kelola Global yang Inklusif JAKARTA — Indonesia mendorong penguatan…

Pemerintah Dorong Sistem Perdagangan Multilateral yang Terbuka dan Berbasis Aturan

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Pemerintah Dorong Sistem Perdagangan Multilateral yang Terbuka dan Berbasis Aturan Jakarta – Pemerintah Indonesia terus…

Pengawasan Ketat Sekolah Rakyat  Cara Pemerintah Melindungi  Masa Depan Anak Rentan

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Pengawasan Ketat Sekolah Rakyat  Cara Pemerintah Melindungi  Masa Depan Anak Rentan  Oleh : Radjiman Arif Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena peserta didiknya berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, perhatian negara tidak boleh berhenti pada penerimaan siswa atau penyediaan ruang belajar. Pengawasan yang ketat menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak memperoleh lingkungan pendidikan yang aman, sehat, disiplin, dan mendukung perkembangan mereka. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kepala Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab besar karena sekolah menerapkan sistem berasrama. Ia meminta seluruh siswa diawasi secara penuh selama 24 jam, tanpa kompromi. Pengawasan tersebut diarahkan untuk mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi sekaligus memastikan setiap anak memperoleh pendampingan yang memadai. Menurut Gus Ipul, pengawasan harus berjalan bersama kepatuhan terhadap prosedur dan kolaborasi, sehingga kepala sekolah tidak bekerja sendiri dalam menjaga keselamatan dan perkembangan peserta didik. Pesan tersebut semakin relevan karena pada 7 September 2026 Gus Ipul kembali meminta kepala Sekolah Rakyat memperketat pengawasan terhadap kondisi sekolah, mulai dari kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga administrasi dan keuangan. Ia juga menekankan pentingnya laporan mengenai kondisi kesehatan, perkembangan mental, dan latar belakang siswa. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya membangun pengawasan yang tidak hanya bersifat reaktif ketika masalah muncul, tetapi dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Dalam konteks itu, pengawasan juga perlu dilihat sebagai mekanisme perlindungan hak anak. Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher menilai tata kelola Sekolah Rakyat perlu terus diperbaiki agar pelayanan publik berjalan sesuai standar dan terhindar dari potensi maladministrasi. Ombudsman sebelumnya menyampaikan tujuh saran perbaikan kepada Kementerian Sosial terkait regulasi dan tata kelola. Dalam pemantauan pada Mei 2026, Nuzran menyampaikan bahwa proses perbaikan tersebut telah dijalankan secara substansial oleh Kemensos. Nuzran juga menegaskan komitmen Ombudsman untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Ombudsman dan Kemensos sepakat membangun kerja sama yang lebih erat, termasuk mendorong 34 perwakilan Ombudsman ikut mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah. Bagi program yang masih terus berkembang, keterlibatan lembaga pengawas menjadi modal penting agar evaluasi tidak dianggap sebagai kritik terhadap kebijakan, melainkan sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas layanan dan memastikan hak masyarakat miskin terhadap pendidikan dasar benar-benar terpenuhi. …

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas 

By Kata IndonesiaSeptember 16, 20260

Merawat Sekolah Rakyat dengan Integritas Oleh : Catur Ronggo Sekolah Rakyat merupakan kebijakan sosial yang…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.