• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»New Normal Solusi Pemulihan Ekonomi Indonesia

New Normal Solusi Pemulihan Ekonomi Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Tuesday, 2 June 2020

Oleh : Deka Prawira

Harus diakui bahwa kebijakan PSBB dan himbauan untuk Work From Home memang berdampak signifikan bagi banyak sektor utamanya ekonomi. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah pun menginisiasi untuk memberlakukan new normal sebagai strategi efektif untuk memulihkan ekonomi namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Pemerintah telah menyusun rencana untuk memberlakukan skenario new normal atau normal baru dalam waktu dekat. Tatanan hidup normal tersebut dilakukan lantaran masyarakat diminta untuk beradaptasi ditengah pandemi virus corona.

Harapannya, Indonesia bisa segera keluar dari resesi perekonomian yang disebabkan oleh covid-19 dalam waktu yang relatif singkat.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, bahwa hal yang beredar di masyarakat tersebut merupakan kajian awal kemenko Perekonomian yang selama ini intens melakukan kajian dan kebijakan Pemerintah menjelang, selama dan pascapandemi covid-19.

Baca juga: Sambut New Normal, Aceh Kembali Buka Wisata Sabang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pihaknya akan membuat skenario terkait dengan bagaimana memperkuat dari segi kesehatan dan mulai penyesuaian kegiatan ekonomi agar angka PHK dapat ditekan dan me-restart sosial ekonomi.

Airlangga mengatakan, pemerintah juga telah mendesain tahapan pemulihan ekonomi secara bertahap melalui beberapa fase.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Diantara tahapan tersebut pemerintah sangat memperhatikan dimensi kesehatan, yakni perkembangan penyakit, pengawasan virus, kapasitas layanan kesehatan dan kesiapan sosial ekonomi, protokol tiap sektor, wilayah dan transportasi yang terintegrasi dengan lainnya.

Meski demikian, penerapan new normal tidak bisa dilakukan secara serentak untuk semua wilayah di Indonesia, hal ini dikarenakan ada sesuatu yang harus dipenuhi dari suatu wilayah untuk bisa menerapkan skenario new normal.

Tentu saja sebelum new normal diterapkan, maka masyarakat wajib mempelajari protokolnya agar nanti ketika new normal diterapkan, masyarakat dapat tetap melaksanakan protokol kesehatan ketika berada di fasilitas publik, seperti kantor atau pusat perbelanjaan.

Salah satu syarat adalah, perkembangan covid-19 di daerah yang bersangkutan yang diukur melalui indikator penularan berdasarkan angka reproduksi dasar wabah (R0) dalam waktu t (Rt). Tolak ukurnya angka reproduksi R0 pada waktu t (Rt) atau angka reproduksi efektif harus dibawah 1.

Merujuk pada data dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), jika dilihat dari indikator R0 tersebut, terdapat beberapa daerah yang sudah siap menjalankan skenario new normal.
Di Bali, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Yogyakarta trend-nya sudah menurun dan relatif menurun dibawah 1 di dalam tracking dalam 3 bulan terakhir.

Sedangkan untuk wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Barat, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau juga angkanya sudah dibawah 1 dengan menunjukkan trend penurunan kasus.

Hal tersebut juga terjadi di beberapa wilayah Sulawesi seperti di Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, kemudian Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.

Selain perkembangan kasus covid-19 di daerah yang bersangkutan, syarat lain yang harus dipenuhi untuk penerapan skenario new normal meliputi pengawasan terhadap virus atau kesehatan publik, kapasitas pelayanan kesehatan, persiapan dunia usaha dan respon publik.

Saat ini terdapat 110 Kabupaten/kota yang berdasarkan data epidemiologi BNPB masih belum terinfeksi covid-19. Daerah-daerah tersebut juga memenuhi syarat untuk penerapan tatanan hidup normal baru.

Beberapa sektor yang akan dibuka terlebih dahulu ketika kelak diterapkan new normal adalah sektor Industri. Hal ini dikarenakan sektor tersebut telah mengantongi izin operasi dari kementerian kesehatan sejak awal.

Setelah itu, pemerintah juga mulai membuka sektor pariwisata. Nantinya, pemerintah akan mengatur agar hotel dan restoran bisa mulai dibuka meski kapasitasnya dibatasi.
Adapun sektor launnya yang juga mulai beroperasi adalah sektor perhubunga.

Kemudian, pemerintah juga mempertimbangkan untuk menyiapkan sektor manufaktur, perkebunan, hingga perdagangan khususnya pasar tradisional.

Khusus untuk pasar tradisional, pemerintah telah melakukan pembicaraan dengan gubernur dan pemimpin daerah karena memang pasar tradisional merupakan daerah yang rawan. Sehingga, pembukaannya akan berdasarkan pada indikator daerah hingga perkembangan kasus di suatu wilayah.

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

August 5, 2026

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

August 5, 2026

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Narasi Pesimistis Kabinet Bayangan Diminta Tidak Ganggu Stabilitas JAKARTA — Munculnya kabinet bayangan (shadow cabinet)…

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Publik Diajak Jaga Persatuan dan Hindari Polemik Kabinet Bayangan Indonesia Jakarta – Semangat menjaga persatuan…

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik

By Kata IndonesiaAugust 5, 20260

Memperkuat Ekosistem Media Digital Nasional agar Hoaks AI Tak Menguasai Ruang Publik Oleh : Gavin…

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI 

By Kata IndonesiaAugust 4, 20260

Tata Kelola Digital Makin Tegas Melawan Hoaks, Deepfake, dan Halusinasi AI Oleh: Dhita Karuniawati Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah membuka peluang besar bagi transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga industri kreatif. Di sisi lain, kemajuan teknologi ini juga menghadirkan tantangan baru berupa maraknya penyebaran hoaks, konten deepfake, serta fenomena halusinasi AI yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong Indonesia memperkuat tata kelola digital agar pemanfaatan AI tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan keamanan, etika, dan kepercayaan publik. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus mempercepat penyusunan kerangka regulasi AI sebagai fondasi bagi pengembangan teknologi yang bertanggung jawab. Langkah ini dinilai penting mengingat pemanfaatan AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan regulasi yang mengaturnya. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan bahwa Peraturan Presiden tentang AI akan menjadi langkah awal dalam penerapan tata kelola AI sebelum pemerintah menyusun Undang-Undang AI yang lebih komprehensif. Pemerintah saat ini telah menuntaskan penyusunan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI beserta Etika AI. Dokumen tersebut telah melalui pembahasan lintas kementerian dan lembaga, sehingga kini tinggal menunggu penetapan oleh Presiden. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.