• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Teknologi»Keren, STAIN Sorong Akan Kembangkan Prodi Haji dan Umrah

Keren, STAIN Sorong Akan Kembangkan Prodi Haji dan Umrah

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 17 February 2020

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong Papua Barat berencana mengembangkan Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Hal ini diungkapkan Ketua STAIN Sorong  Hamzah saat menerima kunjungan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar di Aula Kampus STAIN Sorong, Senin (17/02).

Saat ini STAIN Sorong mempunyai 7 Program Studi. Menurut Hamzah, prospek Prodi Manajemen Haji dan Umrah ke depan cukup menjanjikan. “Kita ingin membuka Prodi Haji dan Umrah, maka dari itu kita ingin mendapatkan arahan langsung dari Dirjen Haji karena prospeknya menjanjikan,” kata Hamzah.

Dirjen PHU Nizar menjelaskan, apabila ingin membuka prodi manajemen haji dan umrah, maka pilihannya ada dua, menempel pada Fakultas Manajemen Dakwah atau menempel pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). “Nanti prodinya bisa menempel pada Fakultas Manajemen Dakwah atau menempel pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI),” kata Nizar.

Untuk Prodi yang menempel di Fakultas Manajemen Dakwah prospeknya bisa menjadi pembimbing haji atau menjadi petugas dari Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI). Sedangkan untuk prodi yang menempel pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, kata Nizar, prospeknya akan menjadi enterpreuner (pengusaha di bidang haji dan umrah).

“Untuk lulusan FEBI nantinya akan menjadi enterpreneur haji dan umrah, entah itu pemilik travel haji dan umrah, pengusaha katering haji, pengusaha akomodasi haji (hotel hospitality), tiketing maupun pengusaha transportasi perhajian,” jelasnya.

Prospek penyelenggaraan haji dan umrah ini, lanjut Nizar, setiap tahun meningkat signifikan. Hal ini tidak terlepas dari visi Arab Saudi tahun 2030 yang menargetkan untuk mendatangkan lima juta jemaah haji dan tiga puluh juta jemaah umrah.

“Saat ini prospek haji dan umrah setiap tahun meningkat untuk mencapai target visi Arab Arab Saudi Tahun 2030. Dengan target mendatangkan lima juta jemaah haji dan tiga puluh juta jemaah umrah,” ujarnya

Selain mengembangkan prodi haji dan umrah, STAIN Sorong juga menyatakan siap untuk kerjasama dalam program sertifikasi pembimbing ibadah haji profesional. Turut hadir dalam pertemuan itu, Kepala Kanwil Kemenag Papua Barat Sudirman Simanihuruk, serta Kasubdit Asrama Haji Kemenag Haryanto.

(Sumber Humas Kemenag)

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

September 23, 2026

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

September 23, 2026

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Memberi Efek Jera Kejahatan Korupsi Oleh : Jonathan Janoel Pembahasan Rancangan Undang-Undang…

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Korupsi Rusak Kepercayaan Publik, RUU Perampasan Aset Dinilai Mendesak JAKARTA – Upaya memperkuat pemberantasan korupsi…

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

RUU Perampasan Aset Didorong Jadi Instrumen Tegas Melawan Korupsi JAKARTA — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)…

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik

By Kata IndonesiaSeptember 23, 20260

Penilaian MBG Menjadi Alat Koreksi agar Menu dan Distribusi Membaik  Oleh : Abdul Razak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan tata kelola melalui mekanisme evaluasi yang melibatkan sekolah sebagai penerima layanan secara langsung. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aplikasi yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian terhadap layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kualitas menu hingga ketepatan distribusi. Mekanisme tersebut dapat menjadi instrumen koreksi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, aplikasi tersebut dirancang agar kepala sekolah dapat memberikan rating dan catatan terhadap dapur yang melayani sekolah masing-masing. Masukan dapat mencakup kondisi menu, keterlambatan pengiriman, serta persoalan lain yang ditemukan selama pelaksanaan MBG. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersumber dari pengalaman penerima layanan di tingkat sekolah. Menurut Sudaryono, sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan dapat diakses kepala sekolah dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu. Bagi BGN, umpan balik dari sekolah diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat kepuasan terhadap layanan SPPG sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap penyedia makanan. Dalam perspektif tata kelola, mekanisme penilaian semacam ini memiliki fungsi penting karena memperpendek jarak antara pelaksana program dan pengambil keputusan. Keluhan mengenai menu yang kurang bervariasi, kualitas makanan, keterlambatan distribusi, maupun persoalan pelayanan dapat dicatat secara lebih terstruktur. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk menemukan pola persoalan, menentukan tindak lanjut, dan mengevaluasi kinerja SPPG berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penguatan evaluasi juga berkaitan erat dengan aspek keamanan pangan. BGN telah menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat penerima makanan, tetapi turut berperan sebagai lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Guru didorong makan bersama siswa sekaligus melakukan pemeriksaan fisik terhadap makanan yang diterima, termasuk kondisi wadah, keberadaan label, dan kejelasan batas waktu konsumsi. …

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.