• Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Menu
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Search
Close this search box.
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
  • Trending
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Kuliner
Home»Opini»Papua Bagian Sah Indonesia

Papua Bagian Sah Indonesia

  • Kata Indonesia
  • - Monday, 2 September 2019

Oleh : Edward Krey (Penulis adalah mahasiswa Papua, tinggal di Yogyakarta)

Sejumlah pihak menegaskan tidak perlu lagi ada tuntutan referendum bagi Papua. Papua adalah bagian sah dari NKRI.

Indonesia adalah negara muktikultur yang terkenal akan keberagamannya. Tak hanya dari sisi agama yang, namun juga seni, budaya serta adat yang menyertainya. Indonesia terdiri dari ribuan pulau besar dan kecil. Yang terbentang dari sabang (ujung Sumatera) sampai Merauke (Papua).

Papua bagian dari Indonesia telah diketahui sejak dahulu. Sejarah panjang perebutannya-pun menjadi saksi bisu bahwa Papua adalah NKRI. Pembebasan Irian Barat (Sebutan Papua kala itu) oleh para pahlawan menjadi tolok ukur betapa NKRI menghargai bumi Cendrawasih sebagai bagian darinya.

Sekilas sejarah Operasi Pembebasan Irian Barat, yang dulunya dikenal dengan sebutan Operasi Trikora (tahun 1962). Yang mana tidak bisa dilepaskan dari Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda pada tahun 1949. Ternyata pengukuhan pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan RI masih meninggalkan wilayah West New Guinea atau Irian Barat. Sementara hal ini harus selesai dalam kurun waktu satu tahun.

Permasalahan tak berhenti disitu, bahkan sejak tahun 1954 rupanya Belanda sengaja menutup rapat wilayah dari perundingan. Indonesia menilai tak ada cara lain selain menggunakan operasi militer guna kembalikan wilayah tersebut ke pangkuan RI.

Secara signifikan Jakarta resmi memutus hubungan diplomatik dengan Belanda, tahun 1960. Beriringan dengan hal itu, Indonesia menerima pasokan senjata dari Uni Soviet. Fakta pertahanan Asia Tenggara (SEATO) berafiliasi ke Amerika Serikat masih menghendaki Belanda menduduki Irian Barat. Namun agaknya pandangan mereka mendua ketika melihat semangat rakyat RI begitu tinggi untuk merebut kembali wilayahnya.

Perjuangan tak berhenti disitu, aneka konflik dihadapi demi kembalinya Bumi Cendrawasih. Beragam kejadian yang dimulai dari gagalnya perundingan hingga ke perundingan lainnya tak membuat semangat pahlawan dan rakyat Indonesia surut. Justru semakin mantap mencokot kembali wilayahnya dari penjajah. Akhirnya perjuangan membuahkan hasil pada 1 Mei 1064 Irian Barat resmi menjadi bagian dari NKRI kembali.

Menilik dari sejarah saja, sudah barang tentu keberadaan Papua tidak dapat dipisahkan dari Indonesia. Sehingga orang Papua adalah mutlak orang Indonesia hingga kapanpun juga. Kesimpulannya mana mungkin Indonesia menganaktirikan wilayah ini. Padahal proses pengembaliannya ke pangkuan ibu pertiwi dilakukan mati-matian.

Terkait isu rasisme beberapa waktu lalu, memang membuat situasi negara sedikit memanas. Kerusuhan terjadi dimana-mana, aksi anarkis termasuk pembakaran ruko, gedung serta fasilitas publik membuat keadaan makin mencekam. Terlebih aneka pemberitaan yang belum diketahui kebenarannya ( Hoax ).

Aneka penggorengan opini hingga mengerucutkan aksi pengusiran mahasiswa asal Papua di Surabaya, sebenarnya sungguh disayangkan. Meskipun telah ditemukan tersangka namun bekas traumatik agaknya masih terasa di hati Papua dan Indonesia.

Tindakan rasialis yang berujung pengusiran ini dinilai mengandung unsur ujaran kebencian seperti bukti yang dipaparkan. Beberapa pihak termasuk walikota Surabaya juga ikut meminta maaf serta menyesalkan kejadian tersebut. Presiden Jokowi berusaha keras menyinkronkan seluruh elemen masyarakat guna terciptanya situasi yang kondusif dan aman terkendali.

Aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Juga Polri bekerja sama bahu-membahu mengamankan situasi yang sempat tak terkendali. Akses publik lumpuh total hingga geliat ekonomi seakan mati. Seluruh masayarakatpun diimbau agar tidak ikut terprovokasi dan melakukan hal anarkis serupa.

Negoisasi alot dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Tokoh pemuka agama, pemuda juga aparatur pemerintah lainnya di Papua diajak mendinginkan suasana. Akhirnya  kesepakatan baru dinilai mampu merampungkan segala konflik yang bergulir tempo hari. Rakyat bumi Cendrawasih dan Pemerintah sepakat mengakhiri kondisi panas kerusuhan tersebut.

Kini semua boleh tenang, sektor pertanian dan perkebunan Papua mulai berjalan lancar. Lalu lintas serta pusat perbelanjaan juga mulai beroperasi. Sektor pendidikan sudah memulai hari seperti sedia kala. Akses publik sudah mulai diperbaiki serta TNI dan Polri membersihkan sisa-sisa kerusuhan tempo hari. Kerugian materiil dan spiritual tentunya tidak perlu dialami jika sejak awal aksi mampu diredam.

Dari sini perjuangan memang belum selesai, akan ada saja pihak yang menginginkan Indonesia terpecah belah. Oleh karena itu semua diimbau untuk tetap mengedepankan persatuan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemerintah juga berjanji memperbaiki pemerataan serta keadilan dalam berbagai bidang mengikuti pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya di Papua. Dan yang lebih penting Papua diminta aktif jika ada sesuatu hal yang kurang terkait pembangunan atau sistem sehingga pemerintahan bisa bergerak dengan cepat.

 

Papua adalah Indonesia!

 

 

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

August 22, 2026

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

August 22, 2026

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi 

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Ketahanan Energi 2027: Jalan Besar Indonesia Menuju Kemandirian Energi  Oleh: Hanan Alfawazi Ketahanan energi merupakan salah satu fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa pasokan energi yang cukup, terjangkau, dan dapat diandalkan, pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, arah kebijakan energi Indonesia pada 2027 memiliki arti strategis, bukan sekadar sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian nasional. Kebutuhan energi terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, sementara produksi minyak nasional menghadapi tekanan penurunan alamiah. Pada saat yang sama, dinamika geopolitik global membuat harga dan pasokan energi semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut membuat penguatan sumber energi domestik menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Dalam konteks tersebut, target lifting minyak sebesar 610 ribu barel per hari dan lifting gas sekitar 950 ribu barel setara minyak per hari dalam RAPBN 2027 menjadi salah satu instrumen penting. Target tersebut dinilai realistis oleh Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, terutama dengan melihat peluang optimalisasi lapangan produksi yang telah ada serta pengembangan sumur-sumur baru. Namun, peningkatan lifting tidak dapat dicapai hanya dengan menetapkan target. Sektor hulu migas membutuhkan investasi, teknologi, kepastian regulasi, serta proses pengembangan lapangan yang efisien. Tantangan natural decline juga harus dihadapi secara serius karena sebagian lapangan migas nasional telah memasuki fase produksi yang matang. Anggota Dewan Energi Nasional Saleh Abdurrahman melihat masih terdapat ruang untuk menahan laju penurunan alamiah tersebut melalui optimalisasi sumur eksisting dan pengembangan sumur baru. Pengembangan wilayah frontier serta penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) juga menjadi bagian dari pilihan strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi nasional. Artinya, kebijakan peningkatan lifting harus ditempatkan sebagai agenda jangka panjang. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar angka produksi dalam satu tahun anggaran, tetapi juga harus memastikan keberlanjutan investasi dan penemuan cadangan baru. Jika investasi hulu berjalan konsisten, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat ekosistem industri migas nasional.…

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Transformasi Energi 2027 Menjadi Bukti Negara Bergerak Mengurangi Ketergantungan Impor Oleh: Aziz Rahman Ketika ketidakpastian…

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi 2027 lewat B50, Bioetanol, dan EBT JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat…

​Bikin Terenyuh! Aksi Nyata LAZNAS Darunnajah Bikin Para “Pahlawan Jalanan” Tersenyum Lebar

By Kata IndonesiaAugust 22, 20260

Di tengah dinamika mobilitas ibu kota yang digerakkan oleh para pekerja lapangan, eksistensi petugas Penanganan…

  • Redaksi
  • Peraturan Media Siber
  • Kontak Redaksi

All Rights Reserved © 2025

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.